MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 12 April 2018 13:34
Erosi Jadi Ancaman Warga Tanjung Rumbia
BELUM DIPASANG TURAP: Kawasan Bulu Perindu selain terancam erosi, juga selalu menjadi langganan banjir.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Puluhan rumah warga di bantaran Sungai Selor atau Sungai Kayan kawasan Tanjung Rumbia dan Bulu Perindu, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan terancam ambruk akibat erosi.

Pasalnya, tanah di sekitar rumah warga yang bermukim di bantaran sungai itu mengalami pengikisan hebat. Beberapa rumah warga pun sudah ada yang ambruk. Sejumlah rumah pun terpaksa harus dibongkar pemiliknya.

Warga Tanjung Rumbia, Usman (47), mengatakan ancaman erosi sudah cukup lama. Yakni,  hampir 14 tahun lamanya. Sedikitnya, kata dia, 4 rumah warga telah ambruk. Dia juga mengaku ancaman erosi juga berdampak pada jembatan yang ada di depan rumahnya.

“Jarak antara rumah warga dari daerah aliran sungai kini tinggal 1 meter. Padahal, dulunya jarak rumah dengan tepi sungai kurang lebih sekitar 30 meter. Warga yang tinggal bibir sungai itu ada sekitar 300 jiwa. Kondisi ini sangat menghawatirkan dan butuh perhatian pemerintah,” ujarnya, Selasa (10/4).

Dia juga menyatakan warga sudah melaporkan berkali-kali. Hal senada diungkapkan Salim, warga Bulu Perindu. Dia pun meminta agar persoalan tergerusnya bibir sungai harus ditindaklanjuti pemerintah daerah. Karena menurutnya, erosi akan membuat rumah-rumah warga ambruk.

“Kasihan, sudah ada beberapa rumah warga yang ambruk ke sungai. Kami berharap segera dibangun tanggul (turap) beton untuk mengatasi ini. Jika memungkinkan, direlokasi saja,” ujarnya.

Secara terpisah, anggota DPRD Bulungan Aluh Berlian mengatakan, upaya penanganan erosi di wilayah Bulungan masih belum maksimal. Kartena itu, dia pun menekankan kepada pemerintah daerah segera menyelamatkan kawasan permukiman warga di bantaran sungai dari ancaman erosi.

“Pola penanganan bisa dilakukan dengan meminta bantuan pemerintah pusat atau Pemprov Kaltara. Kami minta pemerintah daerah dapat melakukan survei dan investigasi lapangan untuk melakukan kajian terhadap wilayah berisiko tinggi rawan erosi,” ujarnya. (*/isa/fen)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:45

Nelayan Curigai Ada Permainan Penyaluran Solar Bersubsidi

TARAKAN – Perhimpunan Nelayan Kecil (PNK) Tarakan kembali mengeluhkan sulitnya…

Kamis, 13 Desember 2018 10:31

Waspada Ancaman di Perbatasan

TARAKAN – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan aparat keamanan akan…

Kamis, 13 Desember 2018 10:29

Bocah 4 Tahun Terseret Arus

TANJUNG SELOR – Suasana di kamar jenazah RSD dr H…

Rabu, 12 Desember 2018 09:53

GIMANA NIH..!! Penyaluran Dana Desa Tersendat di Kabupaten

PENYALURAN dana desa tahap ketiga ke rekening kas umum daerah…

Rabu, 12 Desember 2018 09:52

Dana Transfer Naik Rp 514 M

JAKARTA – Kabar gembira bagi masyarakat Kalimantan Utara. Pasalnya, provinsi…

Selasa, 11 Desember 2018 10:08

Diskominfo Kejar Target Nasional

TANJUNG SELOR – Pemerintah menargetkan pada 2020 mendatang tidak ada…

Selasa, 11 Desember 2018 10:02

Pemprov Raih Predikat Kepatuhan Tinggi

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kaltara menerima penghargaan anugerah predikat kepatuhan…

Senin, 10 Desember 2018 09:58

Sembilan Kali Penyelundupan Kepiting Digagalkan

TANJUNG SELOR – Bisnis ilegal kepiting bertelur, masih sulit dihentikan.…

Minggu, 09 Desember 2018 11:32

Sembilan Titik Rawan Laka

TANJUNG SELOR – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara memetakan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:07

Dua OPD Pemprov Naik Status

TANJUNG SELOR – Terjadi perubahan tipe organisasi perangkat daerah (OPD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .