MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 08 Februari 2018 12:35
Kepala Diskes Ngaku Kecolongan
Subono Samsudi

PROKAL.CO, SISI pengawasan tidak luput dari kasus dugaan keracunan makanan yang dialami 43 siswa SMPN 2 Tarakan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kesehatan dinilai punya tanggung jawab dalam mengawasi makanan yang disajikan di sekolah-sekolah.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Subono Samsudi, sebenarnya sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Baik melalui Dinas Kesehatan maupun lewat puskesmas.

Misal, pembinaan terhadap Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Ini tidak hanya dilakukan terhadap siswa, tapi juga kepada guru-guru dengan memberikan pengetahuan tentang cara membuat makanan yang sehat, bahan makanan apa saja yang tidak boleh digunakan, dan sebagainya.  Namun, dengan kejadian ini, Subono mengakui pihaknya kecolongan dalam hal pengawasan

“Boleh dikatakan seperti itu (kecolongan),” ujar Subono ditemui disela menjenguk korban dugaan keracunan makanan di Puskesmas Karang Rejo, Rabu (7/2).

Sampai kemarin, pihaknya belum mengetahui persis sumber dugaan keracunan makanan ini. Hanya saja beberapa sumber yang ia dengar dari sejumlah korban, diduga berasal dari nasi uduk yang disajikan di kantin tersebut.

Namun, untuk kepastiannya, Subono menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diambil. Tidak hanya mengambil contoh nasi uduk, tapi juga menu lainnya.

Pascakejadian itu, pihaknya mengerahkan seluruh petugas di Puskesmas Karang Rejo di tambah sejumlah ambulans milik beberapa puskesmas di Tarakan untuk membantu. Subono juga memastikan biaya perawatan bagi korban yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, menjadi beban Pemkot Tarakan. 

Akibat peristiwa ini, Pemkot Tarakan juga mengeluarkan status kejadian luar biasa (KLB). Kejadian ini merupakan yang terbesar jumlah korbannya sejak tiga tahun terkahir. “Keracunan makanan ini kami nyatakan KLB, walaupun jumlahnya 5, 10, 40 apalagi. Selama saya di Dinas Kesehatan, ini yang terbanyak. Sebelumnya pernah di TK yang penyebabnya air, tapi tidak sebanyak ini,” ungkapnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:31

Waspada Ancaman di Perbatasan

TARAKAN – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan aparat keamanan akan…

Kamis, 13 Desember 2018 10:29

Bocah 4 Tahun Terseret Arus

TANJUNG SELOR – Suasana di kamar jenazah RSD dr H…

Rabu, 12 Desember 2018 09:53

GIMANA NIH..!! Penyaluran Dana Desa Tersendat di Kabupaten

PENYALURAN dana desa tahap ketiga ke rekening kas umum daerah…

Rabu, 12 Desember 2018 09:52

Dana Transfer Naik Rp 514 M

JAKARTA – Kabar gembira bagi masyarakat Kalimantan Utara. Pasalnya, provinsi…

Selasa, 11 Desember 2018 10:08

Diskominfo Kejar Target Nasional

TANJUNG SELOR – Pemerintah menargetkan pada 2020 mendatang tidak ada…

Selasa, 11 Desember 2018 10:02

Pemprov Raih Predikat Kepatuhan Tinggi

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kaltara menerima penghargaan anugerah predikat kepatuhan…

Senin, 10 Desember 2018 09:58

Sembilan Kali Penyelundupan Kepiting Digagalkan

TANJUNG SELOR – Bisnis ilegal kepiting bertelur, masih sulit dihentikan.…

Minggu, 09 Desember 2018 11:32

Sembilan Titik Rawan Laka

TANJUNG SELOR – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara memetakan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:07

Dua OPD Pemprov Naik Status

TANJUNG SELOR – Terjadi perubahan tipe organisasi perangkat daerah (OPD)…

Minggu, 09 Desember 2018 11:05

Sembilan Peserta SKB Tak Hadir

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Pemprov…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .