MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Kamis, 12 April 2018 13:32
Tiongkok Kurangi Impor, HBA Turun

Produksi Batu Bara Kaltara Dipengaruhi Cuaca

POTENSI KALTARA: Harga batu bara turun lagi per April ini. Salah satunya disebabkan permintaan Tiongkok berkurang.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Setelah terus mengalami kenaikan sejak tahun lalu, harga batu bara acuan (HBA) mulai terkoreksi pada April 2018. Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, HBA April 2018 ditetapkan senilai USD 94,75 per metrik ton.

Angka tersebut turun 6,98 persen dari HBA Maret 2018 senilai USD 101,86 per metrik ton. Meski begitu, rata-rata HBA dalam empat bulan pertama tahun ini masih berada di level USD 98,21 per metrik ton. Rata-rata tersebut jauh lebih tinggi dari rata-rata HBA tahun lalu senilai USD 85,92 per metrik ton.

Berdasarkan rilis dari Kementerian ESDM, pekan lalu, penetapan HBA didasarkan pada indeks pasar internasional. Ada empat indeks yang dipakai, yakni Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Global Coal (GC), New Castle Export Index (NEX), dan Platts59. Adapun bobot masing-masing indeks sebesar 25 persen dalam formula HBA.

Kementerian ESDM juga menyebut penyebab terkoreksinya harga lantaran permintaan dari Tiongkok menurun. Hal ini seiring dengan berlalunya musim dingin. Padahal, Tiongkok merupakan salah satu konsumen batu bara terbesar. Selain itu, Tiongkok juga meningkatkan produksi batu bara dalam negerinya.

Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Adi Hernadi menyatakan, penurunan HBA secara teknis merupakan keadaan yang tidak diharapkan oleh para pemegang izin usaha pertambangan (IUP) di Kaltara. Apalagi, untuk awal 2018 tercatat adanya pergerakan positif.

“Harapan pengusaha tentu paling tidak stabil. Namun, dengan adanya penurunan ini, memang kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena keputusan pemberian nilai HBA ada di pusat yang melihat grafik perkembangan di dunia internasional juga,” jelasnya kepada media ini, kemarin (11/4).

Adi menyebut realisasi produksi batu bara Kaltara sangat terpengaruh oleh perkembangan cuaca yang cenderung basah. Menurutnya, cuaca dalam kategori tersebut sangat rentan mengganggu kegiatan operasional produksi. Mulai dari keadaan medan tambang, operasional alat berat hingga keselamatan pekerja. Semuanya berpotensi terhambat ketika curah hujan berada di atas normal.

“Harapan kami faktor ini tidak memengaruhi lagi seperti tahun lalu. Kami lihat untuk awal tahun ini cenderung stabil. Kalau untuk rilis realisasinya, kami juga masing menunggu laporan dari masing-masing perusahaan,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Rabu, 04 Juli 2018 18:43

Harga BBM Nonsubsidi Naik

TARAKAN – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk nonsubsidi mengalami kenaikan. Namun,…

Sabtu, 30 Juni 2018 01:30

Disdagkop Pastikan Stok Telur Kembali Aman

TARAKAN – Gejolak harga telur ayam yang naik drastis dalam beberapa hari disebabkan kekurangan…

Jumat, 29 Juni 2018 13:18

Stok Habis, Pedagang Telur Libur Jualan

TARAKAN - Meski libur Lebaran telah usai, namun pedagang telur di Pasar Tenguyun dan Pasar Gusher, Tarakan…

Selasa, 26 Juni 2018 14:41

Perputaran Uang Hampir Rp 600 M

TARAKAN – Perputaran uang di Kalimantan Utara selama Ramadan dan Lebaran Idulfitri tahun ini,…

Selasa, 26 Juni 2018 14:35

Kuota Dikurangi, Pekerja Terancam

TANJUNG SELOR - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun ini menetapkan kuota produksi…

Jumat, 22 Juni 2018 15:41

Lebaran Ketupat, Tambah Pemasukan Pedagang

TARAKAN - Perayaan Lebaran Ketupat membuat  pedagang di Tarakan kebanjiran pembeli. Tradisi yang…

Kamis, 21 Juni 2018 15:10

Harga Daging Sapi Berangsur Turun

TANJUNG SELOR – Pascalibur Lebaran, harga daging sapi di Pasar Induk Tanjung Selor berangsur turun…

Kamis, 14 Juni 2018 14:26

Perputaran Uang hingga Miliaran Rupiah

TARAKAN - Hari raya Idulfitri memberi dampak signifikan pada perputaran rupiah di Bumi Benuanta. Tingginya…

Kamis, 14 Juni 2018 14:20

Ekspor Kayu Capai USD 13,8 Juta

DINAS Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diperindagkop dan UKM) Kaltara…

Rabu, 13 Juni 2018 15:37

Lion Air Group Bantah Raup Keuntungan

TANJUNG SELOR – Tingginya permintaan pada arus mudik 2018, membuat harga tiket pesawat pun melambung.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .