MANAGED BY:
SABTU
21 APRIL
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 22 Maret 2018 13:26
Tiga PT Jepang Tertarik TNKM

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Keberadaan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) di Kabupaten Malinau yang merupakan bagian dari Jantung Kalimantan (Heart of Borneo/HoB) menyimpan keanekaragaman hayati bernilai tinggi. Bahkan, itu juga memikat peneliti-peneliti perguruan tinggi dari Jepang.

Pada Senin (19/3) lalu, tim peneliti dari tiga perguruan tinggi Jepang, yakni Waseda University Tokyo, Osaka University, dan Tokyo University, serta Universitas Mulawarman Samarinda melakukan pertemuan dengan Dewan Pembina Pengendali Pengelolaan Kolaboratif (DP3K) TNKM dan Pemkab Malinau. Pertemuan yang dipimpin Sekkab Malinau Hendris Damus itu membahas pengelolaan kolaboratif TNKM dalam kerangka Academic Agreement.

Kepala Balai TNKM Johnny Lagawurin melalui keterangan tertulisnya untuk Bulungan Post menjelaskan, dalam pertemuan itu Profesor Sosiologi Lingkungan dari Waseda University Tokyo, Makoto Inoue memaparkan desain kelembagaan untuk konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia pada wilayah Heart of Borneo dengan menghubungkan realitas lokal dan isu global.

Tujuan spesifiknya adalah menunjukkan pilihan rencana untuk pelembagaan pada model penghidupan dengan tiga manfaat. Yakni, pembangunan lokal yang berkelanjutan sesuai dengan realitas penghidupan lokal, konservasi keanekaragaman hayati, dan mitigasi perubahan iklim.

“Hal ini juga sebagai bentuk kontribusi dalam mempromosikan kesepakatan internasional yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia, Malaysia dan Brunei di Bali pada 12 Februari 2007 untuk melakukan konservasi Jantung Kalimantan (Heart of Borneo Initiative),” terangnya, Rabu (21/3).

Usai pertemuan dengan DP3K dan Pemkab Malinau, tim peneliti yang dipimpin Ketua ULS Perhutanan Sosial (Center for Social Forestry) Universitas Mulawarman Ndan Imang, kemudian membahas mengenai hal-hal teknis terkait survei yang telah dilaksanakan di beberapa desa. Yakni, di Desa Long Alango dan Apauping (Kecamatan Bahau Hulu) dan Desa Long Ketaman (Kecamatan Pujungan).

Ada tiga hal yang menjadi ketertarikan utama para peneliti dari Jepang terhadap taman nasional dengan luas 1,3 juta hektare ini. Yaitu, sosio-ekonomi di kawasan TNKM terhadap masyarakat lokal, potensi ekowisata, dan pengelolaan kolaboratif yang dilaksanakan oleh Balai TNKM.

“Metode penelitian yang dilakukan yakni wawancara dengan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk kepala desa dan ketua adat, serta mengunjungi objek wisata di masing-masing titik,” ungkapnya.

Setelah pertemuan itu, tim peneliti dari Jepang ini selanjutnya akan menemui Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno pada 23 Maret mendatang di Jakarta. Pertemuan tersebut juga akan difasilitasi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (rus/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 11:05

Pelaksanaan MTQ Utamakan Syiar

TARAKAN – Musabaqah Tilawatir Quran (MTQ) tingkat provinsi pada tahun ini akan dilaksanakan di…

Sabtu, 21 April 2018 10:59

Rp 15 M untuk Jaringan Air Bersih

TARAKAN – Selain penambahan sejumlah embung sebagai tempat menampung air yang dikelola Perusahaan…

Sabtu, 21 April 2018 10:55

Waspada, Pelaku Curanmor Keliaran

TARAKAN – Warga harus memastikan bahwa sepeda motor yang diparkir dalam kondisi aman. Setidaknya,…

Jumat, 20 April 2018 14:04

Studio XXI Masih Lama

TARAKAN – Rencana hadirnya Studio XXI di Grand Tarakan Mall (GTM), ditunggu-tunggu warga. Terutama,…

Jumat, 20 April 2018 13:50

DKP Tawarkan 10 Jenis Alat Tangkap

TARAKAN – Jaring milenium ternyata belum sepenuhnya menjadi pilihan utama pengganti pukat hela…

Jumat, 20 April 2018 13:48

Jumlah DPT Pilwali Berkurang

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan menetapkan daftar pemilih pilkada tahun ini melalui rapat…

Jumat, 20 April 2018 13:46

Tiba-Tiba Menghilang, Ditemukan Mengapung

TARAKAN – Ahmad Yani, warga RT 12 Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur yang keberadaannya…

Kamis, 19 April 2018 13:47

Hati-Hati Parkir Sembarangan

TARAKAN – Penertiban terhadap kendaraan yang parkir tidak sesuai tempatnya mulai diberlakukan.…

Kamis, 19 April 2018 13:41

Pengamat Lihat Celah Kebangkrutan

TARAKAN – Akademisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan, Hariyadi Hamid, menilai…

Kamis, 19 April 2018 13:37

Penyaluran BPNT Telah Siap

TARAKAN – Dalam rangka menyukseskan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) kepada warga Tarakan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .