MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Selasa, 10 April 2018 11:15
Elpiji 3 Kg Langka Lagi
LANGKA LAGI: Elpiji 3 kg akhir-akhir ini sulit diperoleh warga Tarakan. Kalaupun ada yang menjual, harganya di atas HET.

PROKAL.CO, TARAKAN – Elpiji 3 kg masih menjadi pilihan banyak warga Tarakan, meski di Bumi Paguntaka –sebutan Tarakan- menjadi salah satu daerah yang masuk program city gas oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Itu karena memang masih ada kawasan yang hingga saat ini belum tersambung jaringan gas rumah tangga. Warga di Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, misalnya. Karena belum teraliri gas alam, warga setempat pun masih mengandalkan elpiji 3 kg.

Namun, sejak beberapa hari belakangan ini warga yang masih mengandalkan elpiji 3 kg merasa kesulitan menemukan elpiji yang disubsidi pemerintah itu. Seperti disampaikan Miah, warga RT 08 Mamburungan yang kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg.

"Waktu itu promosinya mudah mendapatkan elpiji 3 kg, sampai dijadikan iklan di TV pemakaian mudah, mudah didapat dan hemat. Ternyata sekarang susah juga dapatkannya. Yang biasa seminggu sekali, kini hampir 2 minggu baru ada lagi," kesalnya ketika ditemui media ini, kemarin (9/4).

Tak hanya susah mendapatkan, dia juga mengaku membeli elpiji 3 kg di atas harga eceran tertinggi (HET). Yakni, mencapai Rp 40 ribu per tabung. Padahal, HET elpiji di Tarakan hanya Rp 16 ribu.

“Karena terdesak, saya beli aja,” akunya.

Sementara itu, salah seorang penyalur elpiji 3 kg, Rumlah, mengaku bingung elpiji 3 kg akhir-akhir ini sulit didapatkan. “Yang saya tahu, tabung gas datang lalu dijual kepada masyarakat yang memang berhak," singkatnya.

Manager Communications  PT Pertamina Tarakan Alicia Irza, mengaku pasokan elpiji 3 kg telah ditambah, berapa waktu yang lalu. Disebutkan, normal per bulan pasokan elpiji 3 kg sebanyak 94.600 tabung, dan bulan ini dipasok sebanyak 134.000 tabung.

"Peningkatan permintaan alpiji 3 kg ini disebabkan oleh sebagian konsumen jaringan gas alam yang beralih. Dan, temuan di lapangan elpiji 3 kg ini digunakan oleh mereka yang tidak berhak," ujarnya.

Dikatakan, usaha kecil dan menengah tidak lagi masuk kategori masyarakat pengguna elpiji 3 kg. Yang berhak, kata dia, hanya usaha mikro. “Bagi warga yang menemukan praktik kecurangan agen dan pangkalan segera melakukan pengaduan. Kami siap menindaklanjuti,” ujarnya. (*/ade/fen)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 10:07

Produksi Kedelai Akan Ditingkatkan

TANJUNG SELOR – Kebutuhan kedelai masyarakat Bulungan untuk diolah menjadi…

Selasa, 11 Desember 2018 10:06

ADUH..!! Harga Mulai Merangkak Naik

TARAKAN – Harga sejumlah bahan pokok di pasaran mulai merangkak…

Selasa, 11 Desember 2018 09:53

Satgas Pangan Temukan Daging Beku Ilegal

TANJUNG SELOR – Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang terdiri dari…

Senin, 10 Desember 2018 12:56

Pengawasan Bahan Pokok Diperketat

TANJUNG SELOR – Ketersediaan dan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian…

Senin, 10 Desember 2018 12:52

Banyak Wajib Pajak Tak Patuh

TARAKAN – Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Tarakan Fery Choly…

Senin, 10 Desember 2018 12:51

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Wanti-wanti terhadap rencana investasi di Kalimantan Utara,…

Senin, 10 Desember 2018 12:50

Non Pertambangan Kurang Dilirik Eksportir

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara tidak hanya memiliki potensi di…

Senin, 10 Desember 2018 09:57

Infrastruktur Pengaruhi Geliat Ekonomi

TANJUNG SELOR – Salah satu poin di Rencana Pembangunan Jangka…

Minggu, 09 Desember 2018 11:24

Kabupaten dan Kota Diinstruksikan Operasi Pasar

TANJUNG SELOR – Untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang Natal dan…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:37

Oktober, Serapan 61,7 Persen

SERAPAN anggaran Pemkab Bulungan hingga Oktober lalu sebesar Rp 797,7…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .