MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 16 April 2018 10:43
Potensi SDA Terbentur Keterbatasan, Produk Kaltara Belum Bernilai Tambah
POTENSI KALTARA: Budidaya rumput laut di Kaltara belum sampai pada produk hilir.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Potensi-potensi sumber daya alam (SDA) Kaltara yang melimpah nampaknya belum digarap maksimal oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

Faktor keterbatasan infrastruktur dan anggaran pemerintah daerah menjadi salah satu penyebabnya. Padahal, Kaltara disebut bakal menjadi salah satu poros ekonomi Indonesia di wilayah utara.

Menurut Kepala Bidang Sosial Budaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kaltara Timbul Sibarani, jika melihat potensi pendapatan selama ini, sebagian besar ditopang sektor pertambangan, pertanian, perkebunan, dan transportasi. Namun, belum semua potensi tergarap maksimal, karena bermacam keterbatasan.

Dia menyebut banyak kapal yang bersandar di perairan Kaltara yang memasok berbagai komoditas dan peralatan ke berbagai daerah, masih ada yang belum bisa kembali dengan muatan barang mentah dan barang jadi.

Kaltara hanya memproduksi barang mentah yang cenderung untuk digunakan dalam daerah. Belum sampai pada produksi hilir. “Di sisi lain, Kaltara juga mengekspor komoditas seperti rumput laut, udang, kepiting, batu bara, hingga crude palm oil (CPO),” ujarnya, belum lama ini.

Komoditas ekspor Kaltara itu, justru kembali diimpor setelah menjadi barang jadi, karena diolah oleh negara tujuan ekspor. Dia mencontohkan, hasil rumput laut dari Tarakan dan Nunukan yang diekspor, namun belum memberikan nilai tambah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Meski begitu, kata dia, Pemprov Kaltara terus berupaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Anggaran pendapatan dan belanja daerah Kaltara juga sudah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur, yang besarannya mencapai 40 persen.

Selain itu, dukungan dana pusat untuk Kaltara sudah cukup besar. Hanya, kondisi geografis Kaltara yang luas dan masih butuh pembangunan membuat anggaran yang dikucurkan setiap tahun masih tetap kurang. Kaltara yang memiliki potensi besar perlu mendapat dukungan maksimal dari pusat.

Dia mencontohkan, Kaltara memiliki potensi produk lokal seperti beras organik Krayan yang cukup diminati di Malaysia dan Brunai Darusaalam. “Sejauh ini belum dapat respons dari pusat. Padahal, ini salah satu cara mendukung peningkatakan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Senin, 10 September 2018 15:09

Rp 100 Miliar untuk Pelaku Usaha

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Perindustrian perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindakop dan UKM)…

Senin, 10 September 2018 15:04

Sulit Tentukan HET Daging Ayam

TANJUNG SELOR – Belum adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) ayam, jadi celah pedegang menetapkan…

Senin, 10 September 2018 15:03

Ongkos Angkut Disetarakan Harga dengan SOA

DINAS Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kaltara tengah menyusun rancangan…

Senin, 10 September 2018 14:48

Harga Masih Anjlok

MESKI kurs dolar menguat dan diprediksi sebagian pengamat ekonomi lokal, bakal berdampak positif terhadap…

Senin, 10 September 2018 14:46

Produksi Tambak Udang Masih Jauh dari Harapan

TARAKAN – Potensi budidaya tambak diharapkan mampu bersaing menjadi salah satu sektor yang membangkitkan…

Jumat, 07 September 2018 14:21

Berhemat, Solusi Hadapi Melemahnya Rupiah

NILAI tukar rupiah yang mencapai Rp 15 ribu per USD 1, membuat masyarakat kian panik. Namun, kenaikan…

Jumat, 07 September 2018 14:17

Dolar Naik, Momentum Genjot Ekspor

TARAKAN – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto bersyukur,…

Kamis, 06 September 2018 17:27

Budidaya Rumput Laut Perlu Diatur

BUDIDAYA rumput laut di Kaltara cukup menjanjikan. Beberapa petani rumput laut, baik di Tarakan maupun…

Kamis, 06 September 2018 17:21

Agustus, Tarakan Alami Deflasi

TARAKAN – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam mengendalikan inflasi, masih terjaga.…

Kamis, 06 September 2018 17:16

Dolar Melonjak, Hindari Belanja Barang Impor

TARAKAN - Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika yang mencapai puncaknya dalam dua hari terakhir,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .