MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Selasa, 17 April 2018 12:07
Pemecatan Disoal Pekerja
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Ketua DPC Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Bulungan Agustinus bersama pekerja yang di-PHK oleh PT Prima Bahagia Permai mendatangi kantor Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Bulungan, kemarin (16/4). 

Kedatangan mereka sebagai upaya melakukan mediasi antara pihak perusahaan dengan pekerja. "Hari ini (kemarin) kami belum menyatakan pertemuan secara bipartit," ujar Agustinus.

Namun, SBSI menyikapi dengan adanya surat dari perusahaan tertanggal 16 April yang isinya memerintahkan Zabir selaku pekerja yang di-PHK meninggalkan lokasi perusahaan, secara aturan SBSI tidak menerima seperti itu, karena dianggap belum ada keputusan resmi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, ketika di-PHK belum ada putusan dari PHI, hak-hak pekerja tetap berjalan yang mencakup upah maupun fasilitas. Tetapi, bila ada kebijakan lain bisa diselesaikan dengan baik-baik. 

"Kami menilai PHK ini kurang pas, karena ada alasan-alasan terkait update status Facebook dengan mencantumkan Muniapan yang merupakan kewarganegaraan Malaysia," ucapnya. 

Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan, lanjutnya, warga negara asing yang bekerja di Indonesia ada syaratanya. Yakni, memiliki visa bekerja, ada waktu tertentu dan tidak boleh non kemampuan. Artinya, kata Agustinus, harus memiliki kemampuan yang tidak dimiliki warga Indonesia. 

Sementara itu, Zabir selaku pekerja yang di-PHK mengatakan, tidak mempermasalahkan dipecat. Namun, dia meminta pihak perusahaan membayar haknya sesuai aturan yang berlaku. "Saya bekerja di perusahaan itu sudah 9 tahun dan sangat berterima kasih, tapi tidak begini caranya," katanya. 

"Kami ingin selesaikan ini melalui jalur damai. Selama masa proses penyelesaian, saya tetap bertahan di camp perusahaan," sambungnya.

Perwakilan PT Prima Bahagia Permai, Rio Tarigan mengakui adanya permasalahan antara Zabir dengan perusahaan. Menurutnya, PHK diberikan karena manajemen perusahaan menilai yang bersangkutan tidak cakap bekerja, mencemarkan nama baik pimpinan perusahaan dan menghina secara kasar. 

"Dasar-dasar ini butuh proses dan pembuktian. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Distransnaker untuk mencarikan solusi," ujarnya. 

Dia juga mengatakan, permasalahan ini masih dalam tahap proses. Apabila ada masalah di perusahaan, maka perlu dibicarakan dahulu di lembaga bipartit. "Zabir memang di-PHK dan saat ini menuntut haknya yang diberikan perusahaan. Kami belum tahu rincian besaran biaya, masih menunggu manajemen," ujarnya. 

Apabila pertemuan bipartit tak ada titik temu, lanjutnya, maka masuk tahapan tripartit. Jika pun juga tidak ada penyelesaian, maka akan dibawa ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

"Tapi apabila ada permasalahan antara karyawan dan pengusaha alangkah baiknya dibicarakan dulu. Kami juga ada lembaga kerja sama (LKS) biparitit yang disahkan Distransnaker," ungkapnya. 

Mediator Hubungan Industrial Distransnaker, Ainin Fidiyah menyimpulkan ada tiga poin dari hasil pertemuan tersebut. Pertama, bahwa apabila pihak perusahaan menggunakan alasan pencemaran nama baik, maka harus ada pembuktian lebih lanjut. Kedua, selama belum ada keputusan final perihal permasalahan PHK terhadap Zabir, maka Zabir dianggap tetap sebagai pekerja di perusahaan tersebut dan tetap menerima upah maupun hak-hak lain. Ketiga, perihal permasalahan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan adalah merupakan perselisihan kepentingan yang dapat dibicarakan antara kedua belah pihak. (uno/fen)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 17:59

Tanpa Sebab, Tahir Dikeroyok Remaja

TANJUNG SELOR - Tak terima dikeroyok remaja, Tahir, 57 tahun, melaporkan penonjokan yang dialaminya…

Kamis, 20 September 2018 17:57

MN Gunakan Ancaman untuk Memuaskan Nafsu

TANJUNG SELOR -  Kasus menyetubuhi putri kandung yang dilakukan MN, 44 tahun, mulai terungkap.…

Kamis, 20 September 2018 16:18

Yohana Dorong Kaltara Jadi Provila

TANJUNG SELOR – Pemahaman perspektif terhadap hak anak memerlukan proses berkesinambungan dari…

Kamis, 20 September 2018 16:15

Satu Bacaleg Tarakan Mundur

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Tarakan siap menetapkan daftar calon tetap (DCT) pemilihan umum legislatif…

Kamis, 20 September 2018 16:12

Tarik Ulur Keputusan Eks Koruptor Daftar Caleg

TANJUNG SELOR - Permohonan uji materi atas Peraturan KPU (PKPU) berkaitan tentang larangan eks narapidana…

Rabu, 19 September 2018 14:56

Tanjung Selor Minim Pohon Peneduh

TANJUNG SELOR – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bulungan mengupayakan…

Rabu, 19 September 2018 14:55

KEJI..!! Bapak Tiduri Putri Kandung selama 3 Tahun

TANJUNG SELOR – MN, 44 tahun, harus merasakan dinginnya tidur di balik jeruji besi Polres Bulungan…

Rabu, 19 September 2018 14:52

Tersangka Penodongan Dapat Diversi

KASUS kejahatan atau tindak kriminalitas dengan pelaku anak masih di bawah umur kerap terjadi belakangan…

Rabu, 19 September 2018 14:27

Pemasangan Algaka Tak Boleh Sembarangan

BERKAITAN jadwal masa kampanye bagi partai politik (Parpol) peserta Pemiliham Umum (Pemilu) 2019, akan…

Selasa, 18 September 2018 15:20

Asal Api Diduga dari Kamar Kosong

TANJUNG SELOR - Polres Bulungan masih menyelidiki kebakaran yang terjadi di Jalan MT Haryono Tanjung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .