MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Kamis, 12 April 2018 13:51
OJK Awasi Ketat Kinerja BPR
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Geliat pembangunan di Kalimantan Utara yang terus tumbuh dan berkembang, ikut mendorong hadirnya sejumlah lembaga pembiayaan maupun perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapatkan data, hingga kini sudah berdiri dua Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kaltara.

Selain di Tanjung Selor, juga di Tarakan. Kehadiran BPR di provinsi termuda ini disambut baik Kepala OJK Regional IX Wilayah Kalimantan Hariyanto. Karena menurutnya, ikut mendorong bergeraknya roda ekonomi di Kaltara.

Menurutnya, BPR punya pangsa pasar tersendiri untuk bisa bersaing dengan bank-bank konvensional. Apalagi, jika memiliki program layanan yang tergolong cepat dan memuaskan masyarakat.

“Tentunya mereka akan mendapatkan perhatian lebih dari warga,” ujarnya, Selasa (10/4).

Dia mencontohkan, kebanyakan BPR menyasar pengusaha mikro dan kecil untuk diberikan pinjaman modal. Bahkan, bisa memberikan pinjaman lebih karena umumnya BPR swasta memiliki investasi cukup besar.

Namun, terkait kehadiran lembaga keuangan tersebut, OJK juga memberikan peringatan bahwa pihaknya akan mengawasi secara ketat aktivitas yang dilakukan. Oleh karena itu, manajemen BPR harus membuat dan penyampaikan laporan sesuai waktu yang sudah ditentukan.

“Sesuai UU Nomor 21/2011, lembaga independen yang mempunyai tugas mengatur dan mengawasi seluruh Industri jasa keuangan apakah itu perbankan, industri keuangan non bank dan lain-lain. Terkait mengatur itu, OJK mengeluarkan ketentuan kepada industri yang mewajibkan melaporkan keuangan, baik kepada OJK atau kepada masyarakat dalam rangka transparansi,” beber Kepala OJK Kaltim-Kaltara Dwi Ariyanto.

Tidak hanya itu, sesuai Undang-Undang Perbankan, lanjutnya, OJK juga diwajibkan minimal setahun sekali mengaudit BPR. Bahkan, setiap tiga bulan sekali BPR pun wajib untuk menyampaikan realisasi rencana kerjanya kepada OJK.

Dia juga menegaskan bahwa yang dilakukan OJK bukan untuk mempersulit BPR, justru membantu BPR dalam mengelola keuangan. Selain mengawasi dana masyarakat yang dikelola BPR, pengawasan super ketat itu juga dimaksudkan agar perusahaan tersebut dapat terus tumbuh dan berkembang.

Karena itu, dirinya pun menginginkan agar kehadiran BPR dapat membantu pemerintah dalam memajukan perekonomian melalui kemudahan akses yang diberikan kepada masyarakat. (mrs/fen)

TARAKAN – Geliat pembangunan di Kalimantan Utara yang terus tumbuh dan berkembang, ikut mendorong hadirnya sejumlah lembaga pembiayaan maupun perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapatkan data, hingga kini sudah berdiri dua Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kaltara.

Selain di Tanjung Selor, juga di Tarakan. Kehadiran BPR di provinsi termuda ini disambut baik Kepala OJK Regional IX Wilayah Kalimantan Hariyanto. Karena menurutnya, ikut mendorong bergeraknya roda ekonomi di Kaltara.

Menurutnya, BPR punya pangsa pasar tersendiri untuk bisa bersaing dengan bank-bank konvensional. Apalagi, jika memiliki program layanan yang tergolong cepat dan memuaskan masyarakat.

“Tentunya mereka akan mendapatkan perhatian lebih dari warga,” ujarnya, Selasa (10/4).

Dia mencontohkan, kebanyakan BPR menyasar pengusaha mikro dan kecil untuk diberikan pinjaman modal. Bahkan, bisa memberikan pinjaman lebih karena umumnya BPR swasta memiliki investasi cukup besar.

Namun, terkait kehadiran lembaga keuangan tersebut, OJK juga memberikan peringatan bahwa pihaknya akan mengawasi secara ketat aktivitas yang dilakukan. Oleh karena itu, manajemen BPR harus membuat dan penyampaikan laporan sesuai waktu yang sudah ditentukan.

“Sesuai UU Nomor 21/2011, lembaga independen yang mempunyai tugas mengatur dan mengawasi seluruh Industri jasa keuangan apakah itu perbankan, industri keuangan non bank dan lain-lain. Terkait mengatur itu, OJK mengeluarkan ketentuan kepada industri yang mewajibkan melaporkan keuangan, baik kepada OJK atau kepada masyarakat dalam rangka transparansi,” beber Kepala OJK Kaltim-Kaltara Dwi Ariyanto.

Tidak hanya itu, sesuai Undang-Undang Perbankan, lanjutnya, OJK juga diwajibkan minimal setahun sekali mengaudit BPR. Bahkan, setiap tiga bulan sekali BPR pun wajib untuk menyampaikan realisasi rencana kerjanya kepada OJK.

Dia juga menegaskan bahwa yang dilakukan OJK bukan untuk mempersulit BPR, justru membantu BPR dalam mengelola keuangan. Selain mengawasi dana masyarakat yang dikelola BPR, pengawasan super ketat itu juga dimaksudkan agar perusahaan tersebut dapat terus tumbuh dan berkembang.

Karena itu, dirinya pun menginginkan agar kehadiran BPR dapat membantu pemerintah dalam memajukan perekonomian melalui kemudahan akses yang diberikan kepada masyarakat. (mrs/fen)


BACA JUGA

Jumat, 13 April 2018 14:25

Realisasi PBB Masih Minim

TANJUNG SELOR – Realisasinya pajak bumi dan bangunan di triwulan I tahun ini yaitu Rp 109.116.168…

Jumat, 13 April 2018 14:16

BI Klaim Rupiah Beredar hingga Pelosok

TARAKAN – Kalimantan Utara dipilih sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi pilot…

Jumat, 13 April 2018 13:52

Ekspor-Impor Februari Merosot

TANJUNG SELOR – Ekspor dan impor di Kalimantan Utara pada Februari 2018 mencatatkan penurunan.…

Jumat, 13 April 2018 13:47

Kaltara Dapat Dividen Rp 29 M

TANJUNG SELOR – PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim dan Kaltara (Bankaltimtara) berhasil menjaga…

Kamis, 12 April 2018 13:47

Kejar Target PBB

POTENSI pendapatan yang diperoleh Pemerintah Kota Tarakan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam setahun…

Kamis, 12 April 2018 13:32

Tiongkok Kurangi Impor, HBA Turun

TANJUNG SELOR – Setelah terus mengalami kenaikan sejak tahun lalu, harga batu bara acuan (HBA)…

Rabu, 11 April 2018 11:30

WAH GAWAT !!! Pangkalan ‘Timbun’ Elpiji 3 Kg

TARAKAN – Keluhan warga terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram sejak beberapa hari belakangan, ditindaklanjuti…

Selasa, 10 April 2018 11:59

Jumlah Pengusaha Lokal Tergerus

TARAKAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melihat adanya persaingan usaha yang tidak sehat…

Selasa, 10 April 2018 11:15

Elpiji 3 Kg Langka Lagi

TARAKAN – Elpiji 3 kg masih menjadi pilihan banyak warga Tarakan, meski di Bumi Paguntaka –sebutan…

Minggu, 08 April 2018 14:41

Daerah Harus Siapkan Diri

TANJUNG SELOR - Direktur Dana Perimbangan Kementerian Keuangan Putut Hari Satyaka mengatakan, ketika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .