MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 14 Maret 2018 13:26
KPU Dilema soal Anggaran
Teguh Dwi Subagyo

PROKAL.CO, TARAKAN – Teguran Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Tarakan terkait belum dipasangnya alat peraga kampanye (algaka) pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, diakui Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan Teguh Dwi Subagyo.

Pihaknya belum bisa merealisasikan karena dukungan anggaran dari Pemkot Tarakan belum sesuai harapan. Anggaran, menurutnya, hanya cukup untuk memenuhi kegiatan yang sudah dilaksanakan.

“Sebenarnya (anggaran, Red) dalam proses. Cuma kami masih mengharapkan sisa yang berikutnya dicairkan semua, biar klir,” ujar Teguh, Selasa (14/3).

Dia juga mengungkapkan, akan bertemu lagi dengan Pemkot Tarakan untuk meminta kepastian pencairan anggaran yang tersisa sekira Rp 10,3 miliar, dari total sekitar Rp 13,6 miliar yang ditetapkan.

Pihaknya akan mendesak segera dicairkan anggaran tersisa, mengingat semakin padatnya kegiatan. Bukan hanya terkait tahapan pemilihan kepala daerah, tapi juga sudah mempersiapkan tahapan pemilihan anggota legislatif, baik DPR RI, DPD dan DPRD.

Dengan semakin padatnya kegiatan KPU, pihaknya tidak ingin dipusingkan lagi dengan persoalan anggaran. KPU Tarakan tinggal menyelesaikan tugas-tugas yang sudah menanti. “Harapan kami setelah bulan Maret, bulan April dan selanjutnya kami tidak pikirkan lagi persoalan anggaran. Hanya fokus ke tahapan,” tuturnya.

Persoalan alat peraga kampanye, lanjutnya, sangat erat kaitannya dengan anggaran. Selama belum ada kepastian pencairan anggaran secara keseluruhan, pihaknya juga belum bisa mendistribusikan alat peraga calon.

Karena persoalan anggaran ini pula, pihaknya akan menjelaskan secara detail kepada masing-masing pasangan calon dan tim sukses akan kondisi yang dialami dalam pertemuan di kantor KPU Tarakan yang direncanakan hari ini.

“Artinya, ini kan bukan kemauan kami. Kami sudah berusaha, cuma ya, kalaupun ada anggaran, banyak hak-hak orang lain yang sudah bekerja namun belum dibayar, harus diselesaikan,” ungkapnya.

Menurut Teguh, pihaknya memang sedang dilema terkait anggaran. Sebab, kegiatan KPU Tarakan dalam beberapa bulan ke depan sangat padat dan membutuhkan banyak anggaran. Mulai dari bimbingan teknis untuk persiapan pileg dan keperluan pilkada.

Untuk keperluan pilkada, selain menyiapkan alat peraga kampanye, Maret mendatang, pihaknya juga sudah harus memesan keperluan logistik seperti surat suara, pamflet dan sebagainya. 

Dengan kondisi pencairan yang dilakukan secara bertahap, Teguh khawatir akan berdampak pada persiapan tahapan. Pasalnya, butuh pemikiran jernih untuk mendahulukan keperluan yang harus diprioritaskan. Sementara, bagi pihaknya, semua kegiatan dinilai mendesak untuk dilaksanakan sesuai jadwal.

“Itu bisa kelahi sesama kolektif kolegial dengan sekretariat hanya karena memutuskan itu. Ini kan energi kami terbuang habis untuk hal-hal yang demikian. Dan, semua itu pasti masing-masing divisi punya pemikiran yang logis,” tuturnya.

Di pihak lain, ketua tim sukses salah satu pasangan calon, Mudain tidak mempersoalkan belum dipasangnya alat peraga kampanye pasangan calon. “Biasa saja, karena semuanya sama. Pertama memang (kondisi keuangan Pemkot Tarakan, Red) itu. Yang kedua, memang hampir semua paslon juga merasakan hal yang sama. Tidak ada paslon yang merasa diuntungkan dari tidak dipasangnya alat peraga oleh KPU. Seandainya ada salah satu paslon yang diuntungkan, pasti ada juga paslon yang dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, tim sukses pasangan calon lain, Tigor Nainggolan, juga tidak mempersoalkan belum dipasang alat peraga. “Saya kira soal untung rugi tidak ada masalah. Sekarang dipasang tidak dipasang bagi saya biasa-biasa saja, orang sudah tahu masyarakat Tarakan, bukan di Kota Jakarta ini. Tidak usah gambar pun sudah tahu wajah-wajah (calon) semua,” ujarnya.

Lagi pula, lanjutnya, hingga kemarin KPU Tarakan tidak mencabut alat peraga kampanye yang dipasang pihaknya. Terkecuali jika dicabut, lalu KPU tidak mengganti dengan algaka yang harus disiapkannya, barulah pihaknya mempersoalkan.

Namun, Tigor juga menyayangkan kebijakan KPU Tarakan yang membatasi pemasangan jumlah dan lokasi algaka oleh paslon. Mestinya, kata dia, dengan kondisi keuangan Pemkot saat ini, justru paslon yang mestinya dibebankan memasang algaka sehingga tidak membebani pemerintah termasuk KPU. Jika itu dilakukan, tidak terjadi hal seperti ini. (mrs/fen)


BACA JUGA

Minggu, 23 September 2018 15:14

Jadi Juara Berkat Kegagalan

BAGI sebagian masyarakat, menulis kaligrafi Arab merupakan hal yang sulit dilakukan. Dari huruf per…

Minggu, 23 September 2018 15:11

Rusus Hanya Hunian Sementara, DPKPP Tegaskan Bukan untuk MBR

TARAKAN - Pemerintah pusat membangun Rumah Khusus (rusus) bagi rakyat yang paling membutuhkan. Pembangunan…

Sabtu, 22 September 2018 15:01

Pengawasan WNA Diperketat, Imigrasi Libatkan Camat dan Lurah

TARAKAN – Dalam upaya memaksimalkan pemantauan dan pengawasan terhadap keberadaan warga negara…

Sabtu, 22 September 2018 14:57

TPA Aki Babu Overload, DLH Tarakan Kian Pusing

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan berharap pembangunan TPA baru di Kelurahan Juata…

Sabtu, 22 September 2018 14:54

Algaka Tak Beraturan Akan Ditertibkan

TARAKAN – Menjelang tahapan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg)…

Jumat, 21 September 2018 15:39

Pemkot Belum Serahkan KUA-PPAS

PEMBAHASAN Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Tarakan mestinya sudah…

Kamis, 20 September 2018 16:09

Awasi Penyebaran Berita di Medsos

TARAKAN – Media sosial menjadi salah satu sarana yang diawasi Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan…

Rabu, 19 September 2018 14:26

Hujan Deras, Jalan Jadi Kolam Air

TARAKAN - Cuaca Tarakan saat ini sedang tidak bisa diprediksi. Pasalnya kapan saja hujan deras yang…

Selasa, 18 September 2018 14:49

Terlambat Sampaikan LADK, Parpol Disanksi

MALINAU – Partai-partai politik peserta pemilu tahun depan, tidak hanya harus mempersiapkan berkas…

Selasa, 18 September 2018 14:47

Aksi Bela Rupiah Diwarnai Kericuhan

TARAKAN – Aksi unjuk rasa menyikapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang digelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .