MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Kamis, 08 Februari 2018 12:39
Pengembang Mulai Lirik Kaltara

Perumahan Tak Sebanding Pertumbuhan Penduduk

INVESTASI: Wakil Gubernur Kaltara Udin Hianggio meletakkan batu pertama pembangunan perumahan di Km 4 Tanjung Selor, Rabu (7/2).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Ibu kota Kalimantan Utara mulai dilirik para pengembang untuk membangun perumahan. Pasalnya, Tanjung Selor dinilai memiliki prospek di sektor properti.

Apalagi, sebagai ibu kota Kaltara, kini mulai banyak pendatang ke Tanjung Selor yang ingin mengadu nasib. Belum lagi rencana sejumlah investasi yang akan masuk ke Kabupaten Bulungan seperti pembangunan PLTA dan kawasan industri.

Saat ini, Kaltara terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan, baik dari sisi pembangunan infrastruktur hingga pertambahan jumlah penduduk imbas dari bertambahnya jumlah pegawai pemerintahan. Itu yang kini ditangkap oleh para pengembang sebagai modal yang bagus untuk semakin banyak membangun rumah.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Pengembang Indonesia (PI) Barkah Hidayat memprediksi kebutuhan perumahan di Kaltara dalam dua tahun ke depan mencapai 3.000 unit. Bertambahnya instansi pemerintah yang ada di Kaltara, bakal ikut menambah jumlah penduduk yang membutuhkan rumah.

“Peluang ini yang harus ditangkap oleh teman-teman di daerah. Saya sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan menyampaikan bahwa di provinsi perbatasan harus dibangun perumahan untuk masyarakat menengah ke bawah. Di Tanjung Selor, Tarakan, Tana Tidung, dan Nunukan tahun ini mulai dikembangkan,” ujarnya, Rabu (7/2).

Barkah menyatakan tahun ini Pengembang Indonesia menargetkan bisa membangun perumahan di Kaltara sebanyak 2.000 unit. Jumlah tersebut, kata dia, juga sudah disampaikan ke pemerintah dan sudah disiapkan dana subsidinya. Pembangunan perumahan di Kaltara ini akan ikut membantu pemerintah dalam menjalankan program sejuta rumah.

“Kami juga mengajak 4-5 perbankan untuk pembiayaannya. Jadi, sudah ada subsidi dari pemerintah dengan bunga KPR hanya 5 persen untuk rumah tipe 36. Cicilannya hanya Rp 800 ribuan,” terangnya.

Tak hanya wilayah perkotaan saja yang bakal disasar, daerah-daerah pinggiran juga mulai dilirik untuk dikembangkan perumahan. Pasalnya, ada peluang pengembangan perumahan di kecamatan-kecamatan yang mencapai 70-200 unit. “Kami menginisiasi program satu hektare satu kecamatan. Pangsa pasarnya hingga 200 unit rumah bisa dibangun, namun tidak langsung sekaligus semua kecamatan. Mungkin mulai dari yang dekat kota lebih dulu,” ungkapnya.

Perumahan bersubsidi, lanjutnya, saat ini menjadi pilihan para pengembang di Indonesia. Berdasarkan perkembangan pengembang perumahan secara nasional, yang biasanya bermain di real estate juga kini mulai menyasar sektor rumah subsidi ini. Alasannya, pangsa pasarnya yang lebih banyak dan risiko kredit macetnya lebih kecil.

Sementara itu, Bupati Bulungan Sudjati mengakui saat ini pembangunan rumah di Bulungan tidak sebanding dengan kenaikan jumlah penduduknya. Permintaan rumah setiap pun tahun selalu mengalami kenaikan. “Permintaan cukup banyak. Pegawai saja yang ada masih banyak yang ngekos atau menginap di hotel. Karena tidak imbang jumlah pembangunannya,” ujar Sudjati.

Dia mengatakan, jumlah pengusaha pengembang perumahan sudah banyak yang menyatakan minatnya ke Bulungan. Namun, hanya beberapa pengembang saja yang serius melakukan pembangunan perumahan. Antara lain yang saat ini dikembangkan adalah di daerah Selimau (Kelurahan Tanjung Selor Timur), Km 4 dan Km 9 jalan poros Tanjung Selor-Tanah Kuning.

Dilihat dari jumlah lahannya, Sudjati mengatakan, di Bulungan lokasinya masih sangat luas. Namun, dia berharap rumah-rumah yang akan dibangun di Bulungan tidak terlalu sempit. Dia mencontohkan, pembangunan rumah bisa seperti yang ada di Perumahan Korpri di Jalan Sengkawit.

Soal dukungan Pemkab untuk pengembangan perumahan, Sudjati menyatakan pihaknya siap memberikan berbagai kemudahan. “Untuk proses perizinan akan kami percepat kalau memang sudah legal. Kami membuka peluang untuk itu dan sudah banyak yang berminat karena potensinya besar, hanya memang yang serius baru sedikit,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 12:52

Banyak Wajib Pajak Tak Patuh

TARAKAN – Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Tarakan Fery Choly…

Senin, 10 Desember 2018 12:51

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Wanti-wanti terhadap rencana investasi di Kalimantan Utara,…

Senin, 10 Desember 2018 12:50

Non Pertambangan Kurang Dilirik Eksportir

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara tidak hanya memiliki potensi di…

Senin, 10 Desember 2018 09:57

Infrastruktur Pengaruhi Geliat Ekonomi

TANJUNG SELOR – Salah satu poin di Rencana Pembangunan Jangka…

Minggu, 09 Desember 2018 11:24

Kabupaten dan Kota Diinstruksikan Operasi Pasar

TANJUNG SELOR – Untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang Natal dan…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:37

Oktober, Serapan 61,7 Persen

SERAPAN anggaran Pemkab Bulungan hingga Oktober lalu sebesar Rp 797,7…

Jumat, 07 Desember 2018 11:38

Akan Tambah Produksi Bawang Merah

TANJUNG SELOR – Bawang merah akan dijadikan komoditas unggulan oleh…

Jumat, 07 Desember 2018 11:32

Pertanian dan Perkebunan Berpotensi Dikembangkan

TANJUNG SELOR – Pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di Kalimantan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

PPN dan PPh Hanya Dongkrak 10 Persen

TARAKAN – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan masih harus…

Jumat, 07 Desember 2018 11:29

Perusahaan Wajib Patuh

SETELAH disepakati antara serikat buruh dan Asosiasi Pengusaha Seluruh Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .