MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 13 April 2018 13:52
Ekspor-Impor Februari Merosot

Kaltara Masih Andalkan Batu Bara

MASIH ANDALAN: Ekspor dari Kaltara masih didominasi batu bara, dengan tujuan paling besar ke India.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Ekspor dan impor di Kalimantan Utara pada Februari 2018 mencatatkan penurunan. Pada Februari lalu, Ekspor Kaltara tercatat berada di angka USD 68,51 juta, atau menurun 15,30 persen dibanding Januari yang mencapai USD 80,88 juta.

Secara kumulatif, nilai ekspor kaltara periode Januari-Februari 2018 mencapai USD 149,38 juta atau naik 12,41 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu (USD 132,89 juta). Seluruh komoditas ekspor Kaltara pada Februari 2018 merupakan barang non migas.

Sementara, nilai impor Kaltara mengalami penurunan sebesar 9,43 persen dari USD 5,60 juta pada Januari menjadi USD 5,07 juta pada Februari. Nilai impor Kaltara periode Januari-Februari 2018 mencapai USD 10,66 juta, atau mengalami kenaikan sebesar 50,19 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu (USD 7,10 juta).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usahan Mikro, Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kaltara Hartono menyebut, meski nilai ekspor dan impor Kaltara Februari mengalami penurunan dibanding Januari, neraca perdagangan Kaltara tercatat masih positif atau surplus. Pada Februari, neraca perdagangan ekspor impor surplus USD 63,44 juta. Sementara, untuk Januari surplus USD 75,28 juta. Secara kumulatif dari Januari-Februari 2018 neraca perdagangan Kaltara surplus USD 138,72 juta (Rp 1,908 triliun, kurs USD 1 = Rp 13.760).

Hartono mengatakan, dari sembilan negara tujuan pada Januari dan Februari tahun ini, ekspor Kaltara paling banyak menyasar pasar India. Nilai ekspor Kaltara ke India mencapai USD 52,63 juta, atau berkontribusi 35,23 persen. Nilai ekspor ke India juga cenderung meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu USD 50,73 juta. Artinya, ekspor ke India mengalami pertumbuhan 3,73 persen.

“Nilai ekspor ke India didominasi kelompok bahan bakar mineral, khususnya dari golongan batu bara. Tren ini setidaknya juga berlangsung di sepanjang tahun 2017 kemarin,” kata Hartono, kemarin (12/4).

Secara umum, nilai ekspor berdasarkan negara, Jepang (USD 22,37 juta), Tiongkok (USD 20,60 juta), Malaysia (USD 15,36 juta), Korea Selatan (USD 8,92 juta), Selandia Baru (USD 2,72 juta), Myanmar (USD 2,14 juta), Thailand (USD 4,73 juta), dan Filipina (10,85 juta).

Dia menyebut Selandia Baru menjadi negara dengan peningkatan ekspor tertinggi sebesar 6.336 persen. Sementara, Jepang mengalami penurunan tertinggi sebesar 21,96 persen. “Kenaikan drastis di Selandia Baru karena sebelumnya tidak ada ekspor di periode sama tahun lalu. Sedangkan untuk Jepang dipengaruhi kuantitas pengiriman batu bara dan beberapa komoditas lain,” ujarnya.

Untuk meningkatkan negara tujuan ekspor, pihaknya lebih fokus menjembatani munculnya produk ekspor baru dari sektor industri olahan. Menurutnya, produk olahan lebih efektif dalam membuka peluang pasar di setiap negara. Hanya saja, pelaku eksportir dituntut menciptakan produk dan siklus produksi yang sesuai ketentuan perdagangan luar negeri.

“Berdasarkan informasi dari BPS, ekspor kita sudah ke lima benua dan 24 negara. Namun, jumlahnya dalam kategori kecil, sehingga dimasukkan dalam kelompok negara lainnya. Target kita tentu nilai di negara lainnya bisa meningkat dan berbanding lurus dengan tumbuhnya kuantitas produk ekspor baru,” sebutnya.

Untuk realisasi impor awal tahun ini, Kaltara didominasi tiga negara, yakni Malaysia, Tiongkok dan Korea Selatan. Komoditas yang di impor ke Kaltara seluruhnya merupakan non migas. Nilai impor dari Tiongkok tercatat USD 5,9 juta, Korea Selatan USD 1,704 juta, dan Malaysia USD 3,06 juta. Sehingga, total impor Kaltara Januari dan Februari tercatat USD 10,66 juta. Persentase penurunan terbesar impor non migas Kaltara pada Februari terjadi ke Malaysia sebesar 68,836 persen, dari USD 2,333 juta (Januari) menjadi USD 0,727 juta.

Hartono menjelaskan, komoditas impor didominasi hasil industri (USD 10,24 juta), hasil tambang (USD 0,41 juta), dan hasil pertanian (USD 0,02 juta). “Impor awal tahun ini didominasi oleh hasil industri. Secara persentase, sektor ini mencapai 96 persen dari total keseluruhan nilai impor,” ujarnya. (rus/fen)

 

  1. Ringkasan Perkembangan Ekspor Provinsi Kalimantan Utara Februari 2018*)

 

Uraian

Nilai FOB (Juta USD)

Perubahan (%)

Peran terhadap Total Jan-Feb 2018*)

(%)

Jan

2018

Feb*)

2018

Jan-Feb*)

2018

Jan-Feb

2017

Feb*) 2018 terhadap Jan 2018

Jan-Feb 2018*) terhadap Jan-Feb 2017

Total Ekspor

80,88

68,51

149,38

132,89

-15,30

12,41

100,00

  • Migas

-

-

-

-

-

-

-

  • Non Migas

80,88

68,51

149,38

132,89

-15,30

12,41

100,00

-          Hasil Tambang

67,48

59,37

126,85

103,97

-12,03

22,01

84,92

-          Hasil Industri

11,91

7,99

19,90

25,17

-32,91

-20,94

13,32

-          Hasil Pertanian

1,49

1,15

2,64

3,75

-22,56

-29,67

1,77

 

 

 

       2.Ringkasan Perkembangan Impor Provinsi Kalimantan Utara Februari 2018*)

 

Uraian

Nilai CIF (Juta USD)

Perubahan (%)

Peran terhadap Total Jan-Feb 2018*)

(%)

Jan

2018

Feb*)

2018

Jan-Feb*)

2018

Jan-Feb

2017

Feb*) 2018 terhadap Jan 2018

Jan-Feb 2018*) terhadap Jan-Feb 2017

Total Impor

5,60

5,07

10,66

7,10

-9,43

50,19

100,00

  • Migas

0,00

0,00

0,00

1,14

-

-

0,00

-          Hasil Minyak

0,00

0,00

0,00

1,14

-

-

0,00

  • Non Migas

5,60

5,07

10,66

5,97

-9,43

78,78

100,00

-          Hasil Tambang

0,32

0,09

0,41

0,17

-71,34

135,71

3,83

-          Hasil Industri

5,26

4,98

10,24

5,79

-5,40

76,96

96,01

-          Hasil Pertanian

0,02

0,00

0,02

0,01

-

188,87

0,16

 

 

       3. Neraca Perdagangan Provinsi Kalimantan Utara Februari 2018*)

 

Uraian

Nilai (Juta USD)

Jan

2018

Feb*)

2018

Jan-Feb

2018

Jan-Feb

2017

Ekspor

80,88

68,51

149,38

132,89

Impor

5,60

5,07

10,66

7,10

Neraca Perdagangan

75,28

63,44

138,72

125,79

 


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 10:07

Produksi Kedelai Akan Ditingkatkan

TANJUNG SELOR – Kebutuhan kedelai masyarakat Bulungan untuk diolah menjadi…

Selasa, 11 Desember 2018 10:06

ADUH..!! Harga Mulai Merangkak Naik

TARAKAN – Harga sejumlah bahan pokok di pasaran mulai merangkak…

Selasa, 11 Desember 2018 09:53

Satgas Pangan Temukan Daging Beku Ilegal

TANJUNG SELOR – Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang terdiri dari…

Senin, 10 Desember 2018 12:56

Pengawasan Bahan Pokok Diperketat

TANJUNG SELOR – Ketersediaan dan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian…

Senin, 10 Desember 2018 12:52

Banyak Wajib Pajak Tak Patuh

TARAKAN – Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Tarakan Fery Choly…

Senin, 10 Desember 2018 12:51

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Wanti-wanti terhadap rencana investasi di Kalimantan Utara,…

Senin, 10 Desember 2018 12:50

Non Pertambangan Kurang Dilirik Eksportir

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara tidak hanya memiliki potensi di…

Senin, 10 Desember 2018 09:57

Infrastruktur Pengaruhi Geliat Ekonomi

TANJUNG SELOR – Salah satu poin di Rencana Pembangunan Jangka…

Minggu, 09 Desember 2018 11:24

Kabupaten dan Kota Diinstruksikan Operasi Pasar

TANJUNG SELOR – Untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang Natal dan…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:37

Oktober, Serapan 61,7 Persen

SERAPAN anggaran Pemkab Bulungan hingga Oktober lalu sebesar Rp 797,7…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .