MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 22 Maret 2018 13:26
Tiga PT Jepang Tertarik TNKM

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Keberadaan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) di Kabupaten Malinau yang merupakan bagian dari Jantung Kalimantan (Heart of Borneo/HoB) menyimpan keanekaragaman hayati bernilai tinggi. Bahkan, itu juga memikat peneliti-peneliti perguruan tinggi dari Jepang.

Pada Senin (19/3) lalu, tim peneliti dari tiga perguruan tinggi Jepang, yakni Waseda University Tokyo, Osaka University, dan Tokyo University, serta Universitas Mulawarman Samarinda melakukan pertemuan dengan Dewan Pembina Pengendali Pengelolaan Kolaboratif (DP3K) TNKM dan Pemkab Malinau. Pertemuan yang dipimpin Sekkab Malinau Hendris Damus itu membahas pengelolaan kolaboratif TNKM dalam kerangka Academic Agreement.

Kepala Balai TNKM Johnny Lagawurin melalui keterangan tertulisnya untuk Bulungan Post menjelaskan, dalam pertemuan itu Profesor Sosiologi Lingkungan dari Waseda University Tokyo, Makoto Inoue memaparkan desain kelembagaan untuk konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia pada wilayah Heart of Borneo dengan menghubungkan realitas lokal dan isu global.

Tujuan spesifiknya adalah menunjukkan pilihan rencana untuk pelembagaan pada model penghidupan dengan tiga manfaat. Yakni, pembangunan lokal yang berkelanjutan sesuai dengan realitas penghidupan lokal, konservasi keanekaragaman hayati, dan mitigasi perubahan iklim.

“Hal ini juga sebagai bentuk kontribusi dalam mempromosikan kesepakatan internasional yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia, Malaysia dan Brunei di Bali pada 12 Februari 2007 untuk melakukan konservasi Jantung Kalimantan (Heart of Borneo Initiative),” terangnya, Rabu (21/3).

Usai pertemuan dengan DP3K dan Pemkab Malinau, tim peneliti yang dipimpin Ketua ULS Perhutanan Sosial (Center for Social Forestry) Universitas Mulawarman Ndan Imang, kemudian membahas mengenai hal-hal teknis terkait survei yang telah dilaksanakan di beberapa desa. Yakni, di Desa Long Alango dan Apauping (Kecamatan Bahau Hulu) dan Desa Long Ketaman (Kecamatan Pujungan).

Ada tiga hal yang menjadi ketertarikan utama para peneliti dari Jepang terhadap taman nasional dengan luas 1,3 juta hektare ini. Yaitu, sosio-ekonomi di kawasan TNKM terhadap masyarakat lokal, potensi ekowisata, dan pengelolaan kolaboratif yang dilaksanakan oleh Balai TNKM.

“Metode penelitian yang dilakukan yakni wawancara dengan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk kepala desa dan ketua adat, serta mengunjungi objek wisata di masing-masing titik,” ungkapnya.

Setelah pertemuan itu, tim peneliti dari Jepang ini selanjutnya akan menemui Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno pada 23 Maret mendatang di Jakarta. Pertemuan tersebut juga akan difasilitasi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (rus/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 15:01

Pengawasan WNA Diperketat, Imigrasi Libatkan Camat dan Lurah

TARAKAN – Dalam upaya memaksimalkan pemantauan dan pengawasan terhadap keberadaan warga negara…

Sabtu, 22 September 2018 14:57

TPA Aki Babu Overload, DLH Tarakan Kian Pusing

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan berharap pembangunan TPA baru di Kelurahan Juata…

Sabtu, 22 September 2018 14:54

Algaka Tak Beraturan Akan Ditertibkan

TARAKAN – Menjelang tahapan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg)…

Jumat, 21 September 2018 15:39

Pemkot Belum Serahkan KUA-PPAS

PEMBAHASAN Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Tarakan mestinya sudah…

Kamis, 20 September 2018 16:09

Awasi Penyebaran Berita di Medsos

TARAKAN – Media sosial menjadi salah satu sarana yang diawasi Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan…

Rabu, 19 September 2018 14:26

Hujan Deras, Jalan Jadi Kolam Air

TARAKAN - Cuaca Tarakan saat ini sedang tidak bisa diprediksi. Pasalnya kapan saja hujan deras yang…

Selasa, 18 September 2018 14:49

Terlambat Sampaikan LADK, Parpol Disanksi

MALINAU – Partai-partai politik peserta pemilu tahun depan, tidak hanya harus mempersiapkan berkas…

Selasa, 18 September 2018 14:47

Aksi Bela Rupiah Diwarnai Kericuhan

TARAKAN – Aksi unjuk rasa menyikapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang digelar…

Selasa, 18 September 2018 14:32

Wawali Curigai Anjab Belum Selesai

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan menjadi satu-satunya yang tidak mendapatkan alokasi formasi…

Senin, 17 September 2018 17:34

Security Perusahaan di Berau Alami Kecelakaan

TARAKAN - Nasib malang dialami seorang pekerja di salah satu perusahaan besar di Berau bernama Jepri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .