MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 22 Maret 2018 13:26
Tiga PT Jepang Tertarik TNKM

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Keberadaan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) di Kabupaten Malinau yang merupakan bagian dari Jantung Kalimantan (Heart of Borneo/HoB) menyimpan keanekaragaman hayati bernilai tinggi. Bahkan, itu juga memikat peneliti-peneliti perguruan tinggi dari Jepang.

Pada Senin (19/3) lalu, tim peneliti dari tiga perguruan tinggi Jepang, yakni Waseda University Tokyo, Osaka University, dan Tokyo University, serta Universitas Mulawarman Samarinda melakukan pertemuan dengan Dewan Pembina Pengendali Pengelolaan Kolaboratif (DP3K) TNKM dan Pemkab Malinau. Pertemuan yang dipimpin Sekkab Malinau Hendris Damus itu membahas pengelolaan kolaboratif TNKM dalam kerangka Academic Agreement.

Kepala Balai TNKM Johnny Lagawurin melalui keterangan tertulisnya untuk Bulungan Post menjelaskan, dalam pertemuan itu Profesor Sosiologi Lingkungan dari Waseda University Tokyo, Makoto Inoue memaparkan desain kelembagaan untuk konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia pada wilayah Heart of Borneo dengan menghubungkan realitas lokal dan isu global.

Tujuan spesifiknya adalah menunjukkan pilihan rencana untuk pelembagaan pada model penghidupan dengan tiga manfaat. Yakni, pembangunan lokal yang berkelanjutan sesuai dengan realitas penghidupan lokal, konservasi keanekaragaman hayati, dan mitigasi perubahan iklim.

“Hal ini juga sebagai bentuk kontribusi dalam mempromosikan kesepakatan internasional yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia, Malaysia dan Brunei di Bali pada 12 Februari 2007 untuk melakukan konservasi Jantung Kalimantan (Heart of Borneo Initiative),” terangnya, Rabu (21/3).

Usai pertemuan dengan DP3K dan Pemkab Malinau, tim peneliti yang dipimpin Ketua ULS Perhutanan Sosial (Center for Social Forestry) Universitas Mulawarman Ndan Imang, kemudian membahas mengenai hal-hal teknis terkait survei yang telah dilaksanakan di beberapa desa. Yakni, di Desa Long Alango dan Apauping (Kecamatan Bahau Hulu) dan Desa Long Ketaman (Kecamatan Pujungan).

Ada tiga hal yang menjadi ketertarikan utama para peneliti dari Jepang terhadap taman nasional dengan luas 1,3 juta hektare ini. Yaitu, sosio-ekonomi di kawasan TNKM terhadap masyarakat lokal, potensi ekowisata, dan pengelolaan kolaboratif yang dilaksanakan oleh Balai TNKM.

“Metode penelitian yang dilakukan yakni wawancara dengan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk kepala desa dan ketua adat, serta mengunjungi objek wisata di masing-masing titik,” ungkapnya.

Setelah pertemuan itu, tim peneliti dari Jepang ini selanjutnya akan menemui Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno pada 23 Maret mendatang di Jakarta. Pertemuan tersebut juga akan difasilitasi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (rus/fen)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 15:17

TPA Aki Babu Overload

TARAKAN – Persoalan sampah tak kunjung tuntas. Selain karena program tak dijalankan, persoalan…

Kamis, 19 Juli 2018 02:02

Siapkan Produk Unggulan, Diharapkan Beri Dampak Ekonomi

TARAKAN – Selain mempersiapkan pelaksanaan, produk-produk lokal akan dipamerkan pada Rapat Kerja…

Kamis, 19 Juli 2018 01:59

Proyek MYC Dihambat Anggaran

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan era Sofian Raga dan Khaeruddin Arief Hidayat masih punya waktu,…

Kamis, 19 Juli 2018 01:51

Parpol Kesulitan Penuhi Kuota Caleg

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan memastikan telah menerima berkas bakal calon anggota…

Rabu, 18 Juli 2018 14:53

Kotoran Burung “Hiasi” Islamic Center

TARAKAN – Jamaah yang menunaikan ibadah di Masjid Islamic Centre Baitul Izza Tarakan, komplain…

Rabu, 18 Juli 2018 14:38

Ketum PB NU Enggan Jadi Cawapres

KETUA Umum PB Nahdatul Ulama (NU) Said Aqil Siroj, menginjakkan kakinya di Tarakan, Kalimantan Utara,…

Rabu, 18 Juli 2018 14:34

Tiga Ribu Orang Hadiri Rakernas Apeksi

TARAKAN – Listik padam yang terjadi beberapa hari terakhir, membuat Pemerintah Kota Tarakan khawatir…

Rabu, 18 Juli 2018 14:31

PLN Tak Perkirakan Pemadaman

TARAKAN – Listrik padam selama berjam-jam yang kembali melanda kota Tarakan beberapa hari terakhir,…

Selasa, 17 Juli 2018 15:37

Fasilitas Rusak, Program Sampah Semesta Macet

TARAKAN – Sampah memang menjadi permasalahan yang tidak pernah ada habisnya. Sampai saat ini,…

Selasa, 17 Juli 2018 14:32

Listrik Tarakan Kembali Bermasalah

TARAKAN – Masyarakat Bumi Paguntaka -sebutan Tarakan- kembali harus merasakan pemadaman listrik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .