MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 13 April 2018 14:16
BI Klaim Rupiah Beredar hingga Pelosok
Hendik Sudariyanto

PROKAL.CO, TARAKAN – Kalimantan Utara dipilih sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi pilot project perluasan jangkauan distribusi uang dan layanan kas Bank Indonesia (BI), dari 8 provinsi yang masuk kategori daerah 3T (terpencil, terdepan dan terluar).

Menurut Kepala BI Perwakilan Kaltara Hendik Sudariyanto, program ini bertujuan untuk menjangkau pendistribusian dan penyerapan uang sampai ke pelosok desa. Sehingga, masyarakat perbatasan tidak merasa kekurangan lagi akan kebutuhan uang rupiah dan benar-benar menjadi mata uang yang dipergunakan untuk bertransaksi. 

Program tersebut sudah berjalan sejak 2016. Selama dua tahun dianggap pihaknya cukup efektif untuk menyalurkan uang rupiah baru, serta menarik uang lama.

Dia juga menyebut, dari Rp 200 miliar setiap bulannya yang didistribusikan ke Kaltara, pihaknya lebih banyak mengedarkan pecahan uang kecil dari Rp 20 ribu ke bawah. “Uang Rp 500 kami sebarkan juga. Cuma kalau bicara uang logam kan berat. Tapi kan kebutuhan uang receh relatif tidak terlalu besar. Intinya kami melakukan distribusi uang logam juga,” akunya ketika ditemui, Kamis (12/4).

Hendik mengakui bahwa pelayanan pihaknya belum maksimal karena belum semua wilayah di Kaltara bisa dijangkau uang rupiah secara intens. Terutama di sejumlah kecamatan pelosok di Kabupaten Nunukan.  Sehingga, pihaknya kini sedang fokus mengatasi persoalan itu.  

“Di Tarakan kan ada Bank Indonesia. Di Tanjung Selor ada kas titipan di kelola oleh Bankaltimtara, di Malinau juga Kaltimtara, sementara di Nunukan belum ada,” ujarnya, Kamis (12/4).

Sementara itu, terkait masih adanya warga perbatasan yang melakukan transaksi dengan mata uang Malaysia, ringgit, Hendik menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan bersama aparat terkait dalam waktu dekat.

Sebab, hal itu juga sudah diatur dalam penggunaan mata uang rupiah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI). Apalagi, pihaknya sudah melakukan upaya mendistribusikan uang hingga ke pelosok Kaltara. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak menggunakan mata uang rupiah.

Selain terus menjangkau uang hingga ke pelosok, pihaknya juga melengkapi infrastruktur berupa penambahan anjungan tunai mandiri (ATM) dan money changer di wilayah Nunukan untuk mengatasi persoalan itu. 

“Kami merencanakan ada money changer di perbatasan, terutama di Pelabuhan Tunon Taka sebagai akses. Dua hal ini sudah menjadi pelaksana dasar untuk menukar ringgit sudah ada. Tinggal nanti sinergi antara pemerintah daerah dan aparat untuk mewajibkan penggunaan uang rupiah. Kalau perlu menindak,” ujarnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Jumat, 13 April 2018 14:25

Realisasi PBB Masih Minim

TANJUNG SELOR – Realisasinya pajak bumi dan bangunan di triwulan I tahun ini yaitu Rp 109.116.168…

Jumat, 13 April 2018 13:52

Ekspor-Impor Februari Merosot

TANJUNG SELOR – Ekspor dan impor di Kalimantan Utara pada Februari 2018 mencatatkan penurunan.…

Jumat, 13 April 2018 13:47

Kaltara Dapat Dividen Rp 29 M

TANJUNG SELOR – PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim dan Kaltara (Bankaltimtara) berhasil menjaga…

Kamis, 12 April 2018 13:51

OJK Awasi Ketat Kinerja BPR

TARAKAN – Geliat pembangunan di Kalimantan Utara yang terus tumbuh dan berkembang, ikut mendorong…

Kamis, 12 April 2018 13:47

Kejar Target PBB

POTENSI pendapatan yang diperoleh Pemerintah Kota Tarakan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam setahun…

Kamis, 12 April 2018 13:32

Tiongkok Kurangi Impor, HBA Turun

TANJUNG SELOR – Setelah terus mengalami kenaikan sejak tahun lalu, harga batu bara acuan (HBA)…

Rabu, 11 April 2018 11:30

WAH GAWAT !!! Pangkalan ‘Timbun’ Elpiji 3 Kg

TARAKAN – Keluhan warga terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram sejak beberapa hari belakangan, ditindaklanjuti…

Selasa, 10 April 2018 11:59

Jumlah Pengusaha Lokal Tergerus

TARAKAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melihat adanya persaingan usaha yang tidak sehat…

Selasa, 10 April 2018 11:15

Elpiji 3 Kg Langka Lagi

TARAKAN – Elpiji 3 kg masih menjadi pilihan banyak warga Tarakan, meski di Bumi Paguntaka –sebutan…

Minggu, 08 April 2018 14:41

Daerah Harus Siapkan Diri

TANJUNG SELOR - Direktur Dana Perimbangan Kementerian Keuangan Putut Hari Satyaka mengatakan, ketika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .