MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 11 Maret 2018 13:44
Kontribusi Perusahaan Tambang Dipertanyakan

Zainuddin: Harus Demo Baru Diperhatikan

MINIM KONTRIBUSI: Kondisi jalan di Desa Apung menjadi salah satu keluhan masyarakat terhadap perusahaan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pemerintah Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan mengeluhkan keberadaan perusahaan pertambangan di wilayah tersebut yang kurang berkontribusi terhadap masyarakat desa.

Pasalnya, perusahaan dinilai kurang memberikan bantuan kepada masyarakat sejak beroperasi sekitar enam tahun lalu. Padahal, Desa Apung merupakan desa yang masuk ring satu daerah operasi perusahaan pertambangan.

Menurut Kepala Desa Apung Zainuddin, ada beberapa hal yang menjadi keluhan masyarakatnya. Antara lain kerusakan jalan, air bersih, kesehatan hingga pendidikan. Dia mengakui selama ini, perusahaan sudah memberikan bantuan kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat. Namun hanya seadanya, belum maksimal.

Kegiatan pertambangan perusahaan yang menghasilkan debu, juga dirasakan cukup mengganggu masyarakat. Pasalnya, sebagai desa terdekat dengan daerah tambang, debu yang dihasilkan ikut berdampak pada air bersih yang ditampung warga.

Desa yang dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK) di Satuan Permukiman (SP) VI dan 400 KK di SP V ini, kata Zainuddin, kebutuhan air bersihnya sebagian besar mengandalkan tadah hujan.

Hal itu terjadi karena belum beroperasinya instalasi pengolahan air (IPA) yang ada di daerah tersebut. Selain itu, tidak ada air bersih yang diberikan oleh pihak perusahaan. “Tidak ada niat baik dari perusahaan soal air bersih ini. Banyak masyarakat mengeluh soal debu, karena jarak dari tambang hanya sekitar 1 kilometer. 75 persen masyarakat kami memanfaatkan tadah hujan untuk kebutuhan air bersih,” ungkap Zainuddin yang dijumpai di kediamannya di SP VI, Sabtu (10/3).

Soal air bersih ini, dia mengungkapkan, masyarakat terus berteriak kepada perusahaan. Sebab, di awal perusahaan beroperasi, kata dia, ada penyampaian soal air bersih, namun hingga saat ini tidak ada realisasi.

Operasional perusahaan juga berdampak pada kerusakan jalan desa. Dia mengatakan, kendaraan perusahaan sudah biasa lalu lalang di jalan desa, bahkan hingga jalan tersebut rusak. Akan tetapi, tidak ada upaya dari perusahaan untuk melakukan perbaikan maupun membantu pemerintah desa meningkatkan jalan.

“Jalanan diperbaiki oleh perusahaan kalau warga melakukan demo. Tapi, tidak ada niat dari perusahaan untuk membantu kalau tidak ada aksi dulu dari warga. Warga inginnya perusahaan membuat jalan sendiri karena ini kan jalannya masyarakat tapi digunakan oleh mereka. Harusnya mereka juga ikut memelihara dengan baik,” jelasnya.

Soal bantuan kesehatan kepada masyarakat, menurutnya, juga masih belum maksimal. Yang aneh, lanjut Zainuddin, adalah bahasa perusahaan terkait bantuan pendidikan untuk masyarakat. Dia menyebut, bantuan pendidikan yang diberikan lebih banyak untuk masyarakat yang bersedia melepaskan lahan ke perusahaan. Warga bersedia menjual lahannya untuk kegiatan penambangan perusahaan asalkan anaknya bisa dibantu biaya pendidikan.

“Ya, memang ada bantuan untuk anak-anak umumnya yang berprestasi, tapi ya apa adanya, belum maksimal,” bebernya.

Hal lain yang sempat menjadi keluhan masyarakat adalah penyerapan warga desa untuk bekerja di perusahaan. Dia mengatakan, warga desa sempat kesulitan jika ingin mendaftar pekerjaan di perusahaan tersebut. Namun, dalam setahun terakhir, warga lebih dipermudah jika mendaftar kerja di perusahaan. (rus/fen)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 09:53

GIMANA NIH..!! Penyaluran Dana Desa Tersendat di Kabupaten

PENYALURAN dana desa tahap ketiga ke rekening kas umum daerah…

Rabu, 12 Desember 2018 09:52

Dana Transfer Naik Rp 514 M

JAKARTA – Kabar gembira bagi masyarakat Kalimantan Utara. Pasalnya, provinsi…

Selasa, 11 Desember 2018 10:08

Diskominfo Kejar Target Nasional

TANJUNG SELOR – Pemerintah menargetkan pada 2020 mendatang tidak ada…

Selasa, 11 Desember 2018 10:02

Pemprov Raih Predikat Kepatuhan Tinggi

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kaltara menerima penghargaan anugerah predikat kepatuhan…

Senin, 10 Desember 2018 09:58

Sembilan Kali Penyelundupan Kepiting Digagalkan

TANJUNG SELOR – Bisnis ilegal kepiting bertelur, masih sulit dihentikan.…

Minggu, 09 Desember 2018 11:32

Sembilan Titik Rawan Laka

TANJUNG SELOR – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara memetakan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:07

Dua OPD Pemprov Naik Status

TANJUNG SELOR – Terjadi perubahan tipe organisasi perangkat daerah (OPD)…

Minggu, 09 Desember 2018 11:05

Sembilan Peserta SKB Tak Hadir

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Pemprov…

Minggu, 09 Desember 2018 11:03

Kaltara Di-deadline 14 Desember

TANJUNG SELOR – Pembahasan APBD Kaltara 2019 telah difasilitasi Direktorat…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:35

Intensitas Hujan Masih Normal

INTENSITAS hujan di Bulungan terus mengalami peningkatan. Namun, menurut data…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .