MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Sabtu, 10 Maret 2018 14:10
Isi Elpiji 3 Kg Dikeluhkan, Dewan Sarankan Kembalikan ke Pangkalan

PROKAL.CO, TARAKAN – Tabung elpiji 3 kilogram sudah beredar cukup lama di Tarakan. Namun, masih saja ada masyarakat yang mengeluhkan terkait pemanfaatan tabung melon itu.

Jika sebelumnya persoalan yang muncul menyangkut harga penjualan hingga pendistribusian, kali ini terkait isi tabung gas yang dinilai tidak penuh karena diduga oplosan.

Keluhan itu diungkapkan Expansiah Fitriani melalui media sosial Facebook di grup PeDuli Kota Tarakan (PDKT). Ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Sesanip, tepatnya di depan SMKN 2 Tarakan itu mengaku elpiji 3 kilogram yang baru ia beli isinya tidak penuh.

“Parah ni ya penyuplai gas 3 kg. Baru buka segel kok isinya cuma segini aja gak ada setengah. Masih ada permainan ni gas di oplos-oplos gak kaya kau makan uang orang susah,” tulisnya.

Dikonfirmasi langsung kebenaran berita itu, Expansiah membenarkannya. Bahkan, hal itu sudah ia alami beberapa kali dengan membeli di agen yang sama.

“Aku belinya di Pasir Putih sini, di dekat STM (SMKN 2). Aku belinya Rp 20 ribu isi ulang. Biasanya kalau beli, kan tutupan gasnya di kepala biasanya menunjukkan angka 50 atau 60 kalau penuh. Ini sudah keempat apa kelima (membelinya), tidak sampai 30 angkanya. Padahal, masih bersegel,” ungkapnya ketika dihubungi awak media ini, Jumat (9/3).

Dia pun mengaku terpaksa membeli di agen tersebut, karena satu-satunya agen di wilayahnya. Sedangkan jika harus membeli ke agen lain, memakan waktu dan jarak tempuh yang lebih jauh.

Menurutnya, ingin mengembalikan ketika mengetahui isi tabung tidak penuh. Namun, karena ia memilih sendiri dan telah membuka segelnya, ia pun mengurungkan niat mengembalikan. Dia juga mengaku sudah menanyakan kepada agen tersebut terkait kekurangan isi tabung yang dijual, namun tidak mendapat jawaban pasti.

“Kalau saya kembali tanya, mereka pasti bilang tidak tahu, dari sananya, di sini kami cuma tempat penampungnya,” bebernya.

Expansiah Fitri juga enggan menanyakan ke tetangganya, karena sepengatahuannya hanya dia saja di daerahnya yang menggunakan elpiji 3 kilogram. Sedangkan tetangganya menggunakan kompor minyak. 

Dengan kejadian ini, Expansiah merasa dirugikan. Karena biasanya jika menggunakan tabung isi penuh, bisa dimanfaatkan hingga dua minggu pemakaian.

Namun, dengan kondisi tabung yang ia dapatkan sekarang, hanya seminggu digunakan sudah habis. Itu pun hanya digunakan untuk memasak nasi dan sayur.

Menanggapi keluhan warga, Ketua Komisi II DPRD Tarakan Adnan Hasan Galoeng mengungkapkan, kondisi ini sebenarnya sudah sering ia dengar dari warga. Ia menduga bukan karena unsur kesengajaan dari pangkalan maupun agen, melainkan faktor non teknis saat pendistribusian mulai dari pengiriman sampai ke agen.

“Ini memang bukan barang baru. Apalagi barang tersebut sistem pendistribusiannya cukup jauh dari Balikpapan. Dari SPBBG (stasiun pengisian bahan bakar gas) ke Pertamina, lalu ke pengapalan menuju Tarakan. Sistem pembongkaran dan lain-lain, bisa saja terjadi kerusakan, kebocoran dan sebagainya. Jadi, tidak ada unsur kesengajaan,” ujarnya.

Kalau memang ada kecurigaan dari warga akan adanya permainan, ia memperkirakan hal itu kecil kemungkinan terjadi. Meski demikian, ia berharap masyarakat lebih pandai mencermati pembelian elpiji 3 kilogram.

“Kalau ada merasa bahwa tidak sesuai, ya ditukarkan saja ke pangkalan, nanti pangkalan mengembalikan ke agen, agen mengembalikan ke Pertamina. Dan, agen wajar menerima,” ujarnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Senin, 10 September 2018 15:09

Rp 100 Miliar untuk Pelaku Usaha

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Perindustrian perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindakop dan UKM)…

Senin, 10 September 2018 15:04

Sulit Tentukan HET Daging Ayam

TANJUNG SELOR – Belum adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) ayam, jadi celah pedegang menetapkan…

Senin, 10 September 2018 15:03

Ongkos Angkut Disetarakan Harga dengan SOA

DINAS Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kaltara tengah menyusun rancangan…

Senin, 10 September 2018 14:48

Harga Masih Anjlok

MESKI kurs dolar menguat dan diprediksi sebagian pengamat ekonomi lokal, bakal berdampak positif terhadap…

Senin, 10 September 2018 14:46

Produksi Tambak Udang Masih Jauh dari Harapan

TARAKAN – Potensi budidaya tambak diharapkan mampu bersaing menjadi salah satu sektor yang membangkitkan…

Jumat, 07 September 2018 14:21

Berhemat, Solusi Hadapi Melemahnya Rupiah

NILAI tukar rupiah yang mencapai Rp 15 ribu per USD 1, membuat masyarakat kian panik. Namun, kenaikan…

Jumat, 07 September 2018 14:17

Dolar Naik, Momentum Genjot Ekspor

TARAKAN – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto bersyukur,…

Kamis, 06 September 2018 17:27

Budidaya Rumput Laut Perlu Diatur

BUDIDAYA rumput laut di Kaltara cukup menjanjikan. Beberapa petani rumput laut, baik di Tarakan maupun…

Kamis, 06 September 2018 17:21

Agustus, Tarakan Alami Deflasi

TARAKAN – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam mengendalikan inflasi, masih terjaga.…

Kamis, 06 September 2018 17:16

Dolar Melonjak, Hindari Belanja Barang Impor

TARAKAN - Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika yang mencapai puncaknya dalam dua hari terakhir,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .