MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Kamis, 12 April 2018 14:34
Utamakan Pasien Miskin, RSUD Terapkan Pelayanan Daring
INOVASI: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat meresmikan peluncuran aplikasi Simas Jempol, Simpolan RJ dan Sidadang Berdasi RSUD Tarakan, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Dalam upaya melayani masyarakat, utamanya bidang kesehatan, Pemprov Kaltara tak berhenti melakukan inovasi lewat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Ini untuk menjamin kemudahan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan yang sudah ada.

Sejak Oktober 2017, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan berinovasi dengan menerapkan aplikasi pendaftaran pengobatan rawat jalan dengan sistem online atau dalam jaringan (daring). Artinya, masyarakat yang ingin berobat dapat mendaftarkan diri terlebih dahulu ke sistem rumah sakit melalui smartphone. RSUD Tarakan sendiri, saat ini merupakan satu-satunya rumah sakit rujukan tingkat provinsi di Kaltara.

“Mendaftar sekarang lewat online, cukup lewat smartphone masing-masing. Dan, ada 3 inovasi yang sudah diterapkan RSUD Tarakan, yakni Simas Jempol (Sistem Informasi Jemput Pasien Miskin Online), Simpolan RJ (Sistem Pendaftaran Online Rawat Jalan), Sidadang Berdasi (Sistem Database Bidang Pengembangan SDM),” tutur Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Peningkatan pelayanan rawat jalan melalui program Simpolan RJ dan Simas Jempol bertujuan untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada pasien untuk warga yang kurang mampu, bahkan dengan sistem program Simas Jempol, dipastikan tidak ada lagi pasien dari warga miskin yang tidak terlayani di RSUD Tarakan.

“Saya ingin menekankan kepada pegawai, baik pegawai medis maupun non medis di rumah sakit, agar pelayanan terhadap pasien miskin harus diutamakan,” tuturnya.

Irianto mengatakan, tidak diperbolehkan ada pasien miskin yang tidak terlayani atau terlantar, dengan alasan tidak ada jaminan kesehatan yang membayar. Bahkan, jika terdapat hal demikian maka ada sanksi berat yang akan terjadi kepada tenaga medis dan atau staf rumah sakit tersebut. “Sanksi kepada siapapun yang membuat pasien itu tidak terlayani. Apalagi dia PNS (pegawai negeri sipil),” jelas Irianto.

Program yang ketiga yakni Sidadang Berdasi yakni program untuk penataan data base di RSUD Tarakan, dimana inovasi tersebut patut diberikan apresiasi yang tinggi, bahkan SKPD-SKPD terkait lainnya diharapkan untuk dapat terus berinovasi.

Sejak diluncurkan pada tahun lalu, program Simas Jempol yang diprakarsai RSUD Tarakan terbukti mampu memenuhi hasrat Gubernur untuk meningkatkan pelayanan maksimal bagi warga kurang mampu yang mengalami gangguan kesehatan.

Berdasarkan informasi manajemen RSUD Tarakan, dari Oktober 2017 hingga 20 Maret 2018 ada 73 pasien warga kurang mampu yang menggunakan layanan ini. Dimana, rata-rata pasien yang memanfaatkan program ini, sebanyak 10 orang per bulan dengan pengguna terbanyak berasal dari warga Tarakan.

“Informasi dari pihak RSUD Tarakan, daerah lainnya seperti Malinau, Nunukan, Bulungan juga Tana Tidung masih ada yang menggunakan Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah). Namun, kalau biaya pengobatannya cukup besar, mereka akan berkoordinasi dengan Simas Jempol juga,” kata Gubernur.

Simas Jempol juga dipantau perkembangannya secara terbuka oleh masyarakat yang mengunduh aplikasinya. Bahkan, ada grup WhatsApp Simas Jempol yang beranggotakan para ketua rukun tetangga (RT), lurah, camat hingga Wali Kota Tarakan.

“Inovasi seperti inilah yang diharapkan. Sehingga anggaran kesehatan yang ada, juga sarana-prasarana yang disiapkan dapat dimaksimalkan untuk masyarakat. Utamanya, warga kurang mampu,” ungkap Irianto.

Irianto berharap keberadaan Simas Jempol RSUD Tarakan dapat lebih dioptimalkan warga di Kaltara. “Layanannya jemput bola. Kalau ada informasi dari warga atau ketua RT, langsung dijemput dengan ambulans untuk wilayah Tarakan. Kalau sudah sembuh juga diantar pulang ke rumahnya. Dan perkembangan pasien akan di-share ke grup WA Simas Jempol,” timpal Dirut RSUD Tarakan dr M Hasbi Hasyim.

Untuk biaya, pasien tak perlu khawatir karena ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.(humas)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 10:13

Menteri PU Dukung Percepatan KBM

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki…

Rabu, 12 Desember 2018 10:12

Kaltara Urutan 19 Indeks Kesiapan Geospasial

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan,…

Rabu, 12 Desember 2018 10:11

IPD Naik, Dimensi Penyelenggaraan Pemdes Tertinggi

JAKARTA –  Berdasarkan pendataan potensi desa (Podes) 2018 yang dilakukan…

Rabu, 12 Desember 2018 10:10

Hari Nusantara dan Bela Negara Digabung

TANJUNG SELOR – Hari Nusantara dan Bela Negara 2018 akan…

Selasa, 11 Desember 2018 10:31

Genjot Penyelesaian RUPM untuk Tarik Investor

JAKARTA – Perencanaan penanaman modal yang konsisten dalam jangka panjang…

Selasa, 11 Desember 2018 10:30

Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya

JAKARTA – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie,…

Selasa, 11 Desember 2018 10:29

716 ASN Akan Ikuti Pemetaan Kompetensi

TANJUNG SELOR – Sebanyak 716 aparatur sipil negara (ASN) jabatan…

Selasa, 11 Desember 2018 10:28

Hari Disabilitas Diramaikan Pentas Seni

TANJUNG SELOR – Sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan wawasan…

Senin, 10 Desember 2018 13:04

12 Peserta SKB Dipastikan Gugur

TANJUNG SELOR – Seleksi kompetensi bidang (SKB) penerimaan CPNS Pemprov…

Senin, 10 Desember 2018 13:03

Workshop SAKIP Diharapkan Ubah Pola Pikir

JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kalimantan Utara H Syaiful…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .