MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 29 Januari 2018 10:26
Tak Sesuai HET, Bisa Disanksi
HARGA TAK DIPERSOALKAN: Meskipun mahal, beras premium non Bulog masih diminati warga Tarakan, karena kualitasnya dianggap lebih bagus.

PROKAL.CO, TARAKAN – Kepala Dinas Perdagagan Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Tarakan Tajuddin Tuwo mengakui harga beras jenis premium masih cukup tinggi, meski belum melewati harga eceran tertinggi (HET).

HET untuk beras jenis premium adalah Rp 13.300 per kilogram. Karena itu, dia mengingatkan kepada pedagang agar tidak menjual beras di atas HET, karena bisa dikenakan sanksi jika didapat oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan saat melakukan inspeksi mendadak.

“HET untuk beras adalah merupakan suatu ketentuan. Kita semua tahu peraturan menteri itu yang sudah memberikan patokan bahwa ini jangan dilanggar. Itu nanti Satgas Pangan yang akan menangani,” ujarnya, Jumat (26/1). 

Menurut Tajuddin Tuwo, Satgas Pangan di Tarakan sudah dibentuk, yang merupakan gabungan instansi terkait seperti Dinas Perdaganan Koperasi Usaha Kecil Menengah, Polres Tarakan dan Bulog. 

Mereka nantinya sewaktu-waktu akan turun ke lapangan memantau harga kebutuhan pangan, termasuk beras. Terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idulfitri dan Natal.

Terkait kenaikan harga beras saat ini, pihaknya sudah berupaya menstabilkan dengan meminta bantuan kepada Bulog untuk mendistribusikan beras komersil jenis medium dan premium ke pasaran dengan harga murah. 

“Beras yang kami tawarkan ke masyarakat yaitu beras medium Bulog harganya dipatok sampai ke konsumen hanya Rp 9 ribu, sedangkan HET-nya Rp 9.950 (per kilogram),” ujarnya.

Sedangkan untuk jenis premium yang kualitasnya dianggap setara dengan beras di luar Bulog, harganya hanya Rp 11 ribu per kilogram. Dua jenis beras Bulog itu sudah disebar di 160 Rumah Pangan Kita (RPK).

Namun, Tajuddin juga mengaku tingkat kepercayaan masyarakat akan kualitas beras di luar Bulog masih lebih tinggi. Sehingga, meskipun lebih mahal, warga lebih memilih mengonsumsi beras di luar Bulog. Sedangkan beras Bulog sepi peminat.

Marwah, warga Jalan Bhayangkara, Kelurahan Karang Anyar, mengaku membeli beras di atas HET. Semula sekarung berisi 20 kilogram beras jenis premium non Bulog ia beli Rp 250 ribu. Namun sekarang naik menjadi Rp 280 ribu per karung.

Jika dihitung-hitung, beras yang dibelinya Rp 14 ribu per kilogram. Namun, baginya harga tersebut tidak terlalu memberatkan dan sebanding dengan kualitas. “Alhamdulillah, tidak (memberatkan),” akunya. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Senin, 13 Agustus 2018 16:17

Pemasaran Tergantung Jenis Tanaman

TANJUNG SELOR - Kalimantan Utara mempunyai potensi untuk pengembangan sektor pertanian. Karena memiliki…

Senin, 13 Agustus 2018 16:04

Penjual Hewan Ternak Dianggap Mengganggu

TARAKAN – Penjual hewan kurban jelang Lebaran Iduladha mulai bermunculan di beberapa tempat. Keberadaan…

Minggu, 12 Agustus 2018 15:16

Pasar Jelarai Tunggu Sambungan Listrik dan Air

TANJUNG SELOR – Pasar Jelarai Selor belum bisa dimanfaatkan oleh pedagang yang sudah mendaftar…

Sabtu, 11 Agustus 2018 14:45

Harga Ikan Bawal Bisa Melejit

TUNTUTAN ekonomi memaksa nelayan harus tetap turun melaut meski cuaca dan ombak masih belum bersahabat. …

Sabtu, 11 Agustus 2018 14:44

Batasi Pasokan Ikan dari Tawau, Hanya Bergantung dari Berau

TARAKAN – Ikan layang masih tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai salah satu komoditi…

Rabu, 08 Agustus 2018 15:04

Harga Udang Makin Tak Jelas

TARAKAN - Permasalahan harga udang pokok yang tidak jelas sesuai selama ini menjadi tuntutan para petani…

Selasa, 07 Agustus 2018 13:47

Piutang Jaminan Reklamasi Capai Rp 177 M

TARAKAN – Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu bara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)…

Minggu, 05 Agustus 2018 14:39

Jelang Idul Adha, Peternak Sapi Kebanjiran Pesanan

TARAKAN - Menjelang Idul Adha beberapa pesanan sapi di Tarakan meningkat. Hal tersebut terlihat ramainya…

Sabtu, 04 Agustus 2018 12:59

Disdagkop Bantah Elpiji Melon Langka

TARAKAN - Beberapa hari ini, keberadaan tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) kosong. Masyarakat pun harus…

Jumat, 03 Agustus 2018 13:36

Kenaikan Harga Ayam Ancam Inflasi

TARAKAN – Upaya Pemerintah Provinsi Kaltara menekan inflasi yang naik pada Juni lalu hingga 2,71…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .