MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 07 Maret 2018 12:22
China Gezhouba Seriusi Rencana Investasi
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Perusahaan asal Tiongkok, China Gezhouba Group menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Kalimantan Utara. Itu dibuktikan dengan adanya pertemuan antara Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dengan Vice President China Gezhouba Group Internasional Engineering Co. Ltd, Ma Yingying pada pertengahan Oktober 2017.

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Selasa (6/3), perwakilan China Gezhouba Group datang ke Tanjung Selor, Bulungan untuk melakukan pertemuan dengan jajaran Pemprov Kaltara.

China Gezhouba Group tertarik untuk membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kaltara, terutama di Sungai Kayan yang memiliki potensi listrik yang cukup besar. Dalam hal kelistrikan, perusahaan ini sudah dikenal lewat pembangunan bendungan terbesar kedua di dunia, yakni Bendungan Tiga Ngarai atau Three Georges Dam yang ada di Tiongkok.

Menurut International Business Departmen II Country Manager China Gezhouba Group Chen Wei, perusahaan akan melakukan survei lebih dulu di Kaltara. Survei tersebut direncanakan akan dimulai hari ini di Sungai Kayan. Setelah itu, bisa dilakukan pembuatan studi kelayakan dan desainnya.

Ditanya soal modal investasi membangun bendungan di Kaltara, dia mengatakan, cukup sulit untuk mengkalkulasi angkanya. Sebab, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam proyek ini. Misal, faktor transportasi, jalan dan lainnya.

“Ini harus dihitung secara presisi karena kita tidak tahu persis berapa biayanya. Setelah survei nanti baru bisa dihitung,” ujarnya usai pertemuan di Kantor Gubernur Kaltara, kemarin.

Dia menjelaskan, perusahaan tertarik berinvestasi ke Kaltara karena provinsi bungsu ini memiliki potensi sumber daya alam, khsususnya air yang luar biasa besar. potensi itu akan mereka manfaatkan dengan membangun PLTA. Nantinya, sumber energi listriknya akan mereka gunakan untuk investasi lain di Kaltara.

Selain PLTA, China Gezhouba Group juga tertarik dalam pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.

Perusahaan raksasa ini juga tertarik untuk membangun smelter atau pabrik pengolahan hasil tambang di Kaltara. Meski di bisnis industri smelter mereka masih berstatus pendatang baru, Chen mengatakan, smelter bisa disandingkan dengan PLTA sebagai penyuplai listrik.

“Jadi, listrik yang dihasilkan dari power plant yang dibangun akan dimanfaatkan untuk industri milik sendiri,” ujarnya.

Tak hanya soal energi, Chen juga menyatakan pihaknya berminat dalam pembangunan infrastruktur di Kaltara. Antara lain, pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan maupun bandara.

Sementara itu, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan, Kaltara merupakan satu dari tiga provinsi yang masuk skema kerja sama koridor ekonomi komprehensif Indonesia dengan Tiongkok atau One Belt One Road (OBOR)-Belt Road Initiative (BRI) Indonesia-Tiongkok.

Dalam kerja sama itu, pemerintah Indonesia menawarkan pengembangan koridor ekonominya di 3 provinsi berpotensi. Yakni, Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Bali.

“Sudah ada payung hukumnya. Perusahaan-perusahaan Tiongkok didorong oleh pemerintah Tiongkok untuk berinvestasi di Kaltara. (Keunggulan, Red) Kaltara ini didukung sumber daya alam yang baik untuk pengembangan penanaman modal investasi,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Senin, 10 September 2018 15:09

Rp 100 Miliar untuk Pelaku Usaha

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Perindustrian perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindakop dan UKM)…

Senin, 10 September 2018 15:04

Sulit Tentukan HET Daging Ayam

TANJUNG SELOR – Belum adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) ayam, jadi celah pedegang menetapkan…

Senin, 10 September 2018 15:03

Ongkos Angkut Disetarakan Harga dengan SOA

DINAS Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kaltara tengah menyusun rancangan…

Senin, 10 September 2018 14:48

Harga Masih Anjlok

MESKI kurs dolar menguat dan diprediksi sebagian pengamat ekonomi lokal, bakal berdampak positif terhadap…

Senin, 10 September 2018 14:46

Produksi Tambak Udang Masih Jauh dari Harapan

TARAKAN – Potensi budidaya tambak diharapkan mampu bersaing menjadi salah satu sektor yang membangkitkan…

Jumat, 07 September 2018 14:21

Berhemat, Solusi Hadapi Melemahnya Rupiah

NILAI tukar rupiah yang mencapai Rp 15 ribu per USD 1, membuat masyarakat kian panik. Namun, kenaikan…

Jumat, 07 September 2018 14:17

Dolar Naik, Momentum Genjot Ekspor

TARAKAN – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto bersyukur,…

Kamis, 06 September 2018 17:27

Budidaya Rumput Laut Perlu Diatur

BUDIDAYA rumput laut di Kaltara cukup menjanjikan. Beberapa petani rumput laut, baik di Tarakan maupun…

Kamis, 06 September 2018 17:21

Agustus, Tarakan Alami Deflasi

TARAKAN – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam mengendalikan inflasi, masih terjaga.…

Kamis, 06 September 2018 17:16

Dolar Melonjak, Hindari Belanja Barang Impor

TARAKAN - Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika yang mencapai puncaknya dalam dua hari terakhir,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .