MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 25 Februari 2018 14:38
Albothyl Resmi Dilarang, Penarikan Di-deadline Sebulan
TAK BOLEH BEREDAR: Obat Albothly sudah dilarang dijual karena dinyatakan mengandung Policresulen.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Albothyl kini resmi dilarang dijual karena pembekuan izin edar obat yang mengandung Policresulen cairan obat luar konsentrat. Bahkan, surat edaran perihal penarikan obat tersebut sudah diberikan ke masing-masing apotek, tak terkecuali yang ada di Bulungan.

Penarikan itu berdasarkan surat PT Pharos Indonesia Nomor 045/EXT/QA-PI/I/2018 dan PT Faratu Nomor 047/EXT/QA/004/II/2018. Dalam surat tersebut tertuang bahwa Albothyl concentrate 5 mili liter (ml), 10 ml, 30 ml dan Medisio concentrate 5 ml dan 10 ml.

Penarikan dilakukan hingga ke area outlet terkecil yang menjual dan untuk sementara produk ini tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan kembali. Produk tersebut selanjutnya akan dikembalikan ke PT Pharos Indonesia dan PT Faratu. 

"Beberapa hari lalu surat edaran itu kami terima. Obat itu sudah tak ada kami jual," ucap Fikri, apoteker di Jalan Sengkawit, kemarin (24/2). 

Adanya surat resmi itu, maka produk ditarik melalui distributor. Selanjutnya diserahkan kembali ke pabriknya. Menurutnya, surat edaran dikeluarkan pabrik, lalu distributor yang bertugas menarik dari peredaran. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bulungan Idewan Budi Santoso mengakui surat edaran agar Albothyl ditarik dari peredaran pun dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terhitung sejak Rabu (21/2) lalu. 

"Adanya surat edaran itu kami tindaklanjuti terhadap apotek-apotek yang ada agar ditarik oleh distributor, lalu dikembalikan ke pabriknya," ujarnya. 

Jangka waktu yang diberikan untuk menarik obat itu paling lama sebulan. Apabila masih ditemukan apotek menjualbelikan obat jenis tersebut, bisa ditindaklanjuti.  "Sudah ada sanksi larangan. Bila masih ditemukan, kami serahkan ke Disperindagkop dan kepolisian," tegasnya. 

Di lain pihak, Kepala Balai POM Samarinda Fanani Mahmud mengatakan, proses penarikan produk obat diberi jangka waktu sebulan setelah adanya surat pemberitahuan. "Masyarakat agar tak lagi gunakan Albothyl, karena sudah ada indikasi yang mengandung dalam obat itu," ujarnya. (uno/fen)


BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 12:30

Pipa Bocor, Dua Operator Pingsan

TARAKAN – Operator stasiun M-5 milik salah satu perusahaan migas…

Minggu, 18 November 2018 14:43

Oknum PNS Terancam Sanksi

TANJUNG SELOR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bulungan menemukan…

Sabtu, 17 November 2018 02:32

Polda Selidiki Penyebab Tenggelamnya TB Fortunesius

TANJUNG SELOR – Penyebab tenggelamnya tugboat Fortunesius di perairan Pulau…

Sabtu, 17 November 2018 02:18

Pria Ini Bakal Berenang di 3 Selat Sekaligus

Memanfaatkan momentum Hari Pahlawan 10 November, Ibrahim Rusli kembali menguji…

Jumat, 16 November 2018 10:33

Petakan Kebutuhan Dokter

KEBUTUHAN tenaga medis seperti perawat, bidan dan dokter bakal semakin…

Jumat, 16 November 2018 10:26

Korban Kedua Ditemukan Terperangkap

TANJUNG SELOR – Satu korban kapal tenggelam di perairan Pulau…

Jumat, 16 November 2018 10:17

DPT Bertambah 19.627 Jiwa

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara telah melaksanakan…

Kamis, 15 November 2018 10:25

Gubernur Target 2020 RSUD Beroperasi

TANJUNG SELOR – Rencana Pemprov Kaltara membangun rumah sakit di…

Kamis, 15 November 2018 10:21

Satu korban Belum Ditemukan

PENCARIAN dua kru tugboat Fortunesius yang dinyatakan hilang pada Senin…

Kamis, 15 November 2018 10:19

Penculikan Anak Tidak Benar

MARAKNYA penyebaran berita bohong atau hoaks yang menjadi konsumsi publik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .