MANAGED BY:
SENIN
24 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Selasa, 03 April 2018 14:00
Disperindag Temukan Produk Ikan Makarel
SIDAK: Disperindagkop dan UMKM Kaltara sidak di salah satu swalayan di Tanjung Selor, kemarin (2/4).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kasus ikan makarel dalam kemasan kaleng yang mengandung cacing, ditindaklanjuti Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltara dengan inspeksi mendadak (Sidak) ke tiga swalayan di Tanjung Selor, Bulungan, Senin (2/4). 

Hasilnya, di salah satu swalayan di Jalan Sengkawit ditemukan ikan makarel yang masih dijual. Jajaran Disperindagkop sempat bersitegang dengan pihak swalayan. Karena pemeriksaan produk yang dilarang edar dianggap pihak swalayan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop dan UMKM Kaltara Hasriani mengungkapkan, sidak yang dilakukan memang tidak perlu melayangkan surat pemberitahuan kepada pemilik swalayan. Sidak dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap konsumen dan tindak lanjut temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

"Ada kami temukan ikan makarel kaleng yang dilarang beredar masih tetap dijual. Kami hanya berikan teguran dan meminta 2-3 hari produk itu sudah tak dijual lagi," ujarnya. 

Dia juga mengatakan, rata-rata yang dilarang untuk dikonsumsi merupakan ikan makarel. Sementara produk ikan kaleng lain tidak ada masalah diperjualbelikan. Karena staf Disperindagkop sebelumnya telah membeli produk ikan kaleng dan tidak ditemukan mengandung cacing. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bulungan Idewan Budi Santoso menegaskan, mengonsumsi makanan cepat saji dapat menimbulkan berbagai penyakit. Di antaranya jantung, kerusakan hati, diabetes dan penyakit berbahaya lain. 

Meskipun tidak langsung menimbulkan efek penyakit berbahaya, lanjutnya, tapi saat dikonsumsi dampak negatif dalam jangka panjang yang perlu dipikirkan masyarakat. "Produk cepat saji semuanya sudah dites, hanya saja kita perlu cermat memilihnya," imbaunya. 

Dia menyarankan ketika membeli makanan cepat saji ada hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya masa berlaku makanan tersebut, kemasan tidak rusak dan produk yang memang dilarang beredar. 

"Membeli makanan cepat saji harus kita masak ulang sampai benar-benar masak. Seperti ikan makarel mengandung cacing, dari dulu sudah ada," ungkapnya. 

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Tarakan bersama BPOM, juga sidak ke sejumlah tempat perbelanjaan seperti minimarket, kios kecil dan supermarket. Sidak dilakukan berawal dari supermarket yang ada di Jl. Kusuma Bangsa, kemudian menyisiri pusat perbelanjaan yang ada di Jalan Slamet Riyadi dan Yos Sudarso.

Dari sidak tersebut tidak ditemukan produk ikan kaleng yang terindikasi adanya cacing. Namun demikian, pemilik swalayan maupun ditekankan agar tidak menjual produk ikan kaleng yang mengandung cacing.

“Jadi, ada 27 produk ikan kaleng yang diduga mengandung cacing. Untuk itu, sudah kita berikan imbauan kepada pemilik toko," ungkap Romli, Kepala Bidang Penguatan dan Pengembangan Perdagangan Disprindagkop Tarakan.

Sementara itu, Boni, wakil manajer salah satu swalayan mengatakan, setelah mendengar kabar produk ikan kaleng mengandung cacing, pihaknya berkoordinasi dengan distributor untuk menarik produk tersebut dari rak-rak pajangan.

"Kami sudah mendengar kabar heboh tersebut dan langsung ada inisiatif mengambil ikan kaleng. Sebenarnya, yang ditarik itu segala ikan kaleng yang menggunakan ikan makarel, jadi harus bisa dibedakan antara sarden dengan makarel," ungkapnya. (uno/*/ade/fen)


BACA JUGA

Minggu, 23 September 2018 15:13

SLRT Wajib Dibentuk

TANJUNG SELOR - Kementerian Sosial (Kemensos) membangun Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT), guna…

Minggu, 23 September 2018 15:10

Jumlah Guru Masih Minim

TANJUNG SELOR - Sebagai provinsi termuda di Indonesia tentu membutuhkan pendidikan yang baik. Apalagi,…

Sabtu, 22 September 2018 14:23

Persiapan Harus Lebih Matang

KETUA Komisi I DPRD Kalimantan Utara Komarudin, mengingatkan kepada Pemprov Kaltara agar persiapan pendaftaran…

Kamis, 20 September 2018 17:59

Tanpa Sebab, Tahir Dikeroyok Remaja

TANJUNG SELOR - Tak terima dikeroyok remaja, Tahir, 57 tahun, melaporkan penonjokan yang dialaminya…

Kamis, 20 September 2018 17:57

MN Gunakan Ancaman untuk Memuaskan Nafsu

TANJUNG SELOR -  Kasus menyetubuhi putri kandung yang dilakukan MN, 44 tahun, mulai terungkap.…

Kamis, 20 September 2018 16:18

Yohana Dorong Kaltara Jadi Provila

TANJUNG SELOR – Pemahaman perspektif terhadap hak anak memerlukan proses berkesinambungan dari…

Kamis, 20 September 2018 16:15

Satu Bacaleg Tarakan Mundur

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Tarakan siap menetapkan daftar calon tetap (DCT) pemilihan umum legislatif…

Kamis, 20 September 2018 16:12

Tarik Ulur Keputusan Eks Koruptor Daftar Caleg

TANJUNG SELOR - Permohonan uji materi atas Peraturan KPU (PKPU) berkaitan tentang larangan eks narapidana…

Rabu, 19 September 2018 14:56

Tanjung Selor Minim Pohon Peneduh

TANJUNG SELOR – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bulungan mengupayakan…

Rabu, 19 September 2018 14:55

KEJI..!! Bapak Tiduri Putri Kandung selama 3 Tahun

TANJUNG SELOR – MN, 44 tahun, harus merasakan dinginnya tidur di balik jeruji besi Polres Bulungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .