MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Minggu, 11 Februari 2018 14:49
Petugas Avsec Nyambi Jadi Kurir Narkoba

Ngaku Sering Bantu Loloskan Sabu-Sabu

BAWA SABU-SABU: Oknum petugas Avsec, AR (dua dari kiri) saat tiba Bandara Juwata Tarakan, Ahad (10/2). Foto kanan, barang bukti yang diamankan dari AR.

PROKAL.CO, TARAKAN – Di tengah gencarnya aparat keamanan maupun pihak lain memerangi narkoba, tindakan tidak terpuji justru ditunjukkan oknum petugas Avsec Bandara Juwata Tarakan berinisial AR (48).

Oknum petugas Avsec yang berstatus sebagai PNS itu berhasil ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim saat tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan pada Kamis (8/2), sekira pukul 07.15 Wita. AR membawa 1 kilogram sabu-sabu.

“Pada saat dilakukan penangkapan didapat barang bukti sabu di badannya, kurang lebih 1 kilogram. Kemudian tersangka kami bawa ke Mapolda untuk dilakukan pengembangan,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Akhmad Shaury di Bandara Juwata Tarakan, Ahad (10/2).

Keberhasilan menangkap AR, beber perwira polisi berpangkat melati tiga ini, berkat informasi dari personel Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Polres Tarakan bahwa akan ada pengirimian narkoba ke Balikpapan, beberapa hari lalu.

Namun, jauh sebelum itu, pihaknya memang sudah mengincar AR, berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat. Kemudian, dilakukan penyelidikan hingga akhirnya AR dijadikan sebagai target operasi oleh Dir Reserse Narkoba Polda Kaltim.

“Kita tahu bagi Bandara Juwata Tarakan ini dijadikan titik penting atau pintu gerbang penting peredaran manusia atau barang. Ternyata kami peroleh fakta bahwa di sini relatif sangat mudah narkoba keluar masuk di sini,” jelasnya.

Sehari sebelum penangkapan, Rabu (7/2), anggotanya meningkatkan penyelidikan dengan mengecek semua manifes dari setiap maskapai yang tiba di Balikpapan, mulai pagi hingga malam hari.

Karena tidak membuahkan hasil, penyelidikan dilanjutkan Kamis pagi dengan kegiatan yang sama. Hingga tibalah AR yang menumpangi pesawat Lion Air menginjakkan kaki di bandara Balikpapan sekira pukul pukul 07.00 Wita.

Tanpa banyak pertimbangan lagi, AR langsung diringkus dan di bawa ke dalam sebuah mobil yang telah disiapkan. Hasil penggeledahan ditemukan sekitar 1 kilogram sabu di dalam bajunya.

Menurut Akhmad Shaury, AR mengaku sebagai kurir sabu. Namun, pihaknya masih mengembangkan lebih lanjut darimana barang haram tersebut diperolehnya. Karena itu, untuk kepentingan penyidikan, AR diamankan di Mapolda Kaltim di Balikpapan. 

Selain mencari siapa pemilik sesungguhnya terhadap barang haram tersebut, pihaknya juga menyelidiki kemungkinan adanya orang-orang ikut membantu meloloskan AR bersama sabunya dari Bandara Juwata Tarakan. 

“Ini pertanyaan yang kami harus jawab bersama. Ini pertanyaan yang harus kami gali, kenapa bisa lolos oleh aparat yang mempunyai tugas dan tanggung jawab di bidang pengamanan. Semua pihak yang terlibat akan kami periksa,” tuturnya.

Namun, menurut Akhmad Shaury, berdasarkan keterangan AR, dia sudah sering membantu meloloskan sabu dari Bandara Juwata Tarakan sejak 2010, tidak hanya ke Kaltim, tapi juga di luar Kaltim.

Hanya saja, Akhmad Shaury enggan membeberkan upah yang diterima AR dari hasil kurir sabu. Selain itu, AR juga positif pengguna narkoba. AR sendiri akan dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) UU Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bandara Juwata Tarakan M Auriyadin Saleh, membenarkan bahwa AR adalah PNS di Bandara Juwata Tarakan sebagai petugas Avsec.

“Yang bersangkutan sebagai tersangka benar adalah pegawai Bandara Juwata Tarakan sebagai tenaga Avsec. Dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepegawaian bahwa yang bersangkutan tidak dalam rangka izin dan dinas, akan tetapi urusan pribadi. Untuk itu, kami serahkan kepada pihak berwajib untuk proses selanjutnya dan kami menunggu perkembangan selanjutnya,” ujarnya.

Di pihak lain, salah satu porter Bandara Juwata Tarakan yang tak mau disebutkan namanya, mengaku tak heran jika AR terlibat narkoba, karena sudah lama bermain-main dengan sabu-sabu.

“Sudah lama dulu makai sejak 2010,” ujar petugas porter tersebut. (mrs/fen)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 14:48

Terduga Teroris Dikenal Tertutup

TARAKAN - Tertangkapnya terduga teroris berinisial AS, beberapa hari lalu, masih menjadi tanda tanya…

Sabtu, 19 Mei 2018 14:03

Dukung Penutupan Lokalisasi

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan hanya tinggal menunggu aksi dari Dinas Sosial Kalimantan Utara…

Sabtu, 19 Mei 2018 14:02

Ditinggal ke Sekolah, Rumah Disatroni Maling

TARAKAN – Pesan Bang Napi bahwa kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi…

Sabtu, 19 Mei 2018 14:00

Warga Filipina Diproses Imigrasi

TARAKAN – Lima warga negara asal Filipina yang terdampar di Pulau Bunyu, Bulungan, beberapa hari…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:58

Ngaku Bawa Bom, Penumpang Lion Diamankan Petugas Avsec

TARAKAN – Bercanda bukan sesuatu yang dilarang. Namun, harus pula disesuaikan dengan situasi dan…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:57

Sempat Disegel, Selesai secara Kekeluargaan

TARAKAN – Pembayaran pembangunan gedung baru di SMKN 2 Tarakan yang belum diselesaikan, memantik…

Jumat, 18 Mei 2018 14:36

Perbaiki Kerusakan Jalan di 37 Titik

TARAKAN - Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan, Maudi memastikan…

Jumat, 18 Mei 2018 14:34

Jalan Peningki Laid Berhias Lubang

TARAKAN – Perbaikan ruas jalan yang dilakukan Pemkot Tarakan, masih belum menuntaskan jalan rusak…

Jumat, 18 Mei 2018 14:33

Ojek Online Tak Diatur Permenhub

TARAKAN – Beroperasinya transportasi umum dalam jaringan (daring) atau online kendaraan roda dua…

Jumat, 18 Mei 2018 14:27

Warga Diimbau Tetap Tenang

TERTANGKAPNYA seseorang yang melakukan teror lewat video 2 menit 50 detik, Pemkot Tarakan langsung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .