MANAGED BY:
RABU
15 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 26 Maret 2018 12:52
Warga Juata Laut Tagih Janji Pemkot, Pembangunan TPA Dianggap Mencemari Lingkungan

PROKAL.CO, TARAKAN – Janji Pemkot Tarakan untuk bertanggung jawab terhadap dampak pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah yang baru di RT 13 Kelurahan Juata Laut, diungkit warga setempat.

Aspirasi itu disampaikan kepada anggota DPRD Kaltara yang meninjau ke lokasi TPA pada Jumat (23/3) lalu. Persoalan ini sebenarnya sudah mencuat sejak pertengahan tahun lalu. Dimana dampak dari pembangunan TPA telah mengotori lingkungan perumahan warga dan merusak tanaman.

Karena protes warga sekitar lokasi TPA, proyek pun tidak berjalan lancar. Bahkan, proyek tersebut dihentikan sejak dua bulan lalu. Menurut ketua RT 13, Mathius Pongsibidang, Pemkot Tarakan sudah pernah berjanji untuk bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan. Karena itu, warga menagih janji itu.

“Untuk sementara ini di-stop kurang lebih 2 bulanan. Yang saya tahu selama ini warga komplain. Masalahnya pembayaran kerusakan dampak di sini sama jalan belum ada realisasinya, makanya di-stop,” ungkapnya. 

Sebenarnya, menurut Mathius, pemasangan PDAM menjadi solusi tepat untuk mengatasi persoalan. Karena warga sangat membutuhkan air bersih. Ini juga menjadi kompensasi yang diminta warga dari pembangunan TPA, mengingat warga sudah pasti akan merasakan bau dari sampah-sampah yang bakal menumpuk di lahan itu.

Namun, janji itu belum teralisasi keseluruhan, karena hanya 30 rumah di RT 13 dan 19 saja yang terpasang jaringan PDAM. Padahal, seingatnya Pemkot Tarakan akan memasang di seluruh rumah di dua RT tersebut.

Warga juga semakin kesal karena gagal panen akibat tanaman mereka rusak dampak pembangunan TPA. “Sekarang orang komplain lagi. Ada yang bilang stop, ada yang bilang minta ganti rugi lah. Saya yang bingung ini, maunya seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kaltara Norhayati Andris mengatakan, pihaknya meninjau karena mendapat laporan warga. “Kenapa kami turun? Informasi dari warga dan surat yang ditulis bahwa mereka sudah menyampaikan keluhan ini ke Pemkot Tarakan, dan juga audiensi ke sekda, asisten serta dinas terkait. Tapi mereka belum mendpatkan apa yang diharapkan,” ujar Norhayati.

Dari hasil audiensi dengan warga, ternyata diketahui bahwa sebelum dikerjakan proyek tersebut, warga tidak ada yang mengeluh. Protes baru timbul setelah dilakukan pembangunan karena dampak pencemaran lingkungan dirasakan warga sekitar.

“Di antaranya rumah-rumah sekitar jalan yang ada di sekitar proyek itu ketika hujan menjadi lautan air dan masuk ke dalam rumah. Tanam tumbuh mereka juga habis oleh dampak (pembangunan TPA, Red) ini. Dari peternakan mereka juga mendapatkan dampak seperti itu,” ungkapnya.

Hasil kunjungan ini akan ditindaklanjutinya dengan memanggil pihak terkait untuk mencari solusi. Norhayati berharap ada solusi yang didapat nantinya tanpa ada yang dirugikan. “Kegiatan bisa berjalan dengan baik, warga juga bisa beraktivitas dengan baik,” timpalnya.

Menurutnya, tidak sedikit warga setempat yang bercocok tanam di sekitar lokasi TPA. Dengan kondisi seperti yang dialami warga, maka tidak bisa lagi bercocok tanam lantaran tanah tertimbun pasir.

“Padahal, awalnya mereka bisa bertani di situ dan menjual hasil tanamnya. Sekarang kan tidak bisa,” bebernya.

Secara terpisah, Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan dari Dinas LingkunganHidup (DLH) Kaltara Zulkifli menuturkan, mestinya sebelum dilakukan pembangunan proyek harus ada analisis dampak lingkungan. Namun, ia mengaku bukan kewenangannya.

“Yang berwenang penuh ini sebenarnya di kabupaten dan kota, provinsi hanya mengawasi saja,” ungkap Zulkifli.

Menurutnya, bisa saja proyek ini dihentikan sementara waktu sampai terbit izin amdalnya. Karena jika tidak jelas amdalnya, kata dia, yang timbul seperti yang dirasakan warga saat ini. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Rabu, 15 Agustus 2018 16:10

Sungai Malinau Berubah Warna

MALINAU – Dalam beberapa hari terakhirm Sungai Malinau berubah warna. Air sungai berubah warna…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:05

Cuaca Buruk, Nelayan Dihantam Gelombang

NELAYAN yang kembali ingin melaut, patut waspada. Cuaca di Kalimantan Utara yang kembali kurang bersahabat…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:16

Pemkab Malinau Gelar Sayembara Logo Erau

MALINAU – Untuk memeriahkan pelaksanaan Erau, berbagai persiapan dilakukan Pemkab Malinau. Salah…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:56

Tepis Isu Penghapusan Subsidi Listrik

TARAKAN – Subsidi listrik tepat sasaran bagi rumah tangga tidak mampu, sampai saat ini masih diberlakukan…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:49

Disdikbud Kaltara Tetap Ikuti Aturan PPDB

TARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara tetap mengikuti aturan tentang penerimaan siswa…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:39

Sejumlah Orangtua Tak Mengizinkan Pemberian Iminusasi MR

TARAKAN – Pemberian vaksin imunisasi Measles Rubella (MR), tetap dilakukan di Tarakan. Meski,…

Senin, 13 Agustus 2018 16:20

SKKL Akan Jadi Jalur Utama

TARAKAN – Pembangunan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) oleh PT Telkom, telah rampung dikerjakan.…

Senin, 13 Agustus 2018 16:16

Markas Baru Lantamal Ditempati Tahun Ini

TARAKAN – Markas Komando TNI Angkatan Laut yang dibangun di Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan…

Senin, 13 Agustus 2018 15:59

Parpol di Daerah Mulai Persiapan

TARAKAN – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden telah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan…

Senin, 13 Agustus 2018 14:10

Tertarik Ingin Lihat Kondisi Perbatasan

TARAKAN – Jika biasanya pelajar-pelajar dari daerah yang datang ke Jakarta, kali ini justru siswa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .