MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Selasa, 13 Maret 2018 12:45
Warga Tertipu Alat Penghemat Daya Listrik
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Penjualan alat penghemat listrik oleh oknum yang mengatasnamakan petugas atau mitra dari PT PLN, memakan korban. Pasalnya, alat yang dijual ternyata tidak memberikan dampak terhadap pemakaian listrik warga.

Seperti diungkapkan Salamah, warga Simpang Amal, Kelurahan Mamburungan yang mengaku menjadi korban penipuan alat penghemat listrik oleh oknum yang mengatasnamakan petugas PLN. Dia ditawarkan alat penghemat listrik dari harga Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta.

“Namanya kita orang tua kurang informasi, jadi saya beli alat itu. Karena bahasa dari petugasnya juga meyakinkan kalau alat tersebut ampuh untuk menghemat pemakaian listrik,” ujarnya, Senin (12/3).

Namun, setelah digunakannya alat tersebut tidak ada yang berubah pada pemakaian listriknya. Dia mengungkapkan, jika bahasa dari sales yang mengatasnamakan PLN itu seolah-olah menghipnotis hingga membuatnya membeli 2 unit alat tersebut.

“Petugasnya membawa semacam selembaran kertas yang dilaminating, saya kurang tahu pasti isinya bagaimana. Yang jelas, petugasnya bilang ini surat persetujuan dan surat kerja sama dari PLN,” tuturnya.

Anggraini, salah seorang ASN juga menjadi korban penipuan dari penjualan alat penghemat pemakaian daya listrik itu. Ia mengungkapkan, pertama kali membeli ketika baru pulang mengajar, lalu ada seorang pria yang memakai baju putih hitam membawa tas berisi alat-alat tersebut.

“Dia menawarkan alat yang bisa menangkal petir dan mengurangi daya pemakaian listrik sehingga pembayaran bulanan tidak mahal. Selai alat itu, dia juga nawarin air dalam botol, fungsinya jika botolnya disimpan di atas kilometer listrik tidak akan korslet,” ungkapnya.

Dia juga mengaku bahwa oknum tersebut juga membawa kertas yang ditandatangani pihak PLN. Surat itu berisi kontrak kerja sama, serta persetujuan dari PLN untuk menjual alat penghemat daya listrik.

“Saya beli harganya Rp 350.000, tanpa paksaan dari si penjual, karena saya tertipu sama bahasanya dan surat dari PLN,” ujarnya.

Begitu juga dengan Fenty warga Karang Balik yang merupakan mantan karyawan perusahaan tersebut. Fenty mengungkapkan jika upah yang harusnya mereka dapat dari bekerja di perusahan itu belum dibayar. Ia bekerja disana karena ajakan dari teman-temannya. (*/ade/fen)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 10:06

Loh Kenapa Bah...?? Tarakan Dicoret dari Jatah Jargas

TARAKAN – Warga yang belum masuk daftar pemasangan jaringan gas…

Rabu, 12 Desember 2018 09:59

Di Daerah Ini, Pertamini Mulai Menjamur

TARAKAN - Usaha penjualan bahan bakar minyak dengan nama plesetan…

Rabu, 12 Desember 2018 09:56

Rencana Penutupan Lokalisasi, Pemkot Di-deadline hingga Akhir Tahun

TARAKAN – Belum ada tanda-tanda akan ditutupnya lokalisasi di Tarakan,…

Selasa, 11 Desember 2018 10:14

PDAM Tuntut Kerugian Kehilangan Air

TARAKAN – Galian jaringan gas (jargas) rumah tangga yang banyak…

Selasa, 11 Desember 2018 10:01

Mantan Pejabat KTT Dijebloskan ke Rutan

TANJUNG SELOR – Mantan pejabat Pemkab Tana Tidung berinisial M,…

Senin, 10 Desember 2018 12:59

Ular Piton Masuk Permukiman

TARAKAN – Ular piton yang biasa terlihat di RT 18…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:49

Pemkot Akan Godok Regulasi Forum CSR

TARAKAN – Pemerintah Tarakan dinilai berhasil dalam mengnyinergikan antara program…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:43

Pagar Tembok Timpa Pengendara

TARAKAN – Pagar tembok salah satu bangunan di RT 09…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:41

Tunggu Kebijakan Wali Kota Baru

TARAKAN - Peraturan pemerintah tentang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja…

Jumat, 07 Desember 2018 11:01

Program OKE Masuk di APBD 2019

TARAKAN – Pasangan Khairul-Effendhi Djuprianto yang resmi memimpin Tarakan pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .