MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 08 Maret 2018 13:32
Desak Kementerian PU Keluarkan Izin Bendungan
Irianto Lambrie

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Potensi sungai di Kaltara untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memang memikat banyak investor dari dalam dan luar negeri. Termasuk perusahaan asal Tiongkok, China Gezhouba Group.

Namun, perusahaan yang sudah siap membangun PLTA di Kaltara adalah PT Kayan Hidro Energy (KHE) yang kini tinggal menunggu izin bendungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Rencana pembangunan PLTA Kayan I oleh PT KHE juga sudah dibantu oleh Pemprov Kaltara, khususnya untuk mempercepat keluarnya izin bendungan tersebut. Keluarnya izin bendungan sendiri perlu mempertimbangkan berbagai aspek dan kajian. Termasuk meminta rekomendasi Komisi Keselamatan Bendungan.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie berharap dalam dua bulan ke depan Kementerian PUPR sudah bisa mengeluarkan izin tersebut. Namun, syaratnya PT KHE harus melengkapi syarat-syarat yang diperlukan tim di kementerian yang dipimpin Basuki Hadimulyono tersebut.

Irianto menyatakan Pemprov Kaltara mendorong agar izin konstruksi itu bisa segera diterbitkan. Pasalnya, komunikasi di tingkat pusat, baik Presiden Joko Widodo maupun menteri di kabinet sudah dilakukan.

"Setiap kali ada kesempatan bertemu dengan pejabat pemerintah di pusat, kami sampaikan," ujarnya, kemarin (7/3).

Kelanjutan pembangunan PLTA Kayan ini memang cukup penting guna mendukung pengembangan beberapa proyek strategis nasional di Kaltara. Seperti Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Kota Baru mandiri (KBM) Tanjung Selor dan lainnya. Apalagi, kebutuhan energi di Kaltara hingga 2037 mendatang diperkirakan mencapai lebih 1.500 megawatt.

"Ketika PLTA itu jadi listriknya bisa langsung disuplai ke kawasan industri, masyarakat dan keperluan lainnya," imbuhnya.

PT KHE sendiri saat ini juga tengah melakukan pembebasan lahan seluas 115 hektare untuk berbagai keperluan pendukung pembangunan PLTA tahap pertama. Lahan yang sudah dibebaskan sendiri sudah mencapai 108 hektare. Itu berdasarkan penyampaian Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala. PT KHE masih berkomunikasi dengan pemilik lahan terkait tanah yang belum dibebaskan, karena harganya belum mencapai kata sepakat. (rus/fen)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 09:58

Sembilan Kali Penyelundupan Kepiting Digagalkan

TANJUNG SELOR – Bisnis ilegal kepiting bertelur, masih sulit dihentikan.…

Minggu, 09 Desember 2018 11:32

Sembilan Titik Rawan Laka

TANJUNG SELOR – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara memetakan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:07

Dua OPD Pemprov Naik Status

TANJUNG SELOR – Terjadi perubahan tipe organisasi perangkat daerah (OPD)…

Minggu, 09 Desember 2018 11:05

Sembilan Peserta SKB Tak Hadir

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Pemprov…

Minggu, 09 Desember 2018 11:03

Kaltara Di-deadline 14 Desember

TANJUNG SELOR – Pembahasan APBD Kaltara 2019 telah difasilitasi Direktorat…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:35

Intensitas Hujan Masih Normal

INTENSITAS hujan di Bulungan terus mengalami peningkatan. Namun, menurut data…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:31

9.743 Peserta Tunggak Iuran BPJS

TANJUNG SELOR – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Bulungan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:14

APBD Kaltara Difasilitasi Kemendagri

TANJUNG SELOR – Penetapan bersama APBD Kaltara 2019 yang belum…

Kamis, 06 Desember 2018 14:31

Humas Kaltara Masuk Nominasi Medsos Terbaik

TANGERANG – Meski belum meraih juara, prestasi membanggakan ditorehkan oleh…

Kamis, 06 Desember 2018 14:22

Penetapan DPTHP-2 Molor

TANJUNG SELOR - Rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perbaikan kedua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .