MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 10 Februari 2018 13:06
Rekomendasi KNKT Harus Dilaksanakan
BELUM DIPATUHI: Barang penumpang masih disimpan di atap speedboat.

PROKAL.CO, TARAKAN – Sejumlah rekomendasi diterbitkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terhadap hasil investigasi kecelakaan speedboat Rejeki Baru Kharisma dan Anugrah Express.

Rekomendasi tersebut ditujukan untuk semua pihak yang terkait. Mulai dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan, Dinas Perhubungan Tarakan dan Bulungan, serta pemilik atau operator speedboat.

Rekomendasi tersebut dinilai pengamat transportasi Djoko Setijo Warno, wajar ditujukan kepada semua pihak sebagai bentuk keseriusan untuk segera melakukan pembenahan terhadap penerapan aturan-aturan keselamatan demi terciptanya pelayaran yang aman di Kalimantan Utara.

“Saya biasa mengamati darat, tapi memang harus kita perbaikilah di laut. Ini mungkin terlalu banyak dan kita mungkin lupa. Kalau dikatakan lalai, iya, tapi harus diperbaiki,” ujar Djoko Setijo Warno, Kamis (8/2).

Yang dikhawatirkannya jangan sampai rekomendasi tersebut hanya sebatas seremonial untuk melengkapi proses pemeriksaan. Namun, tidak direalisasikan seutuhnya oleh pihak terkait. 

“Harusnya segera berbenah terhadap semua pihak yang diberikan rekomendasi. Ya, rekomendasi sudah diberikan sebenarnya. Tapi enggak dikerjakan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, dengan kasus terbaliknya SB Anugrah Express yang menewaskan 9 orang setelah menabrak kayu yang hanyut di Sungai Kayan, Bulungan. Dengan musibah tersebut, instansi terkait mestinya melakukan pembersihan sungai dari kotoran-kotoran yang bisa menghambat laju speedboat.

“Kelalaian ini jangan terulang kembali. Makanya rekomendasi ini segera dilakukan oleh masing-masing instansi,” tegasnya.

Contoh lain adalah pendataan penumpang di dalam manifes. Menurutnya, sudah saatnya dinas terkait menggunakan pendataan secara elektronik seperti kereta api, kapal Pelni, ataupun pesawat udara.

Begitupun penumpang yang masuk ke pelabuhan speedboat. Menurutnya, sudah saatnya memberlakukan seperti di sistem  pesawat udara. Dimana penumpang yang masuk terminal hanya mereka yang benar-benar akan berangkat. Namun, hal itu memang harus didukung sarana dan prasarana.

“Kalau ke sana jauh, ya sediakan busnya, jemput orang jalan kaki. Busnya enggak ada, perhubungan sini bisa minta ke pusat. Sekarang ada pengadaan bus, minta saja dua,” sarannya.

Jika kondisinya seperti Pelabuhan Tengkayu I yang sedang dalam pengembangan, menurutnya, tidak perlu tunggu sampai selesai. Mestinya dari sekarang sudah harus berbenah dengan melaksanakan rekomendasi KNKT. Jika itu dilakukan, ia yakin bisa mengurangi potensi kecelakaan pelayaran.  

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas III Tarakan Letkol Pelaut Abdul Rahman berkomitmen untuk melaksanakan apa yang sudah direkomendasikan oleh KNKT. Bahkan, sebelum terbaliknya SB Rejeki Baru Kharisma, Oktober tahun lalu, pihaknya rutin melakukan pengawasan.

“Dari awal sudah kami laksanakan pada saat mereka menerbitkan sertifikasinya. Semuanya sudah diperiksa mulai dari alat-alat keselamatan, alat penolong dan segala macam di atas kapal, kami sudah melaksanakan pada saat perpanjangan sertifikat, termasuk life jacket anak-anak. Kami sudah sampaikan itu bahwa harus ada,” ujar Abdul Rahman.

Namun, ia pun mengakui kenyataan di lapangan masih ada pemilik atau operator speedboat yang mengindahkan imbauan. Sehingga, saat kondisi memerlukan peralatan tersebut, tidak tersedia untuk penumpang.

Meski demikian, pihaknya akan terus berbenah. Termasuk juga tidak mentoleransi penumpang yang mencoba naik speedboat saat manifes sudah sesuai kapasitas penumpang.

“Apabila ada kelebihan penumpang pasti kami turunkan, satu orang saja kami turunkan. Kalau mengenai kelebihan barang, sampai saat ini kami masih berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan seperti apa penanganan kelebihan barang ini. Karena kalau misalnya kami tiba-tiba stop kelebihan barang itu, kecuali barang penumpang, mau dibawa kemana,” tuturnya.

Khusus barang-barang, perwira aktif TNI AL ini berharap Dinas Perhubungan bisa menyiapkan speedboat khusus untuk mengangkut barang. Atau jika tidak bisa, dapat menyiapkan regulasi khusus terkait berat barang yang bisa dibawa dalam setiap speedboat. Sehingga, tidak mengganggu pelayaran penumpang speedboat.

Ia juga memastikan pihaknya sudah banyak melakukan pembenahan pascatragedi terbaliknya SB Rejeki Baru Kharisma. Misal, dengan mengeluarkan surat semacam pengumuman yang ditujukan kepada dinas terkait, pemilik speedboat dan nakhoda maupun operator terkait keselamatan. Termasuk pengawasan di lapangan.

“Terutama penggunaan life jacket atau nakhoda menyampaikan pengumuman di atas kapal seperti apa sebelum berlayar, nomor-nomor kursi sudah, dan ke depan ini kami akan membuat call center atau pengaduan. Nanti kami akan tempel di seluruh kapal yang masuk maupun keluar. Apabila ditemukan ada kelebihan penumpang atau terjadi emergency segera melaporkan ke KSOP,” ujarnya. (mrs/fen)

 

 

Rekomendasi KNKT

 

Ditjen Perhubungan Laut

-         Membuat peraturan tentang petunjuk tenis dan administrasi pembuatan speeboat (kapal cepat bermesin tempel) untuk mengangkut penumpang yang dapat dipergunakan oleh marine inspector dalam melakukan pengecekan terhadap kelayakan speedboat yang berisikan tentang pembuatan dan pegesahan gambar teknik, persyaratan konstruksi, perlengkapan peralatan keselamatan, sistem permesinan motor tempel dan kelistrikan serta pengawakannya.

-         Membuat prosedur atau tata cara pendataan penumpang yang akan naik speedboat sehingga operator speedboat memiliki panduan atau juknis yang seragam.

 

KSOP Kelas III Tarakan

-         Agar melaksanakan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut nomor UM.003/16DK.16 tentang peningkatan keselamatan speedboat kecepatan tinggi.

-         Melakukan pengawasan terhadap surat instruksi Dirjen Perhubungan Laut nomor UM.008/1/11/DJPL-17 tentang kewajiban nakhoda dalam penangangan penumpang selama pelayaran.

 

Dinas Perhubungan Kota Tarakan

-         Memastikan proses embarkasi dan debarkasi penumpang yang dimulai dengan pembelian tiket, penumpang naik ke speedboat dengan menunjukkan tiket yang dimiliki serta memastikan nama-nama yang tertera pada tiket tersebut sesuai dengan identitas yang dimiliki, sehingga tercipta tata kelola pelabuhan yang baik dan aman.

-         Agar melaksanakan segera peningkatan sistem pelayanan kegiatan transportasi laut yang berada di dermaga Tengkayu I Tarakan sesuai surat nomor UM.003/6/16/KSOP.TRK.17 tertanggal 27 Juli 2017, yang meliputi hal-hal:

  1. Penertiban penjualan tiket untuk tidak berada di dermaga. Harus berada di loket yang telah disiapkan dan meminta identitas penumpang yang akan berangkat.
  2. Penertiban orang-orang yang tidak berkepentingan yang berada di dermaga.
  3. Penertiban kendaraan-kendaraan yang berada di dermaga.
  4. Penggunaan atribut atau tanda pengenal bagi setiap petugas loket, agen dan awak speedboat.
  5. Penertiban pemeriksaan di pos penjagaan sebelum masuk ke dermaga agar orang-orang yang tidak berkepentingan di larang masuk.
  6. Pembuatan dan pemberlakuan pas pelabuhan.

 

Dinas Perhubungan Kabupaten Bulungan

-         Memastikan gambar speedboat telah diperiksa dan disahkan sebelum menerbitkan.

-         Memastikan agar terdapat pintu/jendela darurat yang bertuliskan “Emergency Exit” pada kedua sisi speedboat yang ukurannya memadai untuk kepentingan evakuasi keadaan darurat.

-         Agar tidak menggunakan tangki bahan bakar sebagai tempat duduk penumpang karena sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang.

-         Agar tempat duduk penumpang dengan posisi berhadapan pada ruang penumpang depan dan belakang agar diubah posisi tempat duduk dengan mengarah ke depan.

 

Pemilik/Operator Speedboat

-         Agar awak speedboat memiliki sertifikat keterampilan BST (Basic Safety Training).

-         Meningkatkan perawatan terhadap peralatan keselamatan di atas speedboat.

-         Memastikan bahwa seluruh awak sepeedboat menggunakan seragam yang mudah dikenali penumpang sebagai awak speedboat.

-         Agar akses jalur evakuasi yang menyempit yang dapat memperlambat proses evakuasi dirubah, sehingga tidak menghalangi jalur evakuasi ketika terjadi kecelakaan.

-         Menyusun penempatan dan pembuatan jalur evakuasi penumpang yang jelas agar akses keluar lebih efektif untuk penyelamatan diri.

-         Adanya perencanaan prosedur dan alur evakuasi yang baik dapat membantu penumpang menghadapi kondisi darurat di speedboat.


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 11:52

ESDM Target Selesai Dua Bulan

TANJUNG SELOR – Dewan Energi Nasional (DEN) sudah memberikan deadline atau tenggat waktu kepada…

Selasa, 20 Februari 2018 11:42

DPR Awasi PLTU Gunung Seriang

TARAKAN – Anggota Komisi VII DPR RI asal Kaltara, Ary Yusnita menegaskan akan terus memantau pembangunan…

Selasa, 20 Februari 2018 11:34

Ganti Rugi Kembali Dibahas

WAKIL Bupati Bulungan Ingkong Ala menyatakan persoalan lahan yang akan dibangun pembangkit listrik tenaga…

Senin, 19 Februari 2018 12:25

RS Tipe B Butuh 23 Dokter

TANJUNG SELOR – Menyusul percepatan realisasi pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B Provinsi Kaltara…

Senin, 19 Februari 2018 11:06

Rendah Karhutla, Dishut Tetap Antisipasi

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara Syarifuddin mengatakan, Kalimantan Utara…

Senin, 19 Februari 2018 10:52

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

TANJUNG SELOR – Penjualan Albothyl masih terdapat di sejumlah apotek di Tanjung Selor, Bulungan.…

Senin, 19 Februari 2018 10:50

Alat Praktik Siswa Dilengkapi Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Kunjungan kerja Gubernur Kaltara Irianto Lambrie ke Pulau Sebatik, Nunukan, Kamis…

Minggu, 18 Februari 2018 14:05

Suplai Listrik ke Dua Desa Bakal Molor

TANJUNG SELOR - Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala menyatakan persoalan jaringan listrik yang hingga…

Minggu, 18 Februari 2018 14:03

Parpol Diminta Lengkapi Laporan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara telah menganggarkan dana bantuan untuk partai politik (banpol)…

Minggu, 18 Februari 2018 14:02

Banjir Rendam Dua Desa

TANJUNG SELOR - Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Kabupeten Bulungan sejak beberapa hari…

Wali Kota Tarakan Bisa Dicopot, Jika Tak Mau Mengalihkan Tiga UPTD Perikanan

Penetapan NIK Ditarget Pekan Ini, Ishak: Semua Tergantung BKN

Kapolres Tegaskan Murni Kecelakaan

Diskes dan Polisi Masih Tunggu Hasil Lab

Banjir ‘Hantui’ Warga Kaltara

Banjir Rendam Dua Desa

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?

Pembenahan Gudang Farmasi Kaltara, Ditargetkan Rampung Sepekan

Rela Antre demi Dokter Spesialis

Sebatik Jadi Sentra Kelautan dan Perikanan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .