MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 13 Februari 2018 12:22
Diskes dan Polisi Masih Tunggu Hasil Lab
MASIH DIPROSES: Penyebab dugaan keracunan makanan pelajar SMPN 2 Tarakan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel di laboratorium BPOM Samarinda.

PROKAL.CO, TARAKAN – Penyebab pasti mual-mual disertai pusing yang dirasakan 57 siswa dan karyawan SMPN 2 Tarakan, masih belum bisa diungkap. Karena Dinas Kesehatan Tarakan belum menerima hasil uji laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda.

Menurut Kepala Diskes Tarakan Subono Samsudi, biasanya hasil uji laboratorium baru diterima paling cepat seminggu setelah dikirim. Karena itu, ia berharap masyarakat bersabar menunggu hasilnya.

“Timnya kan sudah turun dari Diskes untuk mengambil sampel, dari kepolisian juga sudah turun. Cuma dari belum ada hasilnya. Biasanya sekitar seminggu,” ujarnya, Senin (12/2).

Pascaperistiwa itu, pihaknya pun langsung bergerak melakukan pembinaan. Menurut Subono, sudah dikumpulkan seluruh kepala sekolah dari SD sampai SMA untuk meningkatkan pengasawasan terhadap makanan yang dijual di sekitar sekolah.

Tidak hanya di kantin, tapi juga di luar sekolah yang dinilainya lebih sulit untuk diawasi. Meski demikian, hal itu harus tetap dilakukan pihak sekolah demi menjaga keamanan siswanya dari ancamanan makanan yang tidak higienis. 

Sementara itu, terkait proses hukumnya, polisi masih melakukan penyelidikan. Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas Ipda Taharman, menuturkan saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji BPOM Samarinda, setelah itu baru dilakukan gelar perkara.

“Masih nunggu hasil laoratorium dari Samarinda. Tapi, sementara akan agendakan pemeriksaan terhadap 54 korban, nanti akan kami periksa semua,” katanya.

Menurut Taharman, jika ada indikasi kesengajaan, kasus ini bisa beranjak ke ranah pidana dan pengelola kantin berinisial SG bisa berstatus terperiksa. Namun, hasil pemeriksaan saksi-saksi diakui belum mengarah pada unsur kesengajaan.

Sementara itu, Taharman juga menegaskan pihaknya belum mengizinkan kantin SMPN 2 buka hingga penyelidikan selesai. Hal ini dilakukan agar tidak timbul korban serupa yang bisa menganggu jalannya penyelidikan. (mrs/fen)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:45

Nelayan Curigai Ada Permainan Penyaluran Solar Bersubsidi

TARAKAN – Perhimpunan Nelayan Kecil (PNK) Tarakan kembali mengeluhkan sulitnya…

Kamis, 13 Desember 2018 10:31

Waspada Ancaman di Perbatasan

TARAKAN – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan aparat keamanan akan…

Kamis, 13 Desember 2018 10:29

Bocah 4 Tahun Terseret Arus

TANJUNG SELOR – Suasana di kamar jenazah RSD dr H…

Rabu, 12 Desember 2018 09:53

GIMANA NIH..!! Penyaluran Dana Desa Tersendat di Kabupaten

PENYALURAN dana desa tahap ketiga ke rekening kas umum daerah…

Rabu, 12 Desember 2018 09:52

Dana Transfer Naik Rp 514 M

JAKARTA – Kabar gembira bagi masyarakat Kalimantan Utara. Pasalnya, provinsi…

Selasa, 11 Desember 2018 10:08

Diskominfo Kejar Target Nasional

TANJUNG SELOR – Pemerintah menargetkan pada 2020 mendatang tidak ada…

Selasa, 11 Desember 2018 10:02

Pemprov Raih Predikat Kepatuhan Tinggi

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kaltara menerima penghargaan anugerah predikat kepatuhan…

Senin, 10 Desember 2018 09:58

Sembilan Kali Penyelundupan Kepiting Digagalkan

TANJUNG SELOR – Bisnis ilegal kepiting bertelur, masih sulit dihentikan.…

Minggu, 09 Desember 2018 11:32

Sembilan Titik Rawan Laka

TANJUNG SELOR – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara memetakan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:07

Dua OPD Pemprov Naik Status

TANJUNG SELOR – Terjadi perubahan tipe organisasi perangkat daerah (OPD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .