MANAGED BY:
RABU
15 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Minggu, 18 Februari 2018 14:12
Masyarakat Mulai Sadar Pentingnya Mangrove
JAGA KESEIMBANGAN ALAM: Salah satu kawasan mangrove yang berhasil dikembangkan warga Pulau Bunyu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Wilayah Kalimantan Utara sebagian besar masih berupa tutupan hutan, termasuk di dalamnya hutan mangrove. Keberadaan hutan mangrove memiliki arti penting dalam berbagai hal seperti lokasi konservasi flora dan fauna, penahan abrasi hingga sumber makanan bagi berbagai makhluk di perairan.

Sayangnya, banyak hutan mangrove sejak puluhan tahun lalu dibabat untuk dijadikan tambak-tambak oleh masyarakat. Akibatnya, luasan hutan mangrove berkurang setiap tahunnya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat di Kaltara sudah mulai sadar akan pentingnya keberadaan hutan mangrove untuk menunjang kehidupan.

Dikatakan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara Syarifuddin, masyarakat sudah mulai menyadari bahwa ketika tidak ada mangrove akan membuat penurunan produksi sumber daya alamnya, termasuk hasil laut berupa ikan, kepiting dan lainnya. Sehingga, masyarakat pemilik tambak kini sudah mulai banyak yang menanam mangrove demi menjaga keseimbangan di alam.

Melalui sosialisasi yang sering dilakukan, saat ini ada sekitar 300 hektare lahan yang akan ditanami mangrove. Syariffuddin mengatakan, penanaman mangrove nantinya akan menggunakan sistem jalur, dimana setiap tanaman akan diberi jarak sekitar 3 meter.

“Masyarakat kini sudah tahu, kalau mangrove habis, tidak ada plankton, sehingga produksi berkurang. Ini sudah terjadi puluhan tahun,” tuturnya, belum lama ini.

Syarifuddin menambahkan, apa yang sudah terjadi bukan untuk saling menyalahkan. Namun, menjadi pelajaran bersama untuk menjaga kesimbangan alam. Dia mengatakan, pihaknya bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara terus memberikan sosialisasi mengenai hal ini.

“Dengan menanam mangrove, produksi ikan jadi meningkat, udang, dan kepiting. Mereka sudah sadar dan mau menanam mangrvove,” ujarnya.

Dia menuturkan, mangrove di Kaltara merupakan mangrove yang produktif dan bisa mendapatkan izin pemanfaatannya, karena dalamnya tidak lebih dari 50 sentimeter.

Adanya aspirasi masyarakat yang mengatakan bahwa pembabatan mangrove untuk tambang, Syarifuddin juga mengakuinya. Namun, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove, kekhawatiran itu bisa dicegah.

Apalagi, kata dia, saat ini masyarakat sudah dilegalkan untuk mengelola lahan yang masuk kawasan hutan dan sudah dikelola puluhan tahun melalui program Perhutanan Sosial (PS). Melalui Perhutanan Sosial inilah, masyarakat bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk mengelola mangrove, termasuk dalam upaya melakukan reboisasi hutan mangrove.

“Kalau belum dilegalkan, pemerintah tidak bisa hadir untuk memberikan bantuan. Sebab, syarat mendapatkan bantuan adalah adanya pengakuan dari pemerintah,” jelasnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Rabu, 15 Agustus 2018 16:24

ASN Terjaring Razia Diberikan Sanksi

TANJUNG SELOR - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltara, yang terjaring razia…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:16

Sehari, Tiga Kali Listrik Padam

WARGA Tanjung Selor dan sekitarnya harus merasakan pemadaman listrik hingga tiga kali dalam sehari.…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:14

Buat Harga Stabil, Rencana Terbitkan Pergub

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Menengah (Disperindagkop…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:11

Ajukan 616 Guru Berstatus PNS

TANJUNG SELOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara masih kekurangan tenaga pendidik…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:03

Tujuh Bacaleg Tak Masuk DCS

TANJUNG SELOR - Sesuai proses tahapan untuk bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Kaltara, telah ditetapkan…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:37

Gang Kumis Penuh Warna

TANJUNG SELOR – Ada saja cara-cara kreatif yang bisa dilakukan agar lingkungan tempat tinggal…

Senin, 13 Agustus 2018 16:03

Kapasitas Terminal Bandara Ditambah

TANJUNG SELOR – Pengembangan Bandara Tanjung Harapan tidak hanya dilakukan pada sisi udara. Yakni,…

Senin, 13 Agustus 2018 14:07

Satu Calhaj Meninggal

JUMLAH calon haji (calhaj) asal Kaltara yang tergabung dalam kloter 11, berkurang. Dari jumlah 418 orang,…

Minggu, 12 Agustus 2018 15:24

Perpanjangan Runway Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Perpanjangan landasan pacu atau runway Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor…

Minggu, 12 Agustus 2018 15:07

Tabrak Trotoar, Korban Meninggal di Tempat

KECELAKAAN tunggal terjadi di Jalan Jelarai dekat rumah dinas bupati Bulungan, pada Jumat (10/8) malam.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .