MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 09 Maret 2018 14:30
Karantina Libatkan Tiga Institusi
DIAMANKAN: Kapal pengangkut barang-barang yang diduga diselundupkan ke Indonesia melalui Tarakan.

PROKAL.CO, TARAKAN – Kapal asal Sebatik yang membawa barang-barang asal Malaysia, oleh petugas Balai Karantina Pertanian Kelas II A Tarakan dinilai berani. Apalagi, beredar informasi bahwa pemilik barang sering meloloskan barangnya ke Tarakan.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II A Tarakan Amril menegaskan, tetap memproses temuan itu hingga ke jalur hukum, jika memang dalam pemeriksaan nanti ditemukan unsur melanggar hukum.

“Kalau memang dalam proses penyidikan mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetap akan kami sampaikan ke pihak tertentu,” ujarnya, Kamis (8/3).

Pihaknya baru akan memulai pemeriksaan saksi-saksi dalam beberapa hari ke depan, karena kekurangan tenaga penyidik. Sebab, penyidik lainnya juga sedang menganalisa sejumlah temuan kasus. 

Menurut Amril, dalam penyidikan kasus ini pihaknya bersinergi dengan kepolisian, Bea Cukai dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, disesuaikan tugas dan fungsi masing-masing.

Pihaknya sendiri menangani unsur dugaan pelanggaran Undang-Undang Pertanian. Sementara, kepolisian menangani unsur dugaan pelanggaran pidana jika sudah dipastikan melanggar hukum.

Adapun Bea Cukai dilibatkan untuk menangani dugaan pelanggaran kepabeanan. Sedangkan KSOP Tarakan untuk menangani dugaan pelanggaran Undang-Undang Pelayaran, meski diakuinya sudah menahan sejumlah dokumen kapal.

“Penyidikan ini bisa jadi penyidikan bersama. Ada kapal yang melanggar kami serahkan ke KSOP. Barang-barangnya menyalahi aturan Bea Cukai, ya kami serahkan ke Bea Cukai,” tuturnya. 

Amril menegaskan, pihaknya menindaklanjuti temuan itu bukan bermaksud ingin mencelakakan pemilik barang maupun nakhoda. Justru hal ini sebagai bentuk pembinaan kepada masyarakat, karena semua sudah diatur dalam undang-undang.

Mengenai status nakhoda maupun anak buah kapal (ABK), Amril memastikan sampai saat ini masih sebagai saksi. Pihaknya pun tidak melakukan penahanan, karena tidak punya dasar. Namun, jika sudah menjadi tersangka, pihaknya meminta kepada kepolisian untuk menahan. (mrs/fen)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 10:06

Loh Kenapa Bah...?? Tarakan Dicoret dari Jatah Jargas

TARAKAN – Warga yang belum masuk daftar pemasangan jaringan gas…

Rabu, 12 Desember 2018 09:59

Di Daerah Ini, Pertamini Mulai Menjamur

TARAKAN - Usaha penjualan bahan bakar minyak dengan nama plesetan…

Rabu, 12 Desember 2018 09:56

Rencana Penutupan Lokalisasi, Pemkot Di-deadline hingga Akhir Tahun

TARAKAN – Belum ada tanda-tanda akan ditutupnya lokalisasi di Tarakan,…

Selasa, 11 Desember 2018 10:14

PDAM Tuntut Kerugian Kehilangan Air

TARAKAN – Galian jaringan gas (jargas) rumah tangga yang banyak…

Selasa, 11 Desember 2018 10:01

Mantan Pejabat KTT Dijebloskan ke Rutan

TANJUNG SELOR – Mantan pejabat Pemkab Tana Tidung berinisial M,…

Senin, 10 Desember 2018 12:59

Ular Piton Masuk Permukiman

TARAKAN – Ular piton yang biasa terlihat di RT 18…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:49

Pemkot Akan Godok Regulasi Forum CSR

TARAKAN – Pemerintah Tarakan dinilai berhasil dalam mengnyinergikan antara program…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:43

Pagar Tembok Timpa Pengendara

TARAKAN – Pagar tembok salah satu bangunan di RT 09…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:41

Tunggu Kebijakan Wali Kota Baru

TARAKAN - Peraturan pemerintah tentang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja…

Jumat, 07 Desember 2018 11:01

Program OKE Masuk di APBD 2019

TARAKAN – Pasangan Khairul-Effendhi Djuprianto yang resmi memimpin Tarakan pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .