MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 23 Februari 2018 14:12
Terkait Dugaan Pencemaran Sungai, Warga Disarankan Tidak Sebar di Medsos
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kondisi perairan di Bulungan yang diduga tercemar limbah mulai dikeluhkan oleh para nelayan. Pasalnya, hasil tangkapan ikan para nelayan terus mengalami penurunan jumlahnya akibat kondisi tersebut.

Dugaan pencemaran itu disampaikan salah seorang warga di media sosial. Dikonfirmasi terkait dugaan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara Edi Suharto mengaku tidak mengetahui informasi tersebut, karena belum ada laporan yang masuk.

Jika ada kejadian hanya disebar di media sosial seperti Facebook, kata dia, tidak terpantau. Apabila ada kejadian seperti pencemaran tersebut, masyarakat bisa melaporkan di pos pengaduan DLH Kaltara.

Edi mengatakan, dirinya tidak bisa menduga-duga ketika ada pemberitaan tentang kejadian pencemaran lingkungan. Harus ada laporan resmi yang masuk, kemudian bisa ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan.

Dugaan adanya pencemaran limbah kelapa sawit yang membuat banyak ikan mati di daerah muara Bulungan, kata Edi, kemungkinannya cukup kecil. Sebab, perusahaan perkebunan kelapa sawit rata-rata berada di daerah hulu yang jauh dari muara Bulungan.

“Kalau di hulu kecil peluangnya sampai ke muara karena sudah larut lebih dulu dan jaraknya dari hulu ke muara juga jauh, puluhan kilometer. Ini kemungkinan pertama kalau pencemaran dari limbah kelapa sawit,” terang Edi saat ditemui pada Kamis (22/2).

Kemungkinan lain adanya penurunan dan kematian ikan, lanjutnya, adalah penggunaan racun thiodan oleh para petambak yang ada di dekat muara sungai. Apalagi, daerah muara memang diketahui banyak terdapat tambak-tambak udang milik masyarakat. Dan, ketika pascapanen, para petambak biasanya menggunakan racun thiodan untuk membersihkan tambak-tambaknya.

Dengan racun thiodan, udang dan ikan yang masih ada di tambak dipastikan akan mati tanpa bersisa. Jika air yang tercampur racun thiodan masuk ke perairan, maka akan memengaruhi makhluk hidup di perairan tersebut.

“Nanti kami akan cek bersama DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan), Dinas Pertanian, dan (instansi terkait) Bulungan. Ini perlu diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium,” kata dia.

Edi pun mengimbau agar pemilik tambak yang ada untuk mengurangi penggunaan racun thiodan ketika membersihkan tambak. Sebab, dampaknya sangat luas terhadap lingkungan. Pemilik tambak bisa menggunakan alternatif lain untuk membersihkan tambak yang lebih ramah lingkungan.

Sementara, untuk perusahaan kelapa sawit juga diperintahkan untuk tidak membuang limbahnya, terutama limbah cair ke perairan. Itu sudah diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH). Jika perusahaan sengaja membuang limbah ke sungai, maka diancam pidana berdasarkan Pasal 60 jo Pasal 104 UU PPLH.

Pasal 60 disebutkan setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin. Sedangkan di Pasal 104 dikatakan bahwa setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 3 miliar.

“Kalau untuk perusahaan, juga akan memengaruhi penilaian proper. Nilainya akan jelek, bisa merah. Kalau terbukti membuang limbah ke sungai, dicabut izinnya,” tegasnya.

Namun, perusahaan bisa melakukan pembuangan limbah ke perairan dengan syarat sudah memiliki Izin Pengelolaan Limbah Cair (IPLC). Limbah kelapa sawit yang dihasilkan harus dimasukkan lebih dahulu ke dalam kolam treatment untuk dilakukan perlakuan khusus sebelum dibuang. Hasilnya, pH air limbah harus di antara 6-9 (netral). Selain itu, juga harus diuji dengan menggunakan ikan yang dimasukkan ke air limbah yang sudah di-treatment tersebut untuk melihat apakah ikan bisa hidup. Jika ikan bisa bertahap hidup, maka bisa dibuang ke perairan.

Kepala Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan DLH Kaltara Mastiah menambahkan, masyarakat yang memiliki informasi terkait pencemaran lingkungan bisa melakukan pengaduan secara resmi ke DLH. Namun, untuk pengaduan harus dilengkapi dengan identitas lengkap disertai bukti dokumentasi. Selain itu, pelapor juga akan dimintai keterangan terkait pengaduannya.

“Pelapor juga harus mengisi formulir pengaduan. Kami juga harus ada pegangan sebelum melakukan tindak lanjut,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 15:41

Budidaya Rumput Laut Bikin Jalur Perairan Terganggu

TANJUNG SELOR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara telah memberangkatkan tim untuk melakukan…

Kamis, 24 Mei 2018 15:35

Keluarga Korban Terima Santunan

GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie memastikan keluarga dari lima korban meninggal dunia atas…

Kamis, 24 Mei 2018 15:33

Kemudi Gunakan Sistem Hidrolik

TARAKAN – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) KSOP Kelas III Tarakan belum bisa menyimpulkan…

Kamis, 24 Mei 2018 15:31

Terdengar Suara Gemuruh, Tak Bisa Hidupkan Anak yang Meninggal

Seperti sebuah mimpi. Keluarga kecil Suryani dan Mutiah menjadi korban dalam kecelakaan maut speedboat…

Kamis, 24 Mei 2018 15:20

AH MANTAPNYA INI..!! Untuk Ini, Kemenhub Gelontorkan Rp 50,5 M

PENGEMBANGAN Bandar Udara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, terus dilakukan oleh Pemprov Kaltara. Bahkan,…

Kamis, 24 Mei 2018 15:18

Aset Diambil Alih Pemprov, Pemkot Tarakan Diminta Tidak Berpikir Negatif

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie tidak mempersoalkan rencana Pemerintah Kota…

Rabu, 23 Mei 2018 13:37

Ingin Mengobati Orangtua, Stevanus Lie “Berpulang” Duluan

Musibah kecelakaan speedboat yang terjadi pada Selasa (22/5), menyisakan duka mendalam bagi keluarga…

Rabu, 23 Mei 2018 13:35

Taupan: Uji Kelaikan Ada di Kemenhub

KEPALA Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Taupan Madjid menyatakan pihaknya sudah berupaya maksimal…

Rabu, 23 Mei 2018 13:32

Delapan Orang Jalani Perawatan Intensif

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Hasbi Hasyim memastikan, korban kecelakaan speedboat…

Rabu, 23 Mei 2018 13:30
Kecelakaan Perairan Kembali Terjadi

Tali Kemudi Putus, Speedboat Itu Tabrak Pohon, 5 Nyawa Melayang

TARAKAN – Stevanus Lie mengabarkan kepada anaknya Evan akan bertolak menuju Tarakan dari Malinau.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .