MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 09 Maret 2018 14:34
Defisit Berdampak ke Pertumbuhan Ekonomi
Maibu B Sugiharto

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan mencatat pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan yang tidak signifikan. Kondisi ini dipengaruhi defisit anggaran sejak 2016.

Kepala BPS Bulungan Maibu B Sugiharto mengatakan, menurunnya keuangan daerah secara tidak langsung memengaruhi sektor yang memiliki ketergantungan terhadap APBD. Di antaranya pembangunan infrastruktur.

“Perhitungan pertumbuhan ekonomi di Bulungan dapat dilihat dari beberapa sektor. Di antaranya pertanian, pertambangan, konstruksi dan jasa. Secara keseluruhan pada 2016 lalu mengalami kenaikan 2,7 persen, untuk 2017 BPS masih melakukan perhitungan,” ujarnya, Kamis (8/3).

Dijelaskan, berdasarkan hasil pendaftaran Sensus Ekonomi 2016 tercatat 11.031 perusahaan non pertanian yang dikelompokkan dalam 15 kategori lapangan usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2015. Bila dibedakan menurut skala usaha, yakni 10.813 perusahaan (98,02 persen) berskala usaha mikro kecil (UMK) dan 218 perusahaan (1,98 persen) berskala usaha menengah besar (UMB).

Perusahaan menurut lapangan usaha berdasarkan data pihaknya, didominasi oleh perdagangan besar eceran dan reparasi kendaraan bermotor 5.472 (49,61 persen) dari seluruh usaha yang ada di Kabupaten Bulungan.

“Hampir di setiap daerah pertumbuhan ekonomi sektor pertambangan dan penggalian masih berpengaruh besar, kemudian disusul sektor pertanian yang memiliki peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Bulungan,” ujarnya.

Selain masih adanya ketersediaan lahan, pihaknya juga melihat sektor pertanian pun dapat menyerap tenaga kerja lokal. Saat ini, kata dia, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada 2016 lalu mengalami kenaikan, yakni 18,06 persen dibanding tahun sebelumnya, disusul industri pengolahan 14,35 persen dan konstruksi 10 persen.

Untuk sektor jasa dan pelayanan di Tanjung selor, pihaknya juga melihat memiliki peluang besar untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD). Namun, Pemkab harus mampu berinovasi.

“Untuk sektor jasa, perdagangan, restoran dan akomodasi memiliki peluang besar untuk menambah PAD. Di Tanjung Selor pertumbuhannya mencapai 7,51 persen, kondisi ini disebabkan statusnya yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian,” ungkapnya. (*/isa/fen)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 10:07

Produksi Kedelai Akan Ditingkatkan

TANJUNG SELOR – Kebutuhan kedelai masyarakat Bulungan untuk diolah menjadi…

Selasa, 11 Desember 2018 10:06

ADUH..!! Harga Mulai Merangkak Naik

TARAKAN – Harga sejumlah bahan pokok di pasaran mulai merangkak…

Selasa, 11 Desember 2018 09:53

Satgas Pangan Temukan Daging Beku Ilegal

TANJUNG SELOR – Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang terdiri dari…

Senin, 10 Desember 2018 12:56

Pengawasan Bahan Pokok Diperketat

TANJUNG SELOR – Ketersediaan dan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian…

Senin, 10 Desember 2018 12:52

Banyak Wajib Pajak Tak Patuh

TARAKAN – Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Tarakan Fery Choly…

Senin, 10 Desember 2018 12:51

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Wanti-wanti terhadap rencana investasi di Kalimantan Utara,…

Senin, 10 Desember 2018 12:50

Non Pertambangan Kurang Dilirik Eksportir

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara tidak hanya memiliki potensi di…

Senin, 10 Desember 2018 09:57

Infrastruktur Pengaruhi Geliat Ekonomi

TANJUNG SELOR – Salah satu poin di Rencana Pembangunan Jangka…

Minggu, 09 Desember 2018 11:24

Kabupaten dan Kota Diinstruksikan Operasi Pasar

TANJUNG SELOR – Untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang Natal dan…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:37

Oktober, Serapan 61,7 Persen

SERAPAN anggaran Pemkab Bulungan hingga Oktober lalu sebesar Rp 797,7…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .