MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 31 Januari 2018 15:12
BNNP Kaltara Sebut Ada Pabrik Narkoba di Tawau
MUSNAHKAN NARKOBA: Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol Ery Nursatari melarutkan sabu-sabu ke dalam air, beberapa waktu lalu. Kaltara menempati nomor dua tertinggi kasus peredaran narkoba di Indonesia.

PROKAL.CO, TARAKAN - Perang terhadap narkoba terus dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara. Tidak hanya upaya penindakan saja, tapi juga pengawasan. Bahkan, BNNP telah melakukan pemantauan hingga ke daerah Tawau,  Malaysia.

Itu dilakukan karena selama ini diduga wilayah negeri jiran tersebut menjadi sumber masuknya narkoba ke Indonesia melalui Kaltara. Dari hasil investigasi yang dilakukan BNNP Kaltara, narkoba berasal dari Tawau yang masuk melalui berbagai jalur di perbatasan.

Yang lebih mencengangkan lagi, kata Kepala BNNP Kalimantan Utara Brigjen Pol Ery Nursatari, laporan dari masyarakat maupun aparat keamanan yang bertugas di Tawau mengakui ada sebuah daerah yang menjadi tempat pembuatan sabu-sabu. 

Bahkan, lokasi itu dikenal juga sebagai daerah Texas, karena banyak preman-preman yang menghuni wilayah tersebut dengan dilengkapi senjata. "Di sana ada namanya daerah Ice Box. Itu wilayahnya Tawau, tapi penduduknya adalah preman-preman orang Filipina. Polisi di sana takut masuk sana," ujar Ery Nursatari, Senin (29/1).

Ery sendiri mengaku tertantang ingin melihat langsung pabrik sabu tersebut maupun situasi dan kondisi di daerah itu. Namun, karena persoalan wilayah menjadi kendala bagi dia dan jajarannya untuk bisa menggerebek pabrik sabu-sabu itu.

Yang bisa dilakukan pihaknya saat ini terus melakukan pengasawan secara ketat terhadap masuknya narkoba ke Kaltara. Meski mengaku diberi target mengungkap kasus narkoba, namun pihaknya berupaya mendapatkan lebih dari yang ditargetkan dalam rangka memerangi masuknya barang haram tersebut ke Tanah Air.

Dengan hasil penyelidikan tersebut, ia membantah bahwa maraknya peredaran narkoba di Kaltara karena ada pabrik pembuatannya di Bumi Benuanta. Sejauh ini, pihaknya pun tidak menemukan ada pabrik pembuatan sabu-sabu di Kaltara. Sehingga, diduga sabu yang masuk memang berasal dari Tawau.

Ery sendiri prihatin dengan kondisi Kaltara. Sebab, rilis BNN Pusat menempatkan Kaltara berada di peringkat kedua bersama Kalimantan Timur dalam kasus peredaran narkoba tertinggi di Indonesia, setelah DKI Jakarta. 

Jenderal polisi bintang satu ini pun tidak memungkiri akan data itu bila melihat kenyataan di lapangan. Dimana Kaltara menjadi salah satu pintu masuk peredaran narkoba di Indonesia. "Dari penelitian BNN Pusat dan berdasarkan laporan kami juga, kita ini memang termasuk kategori rawan juga, karena masuknya narkoba banyak dari sini (Kaltara)," ujarnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 13:59

Mahasiswa Desak Revisi UU MD3, Buruh Tuntut Gaji Sesuai UMK

TANJUNG SELOR – Disahkannya Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau UU MD3 mendapat reaksi dari…

Rabu, 21 Februari 2018 13:52

Wujudkan Transparansi Pemerintahan

TANJUNG SELOR – Penekanan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie agar organisasi perangkat daerah berinovasi,…

Rabu, 21 Februari 2018 13:50

Ingatkan Pasokan Gas untuk PLTG

PEMBANGUNAN PLTG diharapkan bisa selesai tepat waktu dan segera mengalirkan listrik ke masyarakat. Meski…

Rabu, 21 Februari 2018 13:42

Pembangkit 29 MW di Bulungan

TANJUNG SELOR – Pembangunan pembangkit listrik di Kalimantan Utara mendapatkan perhatian dari…

Selasa, 20 Februari 2018 11:52

ESDM Target Selesai Dua Bulan

TANJUNG SELOR – Dewan Energi Nasional (DEN) sudah memberikan deadline atau tenggat waktu kepada…

Selasa, 20 Februari 2018 11:42

DPR Awasi PLTU Gunung Seriang

TARAKAN – Anggota Komisi VII DPR RI asal Kaltara, Ary Yusnita menegaskan akan terus memantau pembangunan…

Selasa, 20 Februari 2018 11:34

Ganti Rugi Kembali Dibahas

WAKIL Bupati Bulungan Ingkong Ala menyatakan persoalan lahan yang akan dibangun pembangkit listrik tenaga…

Senin, 19 Februari 2018 12:25

RS Tipe B Butuh 23 Dokter

TANJUNG SELOR – Menyusul percepatan realisasi pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B Provinsi Kaltara…

Senin, 19 Februari 2018 11:06

Rendah Karhutla, Dishut Tetap Antisipasi

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara Syarifuddin mengatakan, Kalimantan Utara…

Senin, 19 Februari 2018 10:52

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

TANJUNG SELOR – Penjualan Albothyl masih terdapat di sejumlah apotek di Tanjung Selor, Bulungan.…

Banjir ‘Hantui’ Warga Kaltara

Banjir Rendam Dua Desa

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?

Sebatik Jadi Sentra Kelautan dan Perikanan

Rela Antre demi Dokter Spesialis

Suplai Listrik ke Dua Desa Bakal Molor

Gunakan Arsitektur Tradisional, Setiap Bangunan Punya Nama

Pelimpahan Aset Dipantau BPK

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

RS Tipe B Butuh 23 Dokter
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .