MANAGED BY:
SENIN
25 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Selasa, 13 Maret 2018 10:54
SOA Penerbangan Perintis Dimulai
DIMULAI: Penerbangan perintis bersubsidi dari Bandara Juwata Tarakan tujuan Long Bawan, kemarin (12/3).

PROKAL.CO, TARAKAN – Penerbangan perintis yang disubsidi pemerintah pusat bisa kembali dinikmati warga perbatasan dan pedalaman mulai Senin (12/3). Penerbangan perdana subsidi ongkos angkut (SOA) penumpang pada tahun ini, dimulai dari Tarakan dengan tujuan Long Bawan.

Kepala Bandara Juwata Tarakan Elfi Amir menungkapkan, untuk tahun ini, penerbangan perintis bersudisi melayani 10 rute, termasuk tujuan Maratua dan Kalimarau. Selain itu, ada Tanjung Selor, Long Layu, Binuan, Long Ampung dan Nunukan.

“Kami harapkan dengan adanya penerbangan perintis ini, mobilisasi dari daerah-daerah ke Tarakan maupun ke tempat yang lain bisa terakomodir,” ujar Elfi Amir, kemarin.

Untuk jadwal penerbangan, Elfi menyebutkan bervariasi. Misal, untuk tujuan Tarakan–Long Bawan dilakukan 4 kali dalam seminggu mulai Senin hingga Kamis. Sedangkan dari Malinau–Long Bawan berangkat Senin, Selasa, Rabu dan Sabtu. Sementara dari Long Bawan–Nunukan dijadwalkan Senin dan Jumat.

Ada juga jadwal penerbangan yang hanya sekali dalam seminggu. Yakni, Malinau–Long Layu dan Binuang–Malinau yang terbang setiap Rabu, serta Tarakan–Maratua dan Kalimarau–Maratua setiap Kamis.

Total ada 2.070 penerbangan subsidi perintis yang akan dilayani Susi Air pada tahun ini. Khusus tujuan Tarakan–Long Bawan ada 184 penerbangan. Susi Air menggunakan pesawat jenis Caravan B-208 dengan kapasitas 12 seat, serta Pilatus kapasitas 7 seat.

Karena warga perbatasan dan pedalaman sudah menunggu lama, penerbangan perdana kemarin, seluruh seat terisi. Bahkan, sudah ada beberapa orang yang masuk daftar tunggu. Penerbangan bersubdisi ini memang menjadi solusi bagi masyarakat pedalaman dan perbatasan, karena harga tiketnya terjangkau.

Sesuai ketetapan pemerintah pusat, beber Elfi, untuk tujuan Long Bawan–Tarakan, misalnya, masyarakat hanya merogoh kocek Rp 435 ribu per orang. Sebaliknya dari Tarakan–Long Bawan hanya Rp 415 ribu. Sementara, bagi warga Kaltara yang ingin menikmati wisata bawah laut di Maratua dan pulau sekitarnya, cukup hanya merogoh kocek Rp 387.100.

Harga itu jauh di bawah standar penebangan perintis yang sebenarnya. Menurut perkiraan Elfi, jika tanpa subsidi masyarakat bisa membayar lebih dari dua kali lipat dari harga subsidi, yakni di atas Rp 1 jutaan. Karena itulah pemerintah memberikan subsidi agar bisa meringankan beban warga pedalaman dan perbatasan.

Dengan dimulainya penerbangan perintis bersubsidi, Elfi optimistis aktivitas penerbangan di Kaltara kembali menggeliat. Sebelumnya, Xpress Air juga sudah memulai penerbangannya menggantikan Kalstar yang sudah tidak beroperasi lagi.

“Mudah-mudahan Tarakan lebih ramai lagi bandaranya. Dan, saya juga punya obsesi mengapa hanya Mas Wings saja yang masuk ke sini. Harusnya dari Indonesia juga ada yang keluar. Dan, kami juga bersama-sama dengan provinsi dan Kota Tarakan bagaimana menarik wisatawan dari China,” ungkapnya.

Sementara itu, Distrik Manajer Susi Tarakan Air Daniel Dwi Ananta menuturkan, dalam penerbangan ini pihaknya memberlakukan skala prioritas bagi masyarakat pedalaman dan perbatasan yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP).

“Sebenarnya, siapa pun kami angkut. Hanya kami memprioritaskan saudara-saudara kita yang diperbatasan. Karena ini kan subsidi diperuntukkan bagi saudara kita di pedalaman kayak Krayan, Long Ampung, dan masyarakat setempat lain. Begitu juga dengan Imigrasi, TNI/Polri di perbatasan untuk pengamanan,” ujar Daniel.

Daniel mengakui minat masyarakat menggunakan penerbangan perintis bersubsidi ini sangat besar. “Untuk satu minggu ini saja sudah full,” imbuhnya.

Untuk melayani seluruh rute penerbangan perintis bersubsidi, pihaknya mengoperasikan 3 unit pesawat jenis Caravan B-208, serta 2 pesawat jenis Pilatus yang melayani Malinau–Binuan dan Malinau–Long Layu. (mrs/fen)


BACA JUGA

Minggu, 24 Juni 2018 14:40
Soal Keterlibatan Ketua RT dalam Politik Praktis

Pemkot dan Panwaslu Beda Pandangan

TARAKAN — Menyusul terjeratnya sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dalam praktik politik praktis,…

Minggu, 24 Juni 2018 14:34

Sejumlah TPS Rawan Pelanggaran, Keamanan Pilkada Semakin Diperketat

TARAKAN — Kepolisian Resor (Polres) Tarakan mendapatkan bantuan tambahan pengamanan dari Tentara…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:47

BISANYA TUH NAH..!! Terduga Money Politic Menghilang

MENJELANG pesta demokrasi di Kota Tarakan berbagai macam cara dilakukan oleh oknum-oknum yang ingin…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:44

Cegah Serangan Fajar, Panwaslu Lakukan Pengawasan Siang dan Malam

TARAKAN — Praktek bagi-bagi uang atau yang istilah kerennya“serangan fajar” menjadi…

Jumat, 22 Juni 2018 15:43

Ribuan Massa Hadiri Kampanye Akbar Pasangan OKE

TARAKAN – Rapat umum terbuka atau kampanye akbar pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota…

Jumat, 22 Juni 2018 15:40

Kenakalan Remaja Bikin Resah

TARAKAN – Keluhan masyarakat terkait maraknya kelompok remaja yang melakukan balap liar di malam…

Jumat, 22 Juni 2018 15:30

Ratusan Warga Serbu Kantor Disdukcapil

WAKTU libur yang panjang bagi aparatur sipil negara (ASN), membuat pelayanan sempat terhenti. Akibatnya,…

Jumat, 22 Juni 2018 15:08

Pemkot Tarakan Bersikap Tegas, Beri Sanksi Dua ASN Terlibat Politik

TARAKAN - Hari pertama masuk kerja pascacuti bersama, Kamis (21/6), Pemerintah Kota Tarakan langsung  menjatuhkan…

Kamis, 21 Juni 2018 15:13

Jalan di Perumahan PNS Rusak

TARAKAN – Pekerjaan rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terutama soal infrastruktur masih…

Kamis, 21 Juni 2018 15:12

Pajak Tiket Bioskop Dipatok 35 Persen

TARAKAN – Beroperasinya bioskop XXI pascalibur Lebaran, terancam batal. Padahal, masyarakat Bumi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .