MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Selasa, 03 April 2018 14:00
Disperindag Temukan Produk Ikan Makarel
SIDAK: Disperindagkop dan UMKM Kaltara sidak di salah satu swalayan di Tanjung Selor, kemarin (2/4).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kasus ikan makarel dalam kemasan kaleng yang mengandung cacing, ditindaklanjuti Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltara dengan inspeksi mendadak (Sidak) ke tiga swalayan di Tanjung Selor, Bulungan, Senin (2/4). 

Hasilnya, di salah satu swalayan di Jalan Sengkawit ditemukan ikan makarel yang masih dijual. Jajaran Disperindagkop sempat bersitegang dengan pihak swalayan. Karena pemeriksaan produk yang dilarang edar dianggap pihak swalayan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop dan UMKM Kaltara Hasriani mengungkapkan, sidak yang dilakukan memang tidak perlu melayangkan surat pemberitahuan kepada pemilik swalayan. Sidak dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap konsumen dan tindak lanjut temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

"Ada kami temukan ikan makarel kaleng yang dilarang beredar masih tetap dijual. Kami hanya berikan teguran dan meminta 2-3 hari produk itu sudah tak dijual lagi," ujarnya. 

Dia juga mengatakan, rata-rata yang dilarang untuk dikonsumsi merupakan ikan makarel. Sementara produk ikan kaleng lain tidak ada masalah diperjualbelikan. Karena staf Disperindagkop sebelumnya telah membeli produk ikan kaleng dan tidak ditemukan mengandung cacing. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bulungan Idewan Budi Santoso menegaskan, mengonsumsi makanan cepat saji dapat menimbulkan berbagai penyakit. Di antaranya jantung, kerusakan hati, diabetes dan penyakit berbahaya lain. 

Meskipun tidak langsung menimbulkan efek penyakit berbahaya, lanjutnya, tapi saat dikonsumsi dampak negatif dalam jangka panjang yang perlu dipikirkan masyarakat. "Produk cepat saji semuanya sudah dites, hanya saja kita perlu cermat memilihnya," imbaunya. 

Dia menyarankan ketika membeli makanan cepat saji ada hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya masa berlaku makanan tersebut, kemasan tidak rusak dan produk yang memang dilarang beredar. 

"Membeli makanan cepat saji harus kita masak ulang sampai benar-benar masak. Seperti ikan makarel mengandung cacing, dari dulu sudah ada," ungkapnya. 

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Tarakan bersama BPOM, juga sidak ke sejumlah tempat perbelanjaan seperti minimarket, kios kecil dan supermarket. Sidak dilakukan berawal dari supermarket yang ada di Jl. Kusuma Bangsa, kemudian menyisiri pusat perbelanjaan yang ada di Jalan Slamet Riyadi dan Yos Sudarso.

Dari sidak tersebut tidak ditemukan produk ikan kaleng yang terindikasi adanya cacing. Namun demikian, pemilik swalayan maupun ditekankan agar tidak menjual produk ikan kaleng yang mengandung cacing.

“Jadi, ada 27 produk ikan kaleng yang diduga mengandung cacing. Untuk itu, sudah kita berikan imbauan kepada pemilik toko," ungkap Romli, Kepala Bidang Penguatan dan Pengembangan Perdagangan Disprindagkop Tarakan.

Sementara itu, Boni, wakil manajer salah satu swalayan mengatakan, setelah mendengar kabar produk ikan kaleng mengandung cacing, pihaknya berkoordinasi dengan distributor untuk menarik produk tersebut dari rak-rak pajangan.

"Kami sudah mendengar kabar heboh tersebut dan langsung ada inisiatif mengambil ikan kaleng. Sebenarnya, yang ditarik itu segala ikan kaleng yang menggunakan ikan makarel, jadi harus bisa dibedakan antara sarden dengan makarel," ungkapnya. (uno/*/ade/fen)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 15:38

Jalan Penghubung Tiga Desa Babak Belur

TANJUNG SELOR - Jalan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan…

Jumat, 22 Juni 2018 15:36

Pengemudi Diduga Mengantuk, Mobil Nyungsep ke Dalam Parit

TANJUNG SELOR - Sebuah mobil jenis SUV warna putih yang ditumpangi 5 orang, menyungsep ke dalam…

Jumat, 22 Juni 2018 15:22

DPS Kaltara Capai 426.200 Jiwa, Rekapitulasi Akan Diserahkan ke KPU RI

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara telah melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi…

Kamis, 21 Juni 2018 15:04

36 Sekolah Terapkan PPDB Online

TANJUNG SELOR − Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK digelar serentak pada…

Kamis, 14 Juni 2018 14:24

Polda Siap Amankan Takbir Keliling

TANJUNG SELOR – Hari Raya Idulfitri kemungkinan jatuh pada Jumat (15/6) besok. Maka, kemungkinan…

Rabu, 13 Juni 2018 15:30

Tiga Karyawan Dapat THR di Bawah Upah

TANJUNG SELOR – Laporan terhadap persoalan Tunjangan Hari Raya (THR) di Bulungan terjadi pada…

Rabu, 13 Juni 2018 15:25

Mudik, Kapolda Ingatkan Waspada Kriminalitas

PERAYAAN Idulfitri 1439 Hijriah tersisa dua hari lagi. Sebagian masyarakat di Kaltara pun sudah ada…

Selasa, 12 Juni 2018 15:17

Simpan Senpi, Penjaga Tambak Diciduk

TANJUNG SELOR – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan meringkus seorang…

Selasa, 12 Juni 2018 15:10

Raperda RZWP3K Ngantre di Kemendagri

TANJUNG SELOR – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan…

Selasa, 12 Juni 2018 15:08

Damri Tambah Armada

TANJUNG SELOR – Suasana arus mudik jelang Hari Raya Idulfitri, juga mulai terlihat melalui jalur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .