MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Selasa, 13 Februari 2018 12:28
Kasus Penipuan Penjualan Tanah, Oknum PNS Bakal Diberhentikan
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Oknum PNS di lingkungan Pemprov Kaltara berinisial IA yang melakukan penipuan pada 2015 lalu, telah divonis tiga tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor.

PNS di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara ini dinyatakan bersalah karena melakukan penipuan dalam penjualan tanah.

Dari vonis yang diberikan PN Tanjung Selor ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Muhammad Ishak mengatakan, pihaknya segera menindaklanjutinya dengan pemberian sanksi.

Dia mengatakan, untuk memberikan sanksi akan disesuaikan dengan jenis kejahatannya. Namun, dipastikan sanksi yang diberikan adalah pemberhentian sebagai PNS.

Meski begitu, Ishak mengaku belum ada surat terkait vonis dari PN Tanjung Selor untuk yang bersangkutan. Nantinya, dasar-dasar pemberian hukuman kepada oknum PNS tersebut akan disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang terkait.

“Mudahan (surat dari PN Tanjung Selor, Red) bisa didapatkan secepatnya untuk diagendakan tindak lanjut penjatuhan hukuman disiplin,” ujarnya, Senin (12/2).

Ini juga sudah seseuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ishak menuturkan, jika sudah mendapatkan vonis dan berkekuatan hukum tetap, yang bersangkutan bisa diberikan sanksi dengan diberhentikan secara tidak hormat apabila hukumannya di atas 2 tahun penjara. Dan, sesuai vonis dari PN tanjung Selor, yang bersangkutan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara.

Namun, karena belum ada surat dari PN Tanjung Selor, Ishak mengatakan, yang bersangkutan masih berstatus PNS. Selain itu, juga mendapatkan haknya sebagai PNS, termasuk gaji bulanan. “Masih terima gaji. Tapi, sesuai aturan dia akan diberhentikan sementara dan tetap menerima gajinya. Namun, hanya 50 persen saja tanpa ada tunjangan,” jelasnya.

Sebagai informasi, IA pada 2015 lalu melakukan penipuan kepada sembilan korban soal penjualan tanah seluas 7.830 meter persegi. Dari sembilan orang ini, IA mendapatkan uang senilai Rp 316 juta. Atas perbuatannya, jaksa penuntut umum (JPU) menjeratnya dengan Pasal 372 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukum 3,8 tahun dan maksimal 5 tahun. Namun, atas pertimbangan majelis hakim, terdakwa divonis selama tiga tahun penjara. (rus/fen)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:37

DPT Kaltara 450.108 Jiwa

TANJUNG SELOR – Warga Kalimantan Utara yang memiliki hak pilih…

Rabu, 12 Desember 2018 09:58

Siapkan Perda Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Langkah cepat diambil Pemkab dan DPRD Bulungan…

Rabu, 12 Desember 2018 09:55

16 Raperda Tertunda

KELANJUTAN pembahasan 11 rancangan peraturan daerah (Raperda) usulan Pemprov Kaltara…

Selasa, 11 Desember 2018 10:26

Jumlah Printer KTP-el Belum Ideal

TANJUNG SELOR – Jumlah printer untuk pencetakan KTP-el di Dinas…

Selasa, 11 Desember 2018 10:00

DPTHP-2 Bertambah 64 Pemilih

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan telah usai…

Selasa, 11 Desember 2018 09:55

Realisasi DAK Capai 90,7 Persen

TANJUNG SELOR – Pencairan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan…

Senin, 10 Desember 2018 12:57

Sertifikasi Nelayan Tersisa 1 Persen

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara mendapatkan kuota sebanyak 600 nelayan…

Senin, 10 Desember 2018 12:48

Tahun Depan Bertambah

KABUPATEN Bulungan akan kembali kedatangan warga transmigrasi pada tahun depan.…

Senin, 10 Desember 2018 12:46

Waspada Diabetes Melitus

PENYAKIT diabetes melitus perlu diwaspadai masyarakat. Karena menurut Ketua Ikatan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:30

Tim Saber Pungli ‘Bidik’ Pelayanan Publik

TANJUNG SELOR – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .