MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Minggu, 15 April 2018 14:21
Disperindagkop Lirik Kerja Sama ITPC

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kaltara Hartono, menargetkan produk-produk lokal di provinsi bungsu ini bisa memasuki pasar ekspor.

Ekspor Kaltara yang nilainya mencapai USD 68,51 juta, masih didominasi oleh sektor pertambangan. Sektor UMKM dengan produk lokal belum bisa bersaing ke pasar ekspor.

Dia mengatakan, pihaknya ingin memanfaatkan keberadaan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang fungsinya mengembangkan dan mempromosikan produk-produk Indonesia di luar negeri. Baik melalui pembangunan jejaring bisnis, pelayanan informasi pasar maupun promosi ekspor sehingga bisa memacu kinerja ekspor dari sisi kuantitas nominal dan jumlah negara tujuan.

Hartono menyebut, hingga kini Kaltara belum ada produk lokal yang dipasarkan melalui ITPC. Namun, pihaknya akan bekerja sama dengan ITPC untuk menumbuhkan pasar ekspor pada produk Kaltara. Pemerintah dituntut bisa menyinkronkan produk prioritas tujuan ekspor, mulai ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia dan sarana penunjang.

“ITPC di negara mana dulu yang potensinya bisa menyerap produk dari daerah kita. Setelah itu, baru penjajakan dengan menganalisa selera pasar dengan kondisi produksi di Kaltara,” ujarnya, belum lama ini.

Menurutnya, jika Kaltara bekerja sama dengan ITPC, akan berperan memperbaiki kinerja ekspor hasil industri dan pertanian yang mengalami penurunan dari Januari ke Februari lalu. Dua sektor ini menyumbang 15 persen dari ekspor Kaltara. Pada Januari lalu, sektor hasil industri mencatatkan nilai ekspor USD 11,91 juta dan menurun menjadi USD 7,99 juta pada Februari. Sementara, hasil pertanian mencatatkan nilai ekspor USD 1,49 juta dan turun jadi USD 1,15 juta pada Februari.

“Tujuan kita juga untuk memfasilitasi tumbuhnya kinerja ekspor dari sektor non pertambangan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan negara tujuan ekspor, pihaknya lebih fokus menjembatani munculnya produk ekspor baru dari sektor industri olahan. Menurutnya, produk olahan lebih efektif dalam membuka peluang pasar di setiap negara. Hanya saja, pelaku eksportir dituntut menciptakan produk dan siklus produksi yang sesuai ketentuan perdagangan luar negeri. (rus/fen)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 10:06

ADUH..!! Harga Mulai Merangkak Naik

TARAKAN – Harga sejumlah bahan pokok di pasaran mulai merangkak…

Selasa, 11 Desember 2018 09:53

Satgas Pangan Temukan Daging Beku Ilegal

TANJUNG SELOR – Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang terdiri dari…

Senin, 10 Desember 2018 12:56

Pengawasan Bahan Pokok Diperketat

TANJUNG SELOR – Ketersediaan dan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian…

Senin, 10 Desember 2018 12:52

Banyak Wajib Pajak Tak Patuh

TARAKAN – Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Tarakan Fery Choly…

Senin, 10 Desember 2018 12:51

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Wanti-wanti terhadap rencana investasi di Kalimantan Utara,…

Senin, 10 Desember 2018 12:50

Non Pertambangan Kurang Dilirik Eksportir

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara tidak hanya memiliki potensi di…

Senin, 10 Desember 2018 09:57

Infrastruktur Pengaruhi Geliat Ekonomi

TANJUNG SELOR – Salah satu poin di Rencana Pembangunan Jangka…

Minggu, 09 Desember 2018 11:24

Kabupaten dan Kota Diinstruksikan Operasi Pasar

TANJUNG SELOR – Untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang Natal dan…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:37

Oktober, Serapan 61,7 Persen

SERAPAN anggaran Pemkab Bulungan hingga Oktober lalu sebesar Rp 797,7…

Jumat, 07 Desember 2018 11:38

Akan Tambah Produksi Bawang Merah

TANJUNG SELOR – Bawang merah akan dijadikan komoditas unggulan oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .