MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 23 Februari 2018 14:12
Terkait Dugaan Pencemaran Sungai, Warga Disarankan Tidak Sebar di Medsos
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kondisi perairan di Bulungan yang diduga tercemar limbah mulai dikeluhkan oleh para nelayan. Pasalnya, hasil tangkapan ikan para nelayan terus mengalami penurunan jumlahnya akibat kondisi tersebut.

Dugaan pencemaran itu disampaikan salah seorang warga di media sosial. Dikonfirmasi terkait dugaan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara Edi Suharto mengaku tidak mengetahui informasi tersebut, karena belum ada laporan yang masuk.

Jika ada kejadian hanya disebar di media sosial seperti Facebook, kata dia, tidak terpantau. Apabila ada kejadian seperti pencemaran tersebut, masyarakat bisa melaporkan di pos pengaduan DLH Kaltara.

Edi mengatakan, dirinya tidak bisa menduga-duga ketika ada pemberitaan tentang kejadian pencemaran lingkungan. Harus ada laporan resmi yang masuk, kemudian bisa ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan.

Dugaan adanya pencemaran limbah kelapa sawit yang membuat banyak ikan mati di daerah muara Bulungan, kata Edi, kemungkinannya cukup kecil. Sebab, perusahaan perkebunan kelapa sawit rata-rata berada di daerah hulu yang jauh dari muara Bulungan.

“Kalau di hulu kecil peluangnya sampai ke muara karena sudah larut lebih dulu dan jaraknya dari hulu ke muara juga jauh, puluhan kilometer. Ini kemungkinan pertama kalau pencemaran dari limbah kelapa sawit,” terang Edi saat ditemui pada Kamis (22/2).

Kemungkinan lain adanya penurunan dan kematian ikan, lanjutnya, adalah penggunaan racun thiodan oleh para petambak yang ada di dekat muara sungai. Apalagi, daerah muara memang diketahui banyak terdapat tambak-tambak udang milik masyarakat. Dan, ketika pascapanen, para petambak biasanya menggunakan racun thiodan untuk membersihkan tambak-tambaknya.

Dengan racun thiodan, udang dan ikan yang masih ada di tambak dipastikan akan mati tanpa bersisa. Jika air yang tercampur racun thiodan masuk ke perairan, maka akan memengaruhi makhluk hidup di perairan tersebut.

“Nanti kami akan cek bersama DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan), Dinas Pertanian, dan (instansi terkait) Bulungan. Ini perlu diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium,” kata dia.

Edi pun mengimbau agar pemilik tambak yang ada untuk mengurangi penggunaan racun thiodan ketika membersihkan tambak. Sebab, dampaknya sangat luas terhadap lingkungan. Pemilik tambak bisa menggunakan alternatif lain untuk membersihkan tambak yang lebih ramah lingkungan.

Sementara, untuk perusahaan kelapa sawit juga diperintahkan untuk tidak membuang limbahnya, terutama limbah cair ke perairan. Itu sudah diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH). Jika perusahaan sengaja membuang limbah ke sungai, maka diancam pidana berdasarkan Pasal 60 jo Pasal 104 UU PPLH.

Pasal 60 disebutkan setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin. Sedangkan di Pasal 104 dikatakan bahwa setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 3 miliar.

“Kalau untuk perusahaan, juga akan memengaruhi penilaian proper. Nilainya akan jelek, bisa merah. Kalau terbukti membuang limbah ke sungai, dicabut izinnya,” tegasnya.

Namun, perusahaan bisa melakukan pembuangan limbah ke perairan dengan syarat sudah memiliki Izin Pengelolaan Limbah Cair (IPLC). Limbah kelapa sawit yang dihasilkan harus dimasukkan lebih dahulu ke dalam kolam treatment untuk dilakukan perlakuan khusus sebelum dibuang. Hasilnya, pH air limbah harus di antara 6-9 (netral). Selain itu, juga harus diuji dengan menggunakan ikan yang dimasukkan ke air limbah yang sudah di-treatment tersebut untuk melihat apakah ikan bisa hidup. Jika ikan bisa bertahap hidup, maka bisa dibuang ke perairan.

Kepala Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan DLH Kaltara Mastiah menambahkan, masyarakat yang memiliki informasi terkait pencemaran lingkungan bisa melakukan pengaduan secara resmi ke DLH. Namun, untuk pengaduan harus dilengkapi dengan identitas lengkap disertai bukti dokumentasi. Selain itu, pelapor juga akan dimintai keterangan terkait pengaduannya.

“Pelapor juga harus mengisi formulir pengaduan. Kami juga harus ada pegangan sebelum melakukan tindak lanjut,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 14:09

Anggaran Terbatas, Pengaspalan Tetap Diprogramkan

TANJUNG SELOR - Akses jalan darat menuju wilayah perbatasan ditargetkan pemerintah bisa rampung tahun…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:08

Kotak Suara Akan Dilelang

TARAKAN -  Pada pemilihan presiden dan anggota legislatif tahun depan, kotak suara yang digunakan…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:07

Dua Pendaftar Tak Penuhi Persyaratan

TANJUNG SELOR - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan mencatat pendaftar…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:04

Tinjau Jalan Poros Long Bawan Tembus Krayan Selatan

Jalan poros Long Bawan, Kabupaten Malinau, merupakan akses perbatasan yang menghubungkan Kecamatan Krayan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:42

Tak Keberatan Dilibatkan Bahas APBD

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan masih fokus membahas rancangan anggaran pendapatan dan belanja…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:40

Lanjutkan Kuliah, Berhasil Raih Cum Laude

Nama Mayjen (Purn) TNI Dicky Wainal Usman sempat mencuat jelang Pilgub Kaltara, 2015 lalu. Lama tak…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:39

Akses ke Perbatasan Terhubung

MALINAU - Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, terus digalakkan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:39

Temui Personel TNI, Layani Permintaan Foto Pelajar SMK

Kunjungan kerja Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dari Nunukan ke Malinau melalui jalur darat, butuh…

Senin, 15 Oktober 2018 00:11

Tak Terima, Laporkan

SELAIN baliho, spanduk atau poster, peserta pemilu juga diperbolehkan memasang stiker di tempat-tempat…

Senin, 15 Oktober 2018 00:10

Masih Mangkrak, Pembangunan GOR Tak Ada Kejelasan

TARAKAN – Hingga menjelang berakhirnya masa jabatan Wali Kota Tarakan Sofian Raga, pembangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .