MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Kamis, 12 April 2018 13:32
Tiongkok Kurangi Impor, HBA Turun

Produksi Batu Bara Kaltara Dipengaruhi Cuaca

POTENSI KALTARA: Harga batu bara turun lagi per April ini. Salah satunya disebabkan permintaan Tiongkok berkurang.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Setelah terus mengalami kenaikan sejak tahun lalu, harga batu bara acuan (HBA) mulai terkoreksi pada April 2018. Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, HBA April 2018 ditetapkan senilai USD 94,75 per metrik ton.

Angka tersebut turun 6,98 persen dari HBA Maret 2018 senilai USD 101,86 per metrik ton. Meski begitu, rata-rata HBA dalam empat bulan pertama tahun ini masih berada di level USD 98,21 per metrik ton. Rata-rata tersebut jauh lebih tinggi dari rata-rata HBA tahun lalu senilai USD 85,92 per metrik ton.

Berdasarkan rilis dari Kementerian ESDM, pekan lalu, penetapan HBA didasarkan pada indeks pasar internasional. Ada empat indeks yang dipakai, yakni Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Global Coal (GC), New Castle Export Index (NEX), dan Platts59. Adapun bobot masing-masing indeks sebesar 25 persen dalam formula HBA.

Kementerian ESDM juga menyebut penyebab terkoreksinya harga lantaran permintaan dari Tiongkok menurun. Hal ini seiring dengan berlalunya musim dingin. Padahal, Tiongkok merupakan salah satu konsumen batu bara terbesar. Selain itu, Tiongkok juga meningkatkan produksi batu bara dalam negerinya.

Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Adi Hernadi menyatakan, penurunan HBA secara teknis merupakan keadaan yang tidak diharapkan oleh para pemegang izin usaha pertambangan (IUP) di Kaltara. Apalagi, untuk awal 2018 tercatat adanya pergerakan positif.

“Harapan pengusaha tentu paling tidak stabil. Namun, dengan adanya penurunan ini, memang kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena keputusan pemberian nilai HBA ada di pusat yang melihat grafik perkembangan di dunia internasional juga,” jelasnya kepada media ini, kemarin (11/4).

Adi menyebut realisasi produksi batu bara Kaltara sangat terpengaruh oleh perkembangan cuaca yang cenderung basah. Menurutnya, cuaca dalam kategori tersebut sangat rentan mengganggu kegiatan operasional produksi. Mulai dari keadaan medan tambang, operasional alat berat hingga keselamatan pekerja. Semuanya berpotensi terhambat ketika curah hujan berada di atas normal.

“Harapan kami faktor ini tidak memengaruhi lagi seperti tahun lalu. Kami lihat untuk awal tahun ini cenderung stabil. Kalau untuk rilis realisasinya, kami juga masing menunggu laporan dari masing-masing perusahaan,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 14:15

Rancang Perluasan Komoditas

KEPALA Biro Perekonomian Setprov Kalimantan Utara Usdiansyah mengatakan, produksi sumber daya alam (SDA)…

Minggu, 07 Oktober 2018 15:10

Awasi Kestabilan Harga di Perbatasan

TANJUNG SELOR – Pengawasan harga barang terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltara, khususnya…

Jumat, 05 Oktober 2018 14:30

Izin Perkebunan Sawit Diperketat

TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan akan mengkaji permohonan perpanjangan izin lokasi dan izin usaha perusahaan…

Kamis, 04 Oktober 2018 17:21

Ekspor Kayu Tumbuh 63 Persen

TANJUNG SELOR – Ekspor kayu dari Kalimantan Utara mengalami pertumbuhan pada triwulan I 2018.…

Kamis, 04 Oktober 2018 16:48

Provinsi Diminta Tertibkan Pergub Untuk Atur Harga Udang di Kaltara

TARAKAN – Hasil kunjungan yang dilakukan DPRD Tarakan ke kementerian terkait untuk menyikapi anjloknya…

Senin, 01 Oktober 2018 15:48

Warga Diajak Konsumsi Produk Lokal

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara mempunyai potensi sumber daya alam di tiap kabupaten dan kota.…

Minggu, 30 September 2018 16:44

Jamin SOA Barang Tak Dimonopoli

TANJUNG SELOR – Tingginya harga barang di daerah perbatasan, menjadi perhatian serius Pemprov…

Jumat, 28 September 2018 16:04

Pelaku Usaha Wajib Miliki NIB

TANJUNG SELOR - Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi…

Jumat, 28 September 2018 15:47

Harga Sewa Terlalu Mahal, Investor Mundur Kelola Pabrik Rumput Laut

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan terus berupaya memfungsikan pabrik…

Rabu, 26 September 2018 14:59

ADUH..!! 80 Persen Kebutuhan Warga Masih dari Malaysia

TANJUNG SELOR – Banyaknya barang-barang dari Malaysia yang beredar di daerah perbatasan Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .