MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 10 Februari 2018 13:02
BTA Wewenang Pusat, Pemprov Tunggu Ketua Menteri Sabah Bahas Kapal Kayu

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Indonesia dan Malaysia sedang melakukan peninjauan ulang terhadap perjanjian perdagangan lintas batas negara.

Salah satu yang menjadi fokus dalam perjanjian perdagangan lintas batas ini adalah terkait revisi border trade agreement (BTA) yang besar nilai transaksinya saat ini 600 ringgit Malaysia (RM). Sebagai provinsi yang berbatasan dengan Malaysia, Kaltara juga memiliki kepentingan dan perjanjian perdagangan lintas batas ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Frederick Ellia Gugkang mengatakan, pembahasan BTA merupakan kewenangan pemerintah pusat. Menurut informasi yang diterimanya, proses revisi BTA tersebut masih dilakukan antara Indonesia dan Malaysia.

Revisi BTA Indonesia-Malaysia merupakan hal yang sangat penting karena BTA yang ditandatangani pada 1970 sudah tidak dapat mengakomodasi aktivitas perdagangan perbatasan di wilayah perbatasan kedua negara. “Dulu maksimal transaksi RM 600, sekarang uang segitu dapat apa? Tapi berapa batas maksinal transaksi sekarang saya belum tahu,” ujar Frederick, Kamis (8/2) lalu.

Lulusan S-2 University of Georgia, Amerika Serikat ini menuturkan, pihak Malaysia sudah setuju adanya revisi BTA. Pembicaraannya, dilakukan antara pemerintah pusat dengan Kerajaan Malaysia, bukan dengan Sabah. “Dengan adanya revisi, keuntungan jika batasnya ditambah, barang bawaan bisa lebih banyak,” tambahnya.

Sementara, Pemprov Kaltara sedang berupaya melakukan pembicaraan dengan Sabah terkait persetujuan penggunaan kapal kayu dari Nunukan ke Tawau. Frederick menyebut seharusnya Gubernur Kaltara Irianto Lambrie melakukan pertemuan dengan Ketua Menteri Sabah Y.A.B. Tan Sri Datuk Seri Panglima Musa Haji Aman pada Januari lalu.

“Namun, pertemuan itu tidak terlaksana karena mereka sedang sibuk mengurusi pemilihan umum,” terangnya.

Penggunaan kapal kayu yang selama ini digunakan masyarakat perbatasan ke Tawau, Malaysia dilarang karena tidak sesuai dengan standar tentang kapal yang seharusnya terbuat dari besi.

Namun, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kaltara Hartono menyebut masyarakat di Sebatik, Nunukan, sebenarnya tidak perlu khawatir untuk mendapatkan barang kebutuhan pokok, meski kapal kayu dilarang ke Malaysia. Pasalnya, pemerintah sudah memberikan banyak program untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perbatasan.

Pemerintah sudah menyiapkan tol laut untuk mengirim barang langsung ke Sebatik dan Nunukan. Selain itu, Bulog juga sudah menyuplai berbagai bahan kebutuhan pokok ke dua wilayah tersebut. (rus/fen)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 16:05

Tenaga Pendidik Paling Banyak Tersedia di Malinau

KUOTA formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Malinau sudah dirilis. Sebanyak…

Kamis, 20 September 2018 16:03

Formasi Diumumkan Serentak lewat Website

TANJUNG SELOR – Formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) lingkup Pemprov Kaltara maupun 4 kabupaten…

Rabu, 19 September 2018 14:29

Tingkatkan Infrastruktur, Ekonomi Membaik

TANJUNG SELOR - Dalam beberapa tahun terakhir, Pemprov Kaltara fokus pembangunan infrastruktur untuk…

Rabu, 19 September 2018 14:24

Diharapkan Bakal Jadi Tulang Punggung Pertamina

Potensi minyak bumi di Kalimantan Utara kini tidak lagi hanya bertumpu pada eksplorasi di Tarakan dan…

Rabu, 19 September 2018 14:17

Barang Ilegal Masuk Menggunakan Kapal Nelayan

PENGAWASAN terhadap barang-barang ilegal dari Tawau, Malaysia, dilakukan secara ketat oleh aparat keamanan…

Selasa, 18 September 2018 14:44

Warga Filipina Bawa Sabu 5 Kg

TANJUNG SELOR – Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Batalyon Infantri…

Selasa, 18 September 2018 14:42

Dua WNI yang Diculik Belum Terdeteksi

TANJUNG SELOR – Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia telah menindaklanjuti penculikan…

Selasa, 18 September 2018 14:34

Penumpang Pesawat Dikalungkan Bunga, KSOP Bagi Baju Pelampung

Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-47 di Tarakan, kemarin (17/9), diperingati dengan cara beda…

Senin, 17 September 2018 17:10

Tarakan Tak Dapat Formasi CPNS

TANJUNG SELOR - Tahun ini Pemerintah Provinsi Kaltara kembali mendapatkan jatah untuk penerimaan Calon…

Senin, 17 September 2018 17:02

Dahulu Uang Admnistrasi Kartu ATM Dikuasasi Asing

Gerak perekonomian Kalimantan Utara terus berkembang mengikuti teknologi. Salah satunya berupa penggunaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .