MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 12 Maret 2018 12:33
Kembalikan Kejayaan Kakao Sebatik
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara menginginkan Sebatik, Kabupaten Nunukan bisa kembali berjaya sebagai sentra produksi kakao di provinsi ke-34 ini.

Saat ini, luasan kebun kakao di Sebatik terus mengalami penyusutan. Dari luasan sekitar 8 ribu hektare pada 2000 lalu, hanya tersisa sekitar 2-3 ribu hektare saja.

Kepala DPKP Kaltara Andi Santiaji mengatakan, kakao pernah menjadi primadona bagi masyarakat di Sebatik. Bahkan, banyak yang berminat terhadap kakao produksi dari Sebatik. Termasuk Malaysia juga mengambil kakao Sebatik.

“Kami ingin mengembalikan kejayaan kakao di Sebatik,” ujar Santiaji, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, juga bakal memberikan perhatian khusus kepada petani kakao di Sebatik. Di antaranya dengan memberikan bantuan-bantuan kepada petani kakao agar produksinya bisa semakin meningkat. Selain itu, juga memberikan pembinaan kepada petani untuk kembali menggeluti kakao. Sebab, Sebatik tetap merupakan sentra produksi kakao dibandingkan daerah lain di Kaltara.

“Kakao ini ada juga di Malinau, Bulungan dan Tana Tidung. Namun, hasilnya tidak terlalu besar. Tapi, sentranya tetap di Nunukan, di Sebatik,” ungkapnya.

Menurunnya luasan perkebunan kakao di Sebatik terjadi karena para petani lebih tertarik mengubah kebun mereka dengan tanaman sawit yang lebih bernilai ekonomis. Menyusutnya luasan kebun kakao di Sebatik juga disebabkan harga kakao yang murah, serta para petani kesulitan menjual hasil kebun kakao mereka.

Selain ongkos transportasi yang mahal untuk menjualnya ke Sulawesi dan Surabaya, juga belum ada pedagang yang mau menampung kakao mereka. Para petani kakao di Sebatik hanya bisa menjual hasil kebun mereka ke Kota Tawau di Malaysia dengan harga murah.

Untuk diketahui, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menetapkan Desa Sei Limau di Kecamatan Sebatik Tengah sebagai Desa Wisata Kakao. Hal itu diharapkan agar harga kakao di tingkat petani bisa meningkat. Desa Sei Limau sendiri memiliki perkebunan kakao dengan luas lahan sekitar 300 hektare. (rus/fen)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 10:07

Produksi Kedelai Akan Ditingkatkan

TANJUNG SELOR – Kebutuhan kedelai masyarakat Bulungan untuk diolah menjadi…

Selasa, 11 Desember 2018 10:06

ADUH..!! Harga Mulai Merangkak Naik

TARAKAN – Harga sejumlah bahan pokok di pasaran mulai merangkak…

Selasa, 11 Desember 2018 09:53

Satgas Pangan Temukan Daging Beku Ilegal

TANJUNG SELOR – Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang terdiri dari…

Senin, 10 Desember 2018 12:56

Pengawasan Bahan Pokok Diperketat

TANJUNG SELOR – Ketersediaan dan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian…

Senin, 10 Desember 2018 12:52

Banyak Wajib Pajak Tak Patuh

TARAKAN – Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Tarakan Fery Choly…

Senin, 10 Desember 2018 12:51

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Wanti-wanti terhadap rencana investasi di Kalimantan Utara,…

Senin, 10 Desember 2018 12:50

Non Pertambangan Kurang Dilirik Eksportir

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara tidak hanya memiliki potensi di…

Senin, 10 Desember 2018 09:57

Infrastruktur Pengaruhi Geliat Ekonomi

TANJUNG SELOR – Salah satu poin di Rencana Pembangunan Jangka…

Minggu, 09 Desember 2018 11:24

Kabupaten dan Kota Diinstruksikan Operasi Pasar

TANJUNG SELOR – Untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang Natal dan…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:37

Oktober, Serapan 61,7 Persen

SERAPAN anggaran Pemkab Bulungan hingga Oktober lalu sebesar Rp 797,7…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .