MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 11 April 2018 11:30
WAH GAWAT !!! Pangkalan ‘Timbun’ Elpiji 3 Kg

Dewan Minta Pemkot Beri Sanksi

DITIMBUN: Aparat polisi menemukan tabung gas di simpan dalam gudang pemilik pangkalan di Jalan Gajah Mada, Selasa (10/4).

PROKAL.CO, TARAKAN – Keluhan warga terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram sejak beberapa hari belakangan, ditindaklanjuti Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdagkop dan UKM) Tarakan dengan melakukan inspeksi mendadak, Selasa (10/4).

Dari hasil sidak itu ditemukan adanya permainan pangkalan elpiji. Ketika tim gabungan memeriksa PT Wajo Jaya Indah yang beralamat di Jalan Gajah Mada, ditemukan puluhan tabung gas melon yang disimpan di belakang rumah pemilik pangkalan tersebut.

Letaknya pun terpisah-pisah. Ada yang disimpan di belakang dapur. Ada pula yang ditempatkan di gudang kecil. Semua tabung gas 3 kilogram yang ditemukan dalam rumah itu berisi penuh.

“Kenyataanya kami lihat di lapangan, PT Wajo Jaya Indah itu, intinya masyarakat ke pangkalannya bahwa barangnya habis. Namun, kami sidak di dalam rumahnya terdapat kurang lebih ada 80 tabung. Alasannya sudah ada yang pesan,” ujar Kepala Penguatan dan Pengembangan Perdagangan Dinas Perdaganan Koperasi dan UKM Tarakan Romli.

Ia lantas mengklaim bahwa perbuatan tersebut sama artinya dengan menimbun tabung gas, dan hal itu dilarang oleh pemerintah. Mestinya, kata dia, begitu tiba di pangkalan langsung didistribusikan kepada warga sesuai ketentuan yang sudah disepakati. Namun, yang dilakukan pangkalan tersebut justru disimpan sebagian di dalam rumah.

Karena itu, pihaknya langsung menegur secara lisan dan akan melaporkannya untuk diberikan sanksi. Seperti apa sanksinya? Romli menyerahkan sepenuhnya pada keputusan pimpinannya.

Kesalahan pangkalan tersebut diperparah lagi dengan menjual elpiji 3 kg melebihi harga eceran tertinggi (HET). Pemerintah sudah menetapkan Rp 16 ribu per tabung, namun pangkalan itu menjual lebih dari itu.

“Dia rata-rata menjual Rp 20 ribu per tabung. Intinya dia melanggar HET yang sudah disepakati SK Wali Kota,” beber pria yang juga anggota Badang Penyelesaian Sengketa Konsumen Tarakan.

Romli sendiri menilai kelangkaan elpiji 3 kilogram sangat mustahil terjadi. Sebab, sepengetahuannya kuota untuk warga Tarakan sangat berlimpah, mencapai 90 ribu lebih tabung gas per bulannya.

Di samping itu, sebagian warga Tarakan sudah menggunakan jaringan gas rumah tangga. Sehingga, ketergantungan masyarakat terhadap tabung gas elpiji 3 kilogram mestinya berkurang. Secara otomatis pula kuota tabung gas lebih dari cukup.

Ditemukannya pangkalan yang menimbun elpiji 3 kg tidak lepas dari laporan warga. Karena itu, pihaknya mengharapkan warga terus berperan aktif dengan melaporkan pangkalan-pangkalan yang nakal.

“Kami kan tidak mungkin 20 kelurahan kami pantau. Kalau ada keluhan laporkan ke Perindag, ke polres, kami akan melakukan tindakan,” tuturnya.

Ia menegaskan sidak ini akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar normal. Apalagi, pihaknya mengantisipasi menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri. Sehingga diharapkan tidak ada lagi pangkalan yang menimbun elpiji 3 kilogram.

Sementara itu, pemilik pangkalan, Miskana, membantah jika dikatakan menimbun. Tabung gas yang disimpan di dalam rumah hanyalah titipan warga yang lebih dulu mengantre sejak beberapa hari lalu saat tabung gas masih kosong.

“Kalau dibilang menimbun saya keberatan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Miksana juga menegaskan bahwa penyaluran elpiji yang dilakukannya sudah sesuai ketentuan, termasuk penggunaan kupon bagi warga yang sudah ditetapkan menjadi pelanggannya, serta jatah setiap warga. Namun, masyarakat sendiri yang terkadang lalai mengambil sehingga tabung gas harus tersimpan berhari-hari di rumahnya.

Terlepas hal itu, Miksana tidak menampik kalau harga tabung gas yang dijualnya di atas HET. Namun dia mengaku atas persetujuan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM. “Terus terang kalau harga itu, suami saya yang atur. Tapi bilang Pak Tajuddin (Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM), kalau mau iyalah,” ungkapnya.

Sementara itu, meskipun program subsidi elpiji 3 kilogram dari pemerintah pusat ini sudah berjalan beberapa tahun, namun hingga kemarin masih ditemukan seabrek persoalan. Di Tarakan, penyaluran tabung gas melon ini masih berantakan.

Sangkala, misalnya, kesal karena ia yang termasuk warga RT 2 Kelurahan Karang Anyar Pantai, justru diarahkan membeli tabung gas 3 kilogram di pangkalan yang berada di RT 23 kelurahan yang sama. Padahal, di sekitar RT-nya juga ada pangkalan.

Karena letak rumahnya yang cukup jauh dari pangkalan tempatnya harus mengantre, dia pun terkadang tidak mendapatkan tabung gas setiap datang, karena lebih dulu diambil warga lain.

“Saya sudah sering tidak dapat gas di sini (pangkalan PT Wajo Jaya Indah),” ujarnya.

Dia juga mengaku rela membeli kepada pengecer dengan harga yang lebih mahal hingga Rp 25 ribu per tabung. Padahal, ia termasuk warga kurang mampu. Selain itu, tidak setiap kali membutuhkan gas, ia bisa dapat. Sebab, harganya tekadang lebih mahal lagi jika benar-benar membeli dalam kondisi mendesak. Karena itu pula, terkadang ia tidak memasak. Padahal, ia memiliki istri dan dua anak.

Temuan lain terkait pendistribusian yang tidak teratur adalah tidak berjalannya penyaluran dengan sistem kuota per warga secara maksimal. Sebelumnya, Pemkot Tarakan sudah menetapkan setiap warga untuk kebutuhan perumahan diberi jatah 3 tabung per bulan. Sedangkan untuk pelaku UMKM diberi jatah 9 tabung per bulan.

Hal itu tidak ditampik oleh Kepala Penguatan dan Pengembangan Perdagangan Dinas  Perdaganan Koperasi dan UKM Tarakan Romli. “Inikan kendalinya ada di lurah-lurah, ada di RT. Kami tidak mungkin mengatur sampai sekecil-kecil itu. Intinya sudah ditetapkan UKM itu 9 tabuh per bulan, kemudian rumah tangga 3 tabung,” ujarnya.

Mendengar kondisi ini, anggota Komisi II DPRD Tarakan Rusli Jabba berencana akan membawa persoalan ini dalam hearing bersama warga dan pihak terkait dalam waktu dekat. “Insya Allah dalam waktu dekat akan kami panggil. Nanti kita duduk bersama, semua lurah,  agen, nanti kami panggil. Apalagi dalam waktu dekat ini mau puasa,” ujarnya.

Ia tidak menampik adanya teknis penyaluran yang tidak maksimal. Misal, banyak pangkalan yang melayani juga pengecer. Padahal, setiap pangkalan sudah diatur siapa saja yang menjadi pelanggannya.

Rusli Jabba menegaskan kepada pemerintah untuk menindak tegas pangkalan yang kedapatan nakal. “Kalau perlu dicabut (izinnya), karena sudah ada aturannya. Jangan hanya dibina, kalau perlu dibinasakan,” tegasnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Jumat, 13 April 2018 14:25

Realisasi PBB Masih Minim

TANJUNG SELOR – Realisasinya pajak bumi dan bangunan di triwulan I tahun ini yaitu Rp 109.116.168…

Jumat, 13 April 2018 14:16

BI Klaim Rupiah Beredar hingga Pelosok

TARAKAN – Kalimantan Utara dipilih sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi pilot…

Jumat, 13 April 2018 13:52

Ekspor-Impor Februari Merosot

TANJUNG SELOR – Ekspor dan impor di Kalimantan Utara pada Februari 2018 mencatatkan penurunan.…

Jumat, 13 April 2018 13:47

Kaltara Dapat Dividen Rp 29 M

TANJUNG SELOR – PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim dan Kaltara (Bankaltimtara) berhasil menjaga…

Kamis, 12 April 2018 13:51

OJK Awasi Ketat Kinerja BPR

TARAKAN – Geliat pembangunan di Kalimantan Utara yang terus tumbuh dan berkembang, ikut mendorong…

Kamis, 12 April 2018 13:47

Kejar Target PBB

POTENSI pendapatan yang diperoleh Pemerintah Kota Tarakan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam setahun…

Kamis, 12 April 2018 13:32

Tiongkok Kurangi Impor, HBA Turun

TANJUNG SELOR – Setelah terus mengalami kenaikan sejak tahun lalu, harga batu bara acuan (HBA)…

Selasa, 10 April 2018 11:59

Jumlah Pengusaha Lokal Tergerus

TARAKAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melihat adanya persaingan usaha yang tidak sehat…

Selasa, 10 April 2018 11:15

Elpiji 3 Kg Langka Lagi

TARAKAN – Elpiji 3 kg masih menjadi pilihan banyak warga Tarakan, meski di Bumi Paguntaka –sebutan…

Minggu, 08 April 2018 14:41

Daerah Harus Siapkan Diri

TANJUNG SELOR - Direktur Dana Perimbangan Kementerian Keuangan Putut Hari Satyaka mengatakan, ketika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .