MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PARLEMENTARIA

Selasa, 27 Februari 2018 12:50
Warga Punan Dulau Minta Desa Inpres Dicabut
Kosmas Kajan

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Warga Desa Punan Dulau Sekatak Puji, Kecamatan Sekatak, Bulungan yang dimukimkan oleh pemerintah pada 1972 silam melalui program Resetlemen Penduduk (Respen), kini mengalami krisis lahan yang digunakan untuk perkebunan maupun permukiman.

Anggota Komisi I DPRD Kaltara Kosmas Kajan mengatakan, berdasarkan penuturan tokoh masyarakat Dulau yang pertama kali dimukimkan di Sekatak Buji, awalnya hanya berjumlah 60 kepala keluarga (KK).

“Kini jumlah penduduk di daerah itu mencapai 200 KK. Karena wilayahnya terus berkembang, warga membutuhkan lahan baru,” ujarnya, Senin (26/2).

Dijelaskan, warga Punan Dulau meminta agar Desa Inpres 1972 dicabut sehingga lahan yang mereka tinggalkan dapat kembali dikelola warga. Karena saat ini, hampir semua lahan yang ada di sekitar desa adalah milik warga tempatan dan dikuasai oleh perusahaan perkebunan. Sehingga, warga Punan hanya bisa meminjam lahan untuk pertanian.

“Keinginan warga Punan Dulau dapat dikembalikan ke daerah asalnya sehingga dibutuhkan dukungan pemerintah setempat. Memang ada wacana warga Punan akan dibantu melalui program Target Objek Reformasi Agraria (TORA) dan HTI (Hutan Tanaman Rakyat), dan beberapa program lainnya. Namun, semua itu ditolak oleh warga Punan Dulau dengan alasan lahan yang diberikan telah dikuasai pihak lain," bebernya.

“Selain masalah lahan, warga juga berharap agar sarana telekomunikasi dibangun di daerah itu. Sehingga, warga dapat berkomunikasi dengan baik sekaligus bisa gunakan fasilitas internet,” ujarnya. (adv/*/isa/fen)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .