MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 14 Maret 2018 13:02
Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan, Sekkot dan Kepala BPKAD Tak Tahu
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah dibeberkannya hasil penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi atas pengadaan oleh Polres Tarakan, sejumlah pegawai Pemkot Tarakan mulai bertanya-tanya siapa sosok pejabat yang diduga terlibat dalam kasus yang menelan anggaran sekira Rp 2 miliar pada 2015 itu.

Dua pejabat yang sempat ditemui Bulungan Post pada Selasa (13/3), mengaku tidak tahu terkait kasus tersebut. Salah satunya adalah Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan Firmananur. Mantan Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkot Tarakan ini hanya menuturkan bahwa yang dia ketahui hanya adanya sejumlah pegawai yang dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan.

“Kalau yang (dugaan kasus korupsi lahan, Red) itu kan memang ada. Pemeriksaan itu kan pasti masih memeriksa. Ada beberapa PNS (diminta keterangan),” ujar Firmananur.

Terkait lokasi lahan yang menjadi temuan kepolisian, Firmananur juga mengaku tidak mengetahui. Tanggapan serupa juga diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tarakan Arbain.

Arbain dengan tegas mengatakan tidak mengetahui sama sekali proses pengadaan lahan tersebut. Dia baru mengetahui adanya temuan itu dari media dan stafnya. “Dengar-dengar aja, baca di koran. Tapi saya tidak tahu itu. Katanya lahan di Kelurahan Karang Balik. Di koran pun tidak menjelaskan,” ujar Arbain.

Sejauh ini, dia mengaku tidak pernah dipanggil kepolisian untuk memberikan keterangan. Sehingga, ia merasa tidak terlibat di dalamnya. Apalagi, sepengetahuannya pengadaan lahan dilakukan pada 2015 lalu. Dimana ketika itu ia mengaku belum menjabat di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DP2KA). Sekarang BPKAD.  

Sementara itu, sejumlah pejabat lain yang coba dikonfirmasi awak media, sedang melakukan dinas ke luar daerah. Termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat dan para asisten.  

Sebelumnya, pada Senin (13/3), Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tarakan membeberkan hasil penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan yang melibatkan oknum PNS.

“Jadi, untuk lahannya itu ada di sekitaran Jalan Yos Sudarso. Untuk luasannya sekitar di bawah 5 hektare,” beber Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Choirul Jusuf. 

Polres pun terus melengkapi pemeriksaan dengan meminta keterangan sejumlah saksi-saksi. Menurut Choirul, penetapan tersangka baru bisa ditentukan setelah gelar perkara di Polda Kaltim. Dalam kasus ini, Choirul mengaku penyidik sudah meminta keterangan 23 orang, termasuk saksi ahli. Bahkan, kasus dugaan korupsi lahan ini sudah masuk ke tahap sidik.

“Kemungkinan ada dua orang dan kemungkinan bisa lebih. Namun, tergantung dari hasil pemeriksaan karena kata belum ada menetapkan tersangka di Polda nanti,” terangnya.

Dilakukannya gelar perkara di Polda Kaltim, lanjut Cohirul, dimaksudkan agar ada pengawasan langsung dari atasannya demi menghindari kecurigaan terhadap permainan oknum. Hasil gelar perkara juga akan dilaporkan langsung ke Mabes Polri.

Dibeberkan Choirul, kasus ini sudah diselidiki pihaknya sejak 2017 lalu. Berawal dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Saat ditanya alasan dari pengadaan lahan tersebut, pihaknya sendiri masih enggan membeberkannya sebelum adanya penetapan tersangka. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Minggu, 23 September 2018 15:14

Jadi Juara Berkat Kegagalan

BAGI sebagian masyarakat, menulis kaligrafi Arab merupakan hal yang sulit dilakukan. Dari huruf per…

Minggu, 23 September 2018 15:11

Rusus Hanya Hunian Sementara, DPKPP Tegaskan Bukan untuk MBR

TARAKAN - Pemerintah pusat membangun Rumah Khusus (rusus) bagi rakyat yang paling membutuhkan. Pembangunan…

Sabtu, 22 September 2018 15:01

Pengawasan WNA Diperketat, Imigrasi Libatkan Camat dan Lurah

TARAKAN – Dalam upaya memaksimalkan pemantauan dan pengawasan terhadap keberadaan warga negara…

Sabtu, 22 September 2018 14:57

TPA Aki Babu Overload, DLH Tarakan Kian Pusing

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan berharap pembangunan TPA baru di Kelurahan Juata…

Sabtu, 22 September 2018 14:54

Algaka Tak Beraturan Akan Ditertibkan

TARAKAN – Menjelang tahapan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg)…

Jumat, 21 September 2018 15:39

Pemkot Belum Serahkan KUA-PPAS

PEMBAHASAN Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Tarakan mestinya sudah…

Kamis, 20 September 2018 16:09

Awasi Penyebaran Berita di Medsos

TARAKAN – Media sosial menjadi salah satu sarana yang diawasi Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan…

Rabu, 19 September 2018 14:26

Hujan Deras, Jalan Jadi Kolam Air

TARAKAN - Cuaca Tarakan saat ini sedang tidak bisa diprediksi. Pasalnya kapan saja hujan deras yang…

Selasa, 18 September 2018 14:49

Terlambat Sampaikan LADK, Parpol Disanksi

MALINAU – Partai-partai politik peserta pemilu tahun depan, tidak hanya harus mempersiapkan berkas…

Selasa, 18 September 2018 14:47

Aksi Bela Rupiah Diwarnai Kericuhan

TARAKAN – Aksi unjuk rasa menyikapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang digelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .