MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Selasa, 13 Maret 2018 10:54
SOA Penerbangan Perintis Dimulai
DIMULAI: Penerbangan perintis bersubsidi dari Bandara Juwata Tarakan tujuan Long Bawan, kemarin (12/3).

PROKAL.CO, TARAKAN – Penerbangan perintis yang disubsidi pemerintah pusat bisa kembali dinikmati warga perbatasan dan pedalaman mulai Senin (12/3). Penerbangan perdana subsidi ongkos angkut (SOA) penumpang pada tahun ini, dimulai dari Tarakan dengan tujuan Long Bawan.

Kepala Bandara Juwata Tarakan Elfi Amir menungkapkan, untuk tahun ini, penerbangan perintis bersudisi melayani 10 rute, termasuk tujuan Maratua dan Kalimarau. Selain itu, ada Tanjung Selor, Long Layu, Binuan, Long Ampung dan Nunukan.

“Kami harapkan dengan adanya penerbangan perintis ini, mobilisasi dari daerah-daerah ke Tarakan maupun ke tempat yang lain bisa terakomodir,” ujar Elfi Amir, kemarin.

Untuk jadwal penerbangan, Elfi menyebutkan bervariasi. Misal, untuk tujuan Tarakan–Long Bawan dilakukan 4 kali dalam seminggu mulai Senin hingga Kamis. Sedangkan dari Malinau–Long Bawan berangkat Senin, Selasa, Rabu dan Sabtu. Sementara dari Long Bawan–Nunukan dijadwalkan Senin dan Jumat.

Ada juga jadwal penerbangan yang hanya sekali dalam seminggu. Yakni, Malinau–Long Layu dan Binuang–Malinau yang terbang setiap Rabu, serta Tarakan–Maratua dan Kalimarau–Maratua setiap Kamis.

Total ada 2.070 penerbangan subsidi perintis yang akan dilayani Susi Air pada tahun ini. Khusus tujuan Tarakan–Long Bawan ada 184 penerbangan. Susi Air menggunakan pesawat jenis Caravan B-208 dengan kapasitas 12 seat, serta Pilatus kapasitas 7 seat.

Karena warga perbatasan dan pedalaman sudah menunggu lama, penerbangan perdana kemarin, seluruh seat terisi. Bahkan, sudah ada beberapa orang yang masuk daftar tunggu. Penerbangan bersubdisi ini memang menjadi solusi bagi masyarakat pedalaman dan perbatasan, karena harga tiketnya terjangkau.

Sesuai ketetapan pemerintah pusat, beber Elfi, untuk tujuan Long Bawan–Tarakan, misalnya, masyarakat hanya merogoh kocek Rp 435 ribu per orang. Sebaliknya dari Tarakan–Long Bawan hanya Rp 415 ribu. Sementara, bagi warga Kaltara yang ingin menikmati wisata bawah laut di Maratua dan pulau sekitarnya, cukup hanya merogoh kocek Rp 387.100.

Harga itu jauh di bawah standar penebangan perintis yang sebenarnya. Menurut perkiraan Elfi, jika tanpa subsidi masyarakat bisa membayar lebih dari dua kali lipat dari harga subsidi, yakni di atas Rp 1 jutaan. Karena itulah pemerintah memberikan subsidi agar bisa meringankan beban warga pedalaman dan perbatasan.

Dengan dimulainya penerbangan perintis bersubsidi, Elfi optimistis aktivitas penerbangan di Kaltara kembali menggeliat. Sebelumnya, Xpress Air juga sudah memulai penerbangannya menggantikan Kalstar yang sudah tidak beroperasi lagi.

“Mudah-mudahan Tarakan lebih ramai lagi bandaranya. Dan, saya juga punya obsesi mengapa hanya Mas Wings saja yang masuk ke sini. Harusnya dari Indonesia juga ada yang keluar. Dan, kami juga bersama-sama dengan provinsi dan Kota Tarakan bagaimana menarik wisatawan dari China,” ungkapnya.

Sementara itu, Distrik Manajer Susi Tarakan Air Daniel Dwi Ananta menuturkan, dalam penerbangan ini pihaknya memberlakukan skala prioritas bagi masyarakat pedalaman dan perbatasan yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP).

“Sebenarnya, siapa pun kami angkut. Hanya kami memprioritaskan saudara-saudara kita yang diperbatasan. Karena ini kan subsidi diperuntukkan bagi saudara kita di pedalaman kayak Krayan, Long Ampung, dan masyarakat setempat lain. Begitu juga dengan Imigrasi, TNI/Polri di perbatasan untuk pengamanan,” ujar Daniel.

Daniel mengakui minat masyarakat menggunakan penerbangan perintis bersubsidi ini sangat besar. “Untuk satu minggu ini saja sudah full,” imbuhnya.

Untuk melayani seluruh rute penerbangan perintis bersubsidi, pihaknya mengoperasikan 3 unit pesawat jenis Caravan B-208, serta 2 pesawat jenis Pilatus yang melayani Malinau–Binuan dan Malinau–Long Layu. (mrs/fen)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 15:39

Pemkot Belum Serahkan KUA-PPAS

PEMBAHASAN Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Tarakan mestinya sudah…

Kamis, 20 September 2018 16:09

Awasi Penyebaran Berita di Medsos

TARAKAN – Media sosial menjadi salah satu sarana yang diawasi Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan…

Rabu, 19 September 2018 14:26

Hujan Deras, Jalan Jadi Kolam Air

TARAKAN - Cuaca Tarakan saat ini sedang tidak bisa diprediksi. Pasalnya kapan saja hujan deras yang…

Selasa, 18 September 2018 14:49

Terlambat Sampaikan LADK, Parpol Disanksi

MALINAU – Partai-partai politik peserta pemilu tahun depan, tidak hanya harus mempersiapkan berkas…

Selasa, 18 September 2018 14:47

Aksi Bela Rupiah Diwarnai Kericuhan

TARAKAN – Aksi unjuk rasa menyikapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang digelar…

Selasa, 18 September 2018 14:32

Wawali Curigai Anjab Belum Selesai

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan menjadi satu-satunya yang tidak mendapatkan alokasi formasi…

Senin, 17 September 2018 17:34

Security Perusahaan di Berau Alami Kecelakaan

TARAKAN - Nasib malang dialami seorang pekerja di salah satu perusahaan besar di Berau bernama Jepri…

Senin, 17 September 2018 17:31

Polisi Serahkan Berkas ke Kejaksaan

TARAKAN - Juli lalu masyarakat Tarakan dihebohkan dengan pembongkaran makam bayi yang dilakukan oleh…

Senin, 17 September 2018 17:29

Jaga Fasilitas Transportasi

MALINAU - Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau, bersama dengan Unit Pengelola Bandara Robert Atty Bessing…

Senin, 17 September 2018 17:15

Pembahasan APBD-P 2018 Tarakan Terancam Molor

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan hingga saat ini belum menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .