MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 26 Maret 2018 12:52
Warga Juata Laut Tagih Janji Pemkot, Pembangunan TPA Dianggap Mencemari Lingkungan

PROKAL.CO, TARAKAN – Janji Pemkot Tarakan untuk bertanggung jawab terhadap dampak pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah yang baru di RT 13 Kelurahan Juata Laut, diungkit warga setempat.

Aspirasi itu disampaikan kepada anggota DPRD Kaltara yang meninjau ke lokasi TPA pada Jumat (23/3) lalu. Persoalan ini sebenarnya sudah mencuat sejak pertengahan tahun lalu. Dimana dampak dari pembangunan TPA telah mengotori lingkungan perumahan warga dan merusak tanaman.

Karena protes warga sekitar lokasi TPA, proyek pun tidak berjalan lancar. Bahkan, proyek tersebut dihentikan sejak dua bulan lalu. Menurut ketua RT 13, Mathius Pongsibidang, Pemkot Tarakan sudah pernah berjanji untuk bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan. Karena itu, warga menagih janji itu.

“Untuk sementara ini di-stop kurang lebih 2 bulanan. Yang saya tahu selama ini warga komplain. Masalahnya pembayaran kerusakan dampak di sini sama jalan belum ada realisasinya, makanya di-stop,” ungkapnya. 

Sebenarnya, menurut Mathius, pemasangan PDAM menjadi solusi tepat untuk mengatasi persoalan. Karena warga sangat membutuhkan air bersih. Ini juga menjadi kompensasi yang diminta warga dari pembangunan TPA, mengingat warga sudah pasti akan merasakan bau dari sampah-sampah yang bakal menumpuk di lahan itu.

Namun, janji itu belum teralisasi keseluruhan, karena hanya 30 rumah di RT 13 dan 19 saja yang terpasang jaringan PDAM. Padahal, seingatnya Pemkot Tarakan akan memasang di seluruh rumah di dua RT tersebut.

Warga juga semakin kesal karena gagal panen akibat tanaman mereka rusak dampak pembangunan TPA. “Sekarang orang komplain lagi. Ada yang bilang stop, ada yang bilang minta ganti rugi lah. Saya yang bingung ini, maunya seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kaltara Norhayati Andris mengatakan, pihaknya meninjau karena mendapat laporan warga. “Kenapa kami turun? Informasi dari warga dan surat yang ditulis bahwa mereka sudah menyampaikan keluhan ini ke Pemkot Tarakan, dan juga audiensi ke sekda, asisten serta dinas terkait. Tapi mereka belum mendpatkan apa yang diharapkan,” ujar Norhayati.

Dari hasil audiensi dengan warga, ternyata diketahui bahwa sebelum dikerjakan proyek tersebut, warga tidak ada yang mengeluh. Protes baru timbul setelah dilakukan pembangunan karena dampak pencemaran lingkungan dirasakan warga sekitar.

“Di antaranya rumah-rumah sekitar jalan yang ada di sekitar proyek itu ketika hujan menjadi lautan air dan masuk ke dalam rumah. Tanam tumbuh mereka juga habis oleh dampak (pembangunan TPA, Red) ini. Dari peternakan mereka juga mendapatkan dampak seperti itu,” ungkapnya.

Hasil kunjungan ini akan ditindaklanjutinya dengan memanggil pihak terkait untuk mencari solusi. Norhayati berharap ada solusi yang didapat nantinya tanpa ada yang dirugikan. “Kegiatan bisa berjalan dengan baik, warga juga bisa beraktivitas dengan baik,” timpalnya.

Menurutnya, tidak sedikit warga setempat yang bercocok tanam di sekitar lokasi TPA. Dengan kondisi seperti yang dialami warga, maka tidak bisa lagi bercocok tanam lantaran tanah tertimbun pasir.

“Padahal, awalnya mereka bisa bertani di situ dan menjual hasil tanamnya. Sekarang kan tidak bisa,” bebernya.

Secara terpisah, Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan dari Dinas LingkunganHidup (DLH) Kaltara Zulkifli menuturkan, mestinya sebelum dilakukan pembangunan proyek harus ada analisis dampak lingkungan. Namun, ia mengaku bukan kewenangannya.

“Yang berwenang penuh ini sebenarnya di kabupaten dan kota, provinsi hanya mengawasi saja,” ungkap Zulkifli.

Menurutnya, bisa saja proyek ini dihentikan sementara waktu sampai terbit izin amdalnya. Karena jika tidak jelas amdalnya, kata dia, yang timbul seperti yang dirasakan warga saat ini. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 14:25

Antisipasi Napi Masuk Tarakan

TARAKAN – Narapidana yang sengaja dilepas saat terjadi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, belum…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:23

Insentif Ketua RT Hanya Cair Tiga Bulan

TARAKAN – Ketua-ketua RT akhirnya bakal menikmati insentif yang belum dibayarkan selama lima bulan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:49

Stiker di Kaca Mobil Ganggu Jarak Pandang

TARAKAN – Kaca mobil, baik angkutan kota maupun mobil pribadi menjadi salah satu media bagi peserta…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:45

APK Bertebaran di Tarakan

TARAKAN – Alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu berupa baliho, mulai menghiasi setiap sudut…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:37

Klaim Tarakan Bebas Kaki Gajah

TARAKAN – Pemberian obat pencegahan missal (POPM) penyakit kaki gajah atau filariasis tidak diwajibkan…

Senin, 15 Oktober 2018 00:15

Organisasi Kepemudaan Membantu

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltara Haerumuddin mengatakan, banyaknya organisasi…

Senin, 15 Oktober 2018 00:14

Gini Nih Jadinya Kalau Termakan Isu Penculikan di Medsos

TARAKAN – Isu penculikan anak yang beredar di media sosial, kembali ditelan mentah-mentah oleh…

Senin, 15 Oktober 2018 00:08

Kepemilikan Identitas Ganda Berkurang

MALINAU - Persoalan identitas kependudukan yang kerap ditemui di wilayah perbatasan Kaltara, terutama…

Senin, 15 Oktober 2018 00:07

Bapas untuk Bimbing Narapidana

TARAKAN – Tidak lama lagi akan berdiri Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Kalimantan Utara. Lokasinya…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:22

Persiapkan Diri untuk Bersaing

NUNUKAN - Pembangunan suatu daerah lebih maju, jika pemangku kepentingan memberikan kontribusi. Termasuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .