MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 12 Februari 2018 09:40
Pertumbuhan Ekonomi Ditarget 6,76 Persen
PEMBANGUNAN KANTOR: Konstruksi merupakan salah satu aspek penting yang mendukung pertumbuhan ekonomi Kaltara.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara kembali menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim-Kaltara melalui situs resminya juga mencatat total pertumbuhan ekonomi Kaltara pada tahun lalu berada di angka 6,59 persen.

Secara kuantitas, angka yang tercatat ini lebih tinggi apabila dibandingkan capaian 2016 sebesar 3,75 persen. Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kaltara Frederick Ellia Gugkang, Pemprov Kaltara telah menargetkan kenaikan pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

Dalam RPJMD tersebut, pada 2021 atau di akhir masa jabatan Gubernur Irianto Lambrie, pertumbuhan ekonomi Kaltara ditargetkan mencapai 8,76 persen. Adapun tahun ini, Kaltara menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen.

Arah kebijakan dalam RPJMD Kaltara di tahun ini untuk mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi, yakni dengan mempercepat pembangunan ekonomi yang didukung oleh infrastruktur. Sasaran akhirnya adalah menjadikan Kaltara sebagai daerah perbatasan dengan memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing.

Untuk mencapai target tersebut, semua organisasi perangkat daerah (OPD) dituntut untuk bekerja dengan maksimal. Sehingga, Kaltara akan memiliki modal kuat dalam menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya setiap tahunnya.

“Kaltara di tahap awal fokus pada pembangunan infrastruktur pendukung ekonomi. Selanjutnya, meningkatkan kualitas sumber daya manusianya,” tutur Frederick, pekan lalu.

Berdasarkan data BPS Kaltim-Kaltara, sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi Kaltara masih ditopang sektor pertambangan dan penggalian (1,55 persen). Kemudian, disusul sektor konstruksi (1,01 persen) dan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (0,96 persen). Sektor pertambangan, khususnya batu bara, masih tertinggi karena adanya peningkatan ekspor dan proyeksi harganya yang stabil tahun ini.

“Namun, Kaltara tetap memberikan perhatian untuk sektor lainnya yang juga mendukung perumbuhan ekonomi. Jadi, tidak hanya mengandalkan sektor pertambangan, tapi juga sektor lainnya,” ujar Frederick.

Sementara itu, menurut Kepala Bagian Perekonomian Biro Perekonomian Setprov Kaltara Hasan Basri, selama ini perkembangan ekonomi Kaltara juga masih dipengaruhi dua sektor yang cukup mendominasi, yakni pertambangan dan perkebunan.

Dia menjelaskan, dua sektor tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap pergerakan ekonomi di provinsi bungsu ini. Apalagi, harga batu bara dan kelapa sawit sedang dalam tren kenaikan. Selain itu, harga minyak dan gas bumi juga sedang membaik.

“Sebagian besar masyarakat kita masih tergantung dari dua sektor itu (pertambangan dan perkebunan). Kenaikan harga batu bara dan CPO (crude palm oil) juga memengaruhi ekonomi Kaltara,” ungkapnya.

Selain sektor pertambangan dan perkebunan, adanya program pembangunan yang sedang giat dilakukan di Kaltara, baik dari pusat maupun pemerintah daerah, juga ikut mendorong pergerakan ekonomi masyarakat. Di antaranya proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara ikut meningkatkan daya beli masyarakat. Proyek-proyek tersebut juga berperan dalam menyerap banyak tenaga kerja. (rus/fen)

 

Target Pertumbuhan Ekonomi Kaltara (Dalam RPJMD 2016-2021)

                                                      2017  2018  2019 2020 2021

Kabupaten Bulungan                    4,24   4,07   3,91   3,76   3,62

Kabupaten Malinau                       7,77   7,86   8,95   8,15   8,33

Kabupaten Nunukan                     1,63   2,72   3,82   4,91   6

Kabupaten Tana Tidung               7        7,5      8          8,5      8,76

Kota Tarakan                                7,16   7,22   7,28   7,34   7,4

Kalimantan Utara                           6,21   6,76   7,37   8,04   8,76

Sumber: Bappeda Litbang Kaltara


BACA JUGA

Senin, 10 September 2018 15:09

Rp 100 Miliar untuk Pelaku Usaha

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Perindustrian perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindakop dan UKM)…

Senin, 10 September 2018 15:04

Sulit Tentukan HET Daging Ayam

TANJUNG SELOR – Belum adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) ayam, jadi celah pedegang menetapkan…

Senin, 10 September 2018 15:03

Ongkos Angkut Disetarakan Harga dengan SOA

DINAS Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kaltara tengah menyusun rancangan…

Senin, 10 September 2018 14:48

Harga Masih Anjlok

MESKI kurs dolar menguat dan diprediksi sebagian pengamat ekonomi lokal, bakal berdampak positif terhadap…

Senin, 10 September 2018 14:46

Produksi Tambak Udang Masih Jauh dari Harapan

TARAKAN – Potensi budidaya tambak diharapkan mampu bersaing menjadi salah satu sektor yang membangkitkan…

Jumat, 07 September 2018 14:21

Berhemat, Solusi Hadapi Melemahnya Rupiah

NILAI tukar rupiah yang mencapai Rp 15 ribu per USD 1, membuat masyarakat kian panik. Namun, kenaikan…

Jumat, 07 September 2018 14:17

Dolar Naik, Momentum Genjot Ekspor

TARAKAN – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto bersyukur,…

Kamis, 06 September 2018 17:27

Budidaya Rumput Laut Perlu Diatur

BUDIDAYA rumput laut di Kaltara cukup menjanjikan. Beberapa petani rumput laut, baik di Tarakan maupun…

Kamis, 06 September 2018 17:21

Agustus, Tarakan Alami Deflasi

TARAKAN – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam mengendalikan inflasi, masih terjaga.…

Kamis, 06 September 2018 17:16

Dolar Melonjak, Hindari Belanja Barang Impor

TARAKAN - Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika yang mencapai puncaknya dalam dua hari terakhir,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .