MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 16 April 2018 10:42
Dua PLBN Masuk Tahap DED
TUNGGU DED: Tim dari kementerian/lembaga saat melakukan survei lokasi pembangunan PLBN di Desa Long Midang, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kaltara yang ada di Nunukan, yakni Sungai Pancang, Sebatik Utara dan Long Midang, Krayan, nampaknya bisa dibangun pada 2019 mendatang.

Apalagi, pada Februari hingga Maret lalu, tim gabungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) telah melakukan survei di tiga lokasi PLBN.

Kepala Biro Pengelolaan Perbatasan Negara (PPN) Samuel ST Padan mengatakan, saat ini, dua PLBN itu sedang ditingkatkan pada tahap penyusunan dokumen detail engineering design (DED). Dua lokasi itu juga dipastikan sudah mendapatkan alokasi anggaran pembangunan fisik dari anggaran pendapatan dan belanja negara. Namun, besaran anggarannya belum diketahui, karena masih diproses di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“(PLBN, Red) Sei Pancang dan Long Midang akan jadi PLBN yang terintegrasi dengan sejumlah fasilitas publik lainnya,” tutur Samuel, tengah pekan lalu.

Selain PLBN Sei Pancang dan Long Midang, masih ada dua PLBN lainnya, yakni di Labang, Lumbis Ogong, Nunukan dan Long Nawang, Kayan Hulu, Malinau. Namun, dua PLBN itu masih menunggu ditetapkan melalui instruksi presiden (Inpres).

Samuel menjelaskan, untuk membangun satu PLBN terintegrasi, dibutuhkan dana hingga Rp 150 miliar. Dana itu untuk membangun beberapa sarana publik seperti Imigrasi, Bea Cukai, dan institusi lain.

Kehadiran PLBN di Kaltara memang cukup dinanti oleh masyarakat. Adanya PLBN dinilai bisa meningkatkan keamanan, kepatuhan perlintasan, dan perdagangan lintas negara di perbatasan. Selain itu, PLBN juga bisa membantu meningkatkan nilai jual produk Indonesia di perbatasan.

Selain infrstruktur utama PLBN, Pemprov juga mendorong agar dibangun infrastruktur pendukungnya secara bersamaan. Antara lain, penyediaan air bersih, listrik, dan komunikasi. Alasannya, wilayah perbatasan membutuhkan pengawasan dan pengamanan yang harus ditunjang dengan fasilitas memadai.

“Mudahan 2018-2019 ini bisa terwujud dan menjadi pusat perekonomian baru di perbatasan,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 09:53

GIMANA NIH..!! Penyaluran Dana Desa Tersendat di Kabupaten

PENYALURAN dana desa tahap ketiga ke rekening kas umum daerah…

Rabu, 12 Desember 2018 09:52

Dana Transfer Naik Rp 514 M

JAKARTA – Kabar gembira bagi masyarakat Kalimantan Utara. Pasalnya, provinsi…

Selasa, 11 Desember 2018 10:08

Diskominfo Kejar Target Nasional

TANJUNG SELOR – Pemerintah menargetkan pada 2020 mendatang tidak ada…

Selasa, 11 Desember 2018 10:02

Pemprov Raih Predikat Kepatuhan Tinggi

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kaltara menerima penghargaan anugerah predikat kepatuhan…

Senin, 10 Desember 2018 09:58

Sembilan Kali Penyelundupan Kepiting Digagalkan

TANJUNG SELOR – Bisnis ilegal kepiting bertelur, masih sulit dihentikan.…

Minggu, 09 Desember 2018 11:32

Sembilan Titik Rawan Laka

TANJUNG SELOR – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara memetakan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:07

Dua OPD Pemprov Naik Status

TANJUNG SELOR – Terjadi perubahan tipe organisasi perangkat daerah (OPD)…

Minggu, 09 Desember 2018 11:05

Sembilan Peserta SKB Tak Hadir

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Pemprov…

Minggu, 09 Desember 2018 11:03

Kaltara Di-deadline 14 Desember

TANJUNG SELOR – Pembahasan APBD Kaltara 2019 telah difasilitasi Direktorat…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:35

Intensitas Hujan Masih Normal

INTENSITAS hujan di Bulungan terus mengalami peningkatan. Namun, menurut data…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .