MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 13 April 2018 13:52
Ekspor-Impor Februari Merosot

Kaltara Masih Andalkan Batu Bara

MASIH ANDALAN: Ekspor dari Kaltara masih didominasi batu bara, dengan tujuan paling besar ke India.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Ekspor dan impor di Kalimantan Utara pada Februari 2018 mencatatkan penurunan. Pada Februari lalu, Ekspor Kaltara tercatat berada di angka USD 68,51 juta, atau menurun 15,30 persen dibanding Januari yang mencapai USD 80,88 juta.

Secara kumulatif, nilai ekspor kaltara periode Januari-Februari 2018 mencapai USD 149,38 juta atau naik 12,41 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu (USD 132,89 juta). Seluruh komoditas ekspor Kaltara pada Februari 2018 merupakan barang non migas.

Sementara, nilai impor Kaltara mengalami penurunan sebesar 9,43 persen dari USD 5,60 juta pada Januari menjadi USD 5,07 juta pada Februari. Nilai impor Kaltara periode Januari-Februari 2018 mencapai USD 10,66 juta, atau mengalami kenaikan sebesar 50,19 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu (USD 7,10 juta).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usahan Mikro, Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kaltara Hartono menyebut, meski nilai ekspor dan impor Kaltara Februari mengalami penurunan dibanding Januari, neraca perdagangan Kaltara tercatat masih positif atau surplus. Pada Februari, neraca perdagangan ekspor impor surplus USD 63,44 juta. Sementara, untuk Januari surplus USD 75,28 juta. Secara kumulatif dari Januari-Februari 2018 neraca perdagangan Kaltara surplus USD 138,72 juta (Rp 1,908 triliun, kurs USD 1 = Rp 13.760).

Hartono mengatakan, dari sembilan negara tujuan pada Januari dan Februari tahun ini, ekspor Kaltara paling banyak menyasar pasar India. Nilai ekspor Kaltara ke India mencapai USD 52,63 juta, atau berkontribusi 35,23 persen. Nilai ekspor ke India juga cenderung meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu USD 50,73 juta. Artinya, ekspor ke India mengalami pertumbuhan 3,73 persen.

“Nilai ekspor ke India didominasi kelompok bahan bakar mineral, khususnya dari golongan batu bara. Tren ini setidaknya juga berlangsung di sepanjang tahun 2017 kemarin,” kata Hartono, kemarin (12/4).

Secara umum, nilai ekspor berdasarkan negara, Jepang (USD 22,37 juta), Tiongkok (USD 20,60 juta), Malaysia (USD 15,36 juta), Korea Selatan (USD 8,92 juta), Selandia Baru (USD 2,72 juta), Myanmar (USD 2,14 juta), Thailand (USD 4,73 juta), dan Filipina (10,85 juta).

Dia menyebut Selandia Baru menjadi negara dengan peningkatan ekspor tertinggi sebesar 6.336 persen. Sementara, Jepang mengalami penurunan tertinggi sebesar 21,96 persen. “Kenaikan drastis di Selandia Baru karena sebelumnya tidak ada ekspor di periode sama tahun lalu. Sedangkan untuk Jepang dipengaruhi kuantitas pengiriman batu bara dan beberapa komoditas lain,” ujarnya.

Untuk meningkatkan negara tujuan ekspor, pihaknya lebih fokus menjembatani munculnya produk ekspor baru dari sektor industri olahan. Menurutnya, produk olahan lebih efektif dalam membuka peluang pasar di setiap negara. Hanya saja, pelaku eksportir dituntut menciptakan produk dan siklus produksi yang sesuai ketentuan perdagangan luar negeri.

“Berdasarkan informasi dari BPS, ekspor kita sudah ke lima benua dan 24 negara. Namun, jumlahnya dalam kategori kecil, sehingga dimasukkan dalam kelompok negara lainnya. Target kita tentu nilai di negara lainnya bisa meningkat dan berbanding lurus dengan tumbuhnya kuantitas produk ekspor baru,” sebutnya.

Untuk realisasi impor awal tahun ini, Kaltara didominasi tiga negara, yakni Malaysia, Tiongkok dan Korea Selatan. Komoditas yang di impor ke Kaltara seluruhnya merupakan non migas. Nilai impor dari Tiongkok tercatat USD 5,9 juta, Korea Selatan USD 1,704 juta, dan Malaysia USD 3,06 juta. Sehingga, total impor Kaltara Januari dan Februari tercatat USD 10,66 juta. Persentase penurunan terbesar impor non migas Kaltara pada Februari terjadi ke Malaysia sebesar 68,836 persen, dari USD 2,333 juta (Januari) menjadi USD 0,727 juta.

Hartono menjelaskan, komoditas impor didominasi hasil industri (USD 10,24 juta), hasil tambang (USD 0,41 juta), dan hasil pertanian (USD 0,02 juta). “Impor awal tahun ini didominasi oleh hasil industri. Secara persentase, sektor ini mencapai 96 persen dari total keseluruhan nilai impor,” ujarnya. (rus/fen)

 

  1. Ringkasan Perkembangan Ekspor Provinsi Kalimantan Utara Februari 2018*)

 

Uraian

Nilai FOB (Juta USD)

Perubahan (%)

Peran terhadap Total Jan-Feb 2018*)

(%)

Jan

2018

Feb*)

2018

Jan-Feb*)

2018

Jan-Feb

2017

Feb*) 2018 terhadap Jan 2018

Jan-Feb 2018*) terhadap Jan-Feb 2017

Total Ekspor

80,88

68,51

149,38

132,89

-15,30

12,41

100,00

  • Migas

-

-

-

-

-

-

-

  • Non Migas

80,88

68,51

149,38

132,89

-15,30

12,41

100,00

-          Hasil Tambang

67,48

59,37

126,85

103,97

-12,03

22,01

84,92

-          Hasil Industri

11,91

7,99

19,90

25,17

-32,91

-20,94

13,32

-          Hasil Pertanian

1,49

1,15

2,64

3,75

-22,56

-29,67

1,77

 

 

 

       2.Ringkasan Perkembangan Impor Provinsi Kalimantan Utara Februari 2018*)

 

Uraian

Nilai CIF (Juta USD)

Perubahan (%)

Peran terhadap Total Jan-Feb 2018*)

(%)

Jan

2018

Feb*)

2018

Jan-Feb*)

2018

Jan-Feb

2017

Feb*) 2018 terhadap Jan 2018

Jan-Feb 2018*) terhadap Jan-Feb 2017

Total Impor

5,60

5,07

10,66

7,10

-9,43

50,19

100,00

  • Migas

0,00

0,00

0,00

1,14

-

-

0,00

-          Hasil Minyak

0,00

0,00

0,00

1,14

-

-

0,00

  • Non Migas

5,60

5,07

10,66

5,97

-9,43

78,78

100,00

-          Hasil Tambang

0,32

0,09

0,41

0,17

-71,34

135,71

3,83

-          Hasil Industri

5,26

4,98

10,24

5,79

-5,40

76,96

96,01

-          Hasil Pertanian

0,02

0,00

0,02

0,01

-

188,87

0,16

 

 

       3. Neraca Perdagangan Provinsi Kalimantan Utara Februari 2018*)

 

Uraian

Nilai (Juta USD)

Jan

2018

Feb*)

2018

Jan-Feb

2018

Jan-Feb

2017

Ekspor

80,88

68,51

149,38

132,89

Impor

5,60

5,07

10,66

7,10

Neraca Perdagangan

75,28

63,44

138,72

125,79

 


BACA JUGA

Sabtu, 30 Juni 2018 01:30

Disdagkop Pastikan Stok Telur Kembali Aman

TARAKAN – Gejolak harga telur ayam yang naik drastis dalam beberapa hari disebabkan kekurangan…

Jumat, 29 Juni 2018 13:18

Stok Habis, Pedagang Telur Libur Jualan

TARAKAN - Meski libur Lebaran telah usai, namun pedagang telur di Pasar Tenguyun dan Pasar Gusher, Tarakan…

Selasa, 26 Juni 2018 14:41

Perputaran Uang Hampir Rp 600 M

TARAKAN – Perputaran uang di Kalimantan Utara selama Ramadan dan Lebaran Idulfitri tahun ini,…

Selasa, 26 Juni 2018 14:35

Kuota Dikurangi, Pekerja Terancam

TANJUNG SELOR - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun ini menetapkan kuota produksi…

Jumat, 22 Juni 2018 15:41

Lebaran Ketupat, Tambah Pemasukan Pedagang

TARAKAN - Perayaan Lebaran Ketupat membuat  pedagang di Tarakan kebanjiran pembeli. Tradisi yang…

Kamis, 21 Juni 2018 15:10

Harga Daging Sapi Berangsur Turun

TANJUNG SELOR – Pascalibur Lebaran, harga daging sapi di Pasar Induk Tanjung Selor berangsur turun…

Kamis, 14 Juni 2018 14:26

Perputaran Uang hingga Miliaran Rupiah

TARAKAN - Hari raya Idulfitri memberi dampak signifikan pada perputaran rupiah di Bumi Benuanta. Tingginya…

Kamis, 14 Juni 2018 14:20

Ekspor Kayu Capai USD 13,8 Juta

DINAS Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diperindagkop dan UKM) Kaltara…

Rabu, 13 Juni 2018 15:37

Lion Air Group Bantah Raup Keuntungan

TANJUNG SELOR – Tingginya permintaan pada arus mudik 2018, membuat harga tiket pesawat pun melambung.…

Rabu, 13 Juni 2018 15:36

Harga Ayam di Tarakan Mahal

TARAKAN - Warga Kota Tarakan dibuat heboh dengan kenaikan harga daging ayam yang mencapai dua kali lipat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .