MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 29 Januari 2018 10:26
Tak Sesuai HET, Bisa Disanksi
HARGA TAK DIPERSOALKAN: Meskipun mahal, beras premium non Bulog masih diminati warga Tarakan, karena kualitasnya dianggap lebih bagus.

PROKAL.CO, TARAKAN – Kepala Dinas Perdagagan Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Tarakan Tajuddin Tuwo mengakui harga beras jenis premium masih cukup tinggi, meski belum melewati harga eceran tertinggi (HET).

HET untuk beras jenis premium adalah Rp 13.300 per kilogram. Karena itu, dia mengingatkan kepada pedagang agar tidak menjual beras di atas HET, karena bisa dikenakan sanksi jika didapat oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan saat melakukan inspeksi mendadak.

“HET untuk beras adalah merupakan suatu ketentuan. Kita semua tahu peraturan menteri itu yang sudah memberikan patokan bahwa ini jangan dilanggar. Itu nanti Satgas Pangan yang akan menangani,” ujarnya, Jumat (26/1). 

Menurut Tajuddin Tuwo, Satgas Pangan di Tarakan sudah dibentuk, yang merupakan gabungan instansi terkait seperti Dinas Perdaganan Koperasi Usaha Kecil Menengah, Polres Tarakan dan Bulog. 

Mereka nantinya sewaktu-waktu akan turun ke lapangan memantau harga kebutuhan pangan, termasuk beras. Terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idulfitri dan Natal.

Terkait kenaikan harga beras saat ini, pihaknya sudah berupaya menstabilkan dengan meminta bantuan kepada Bulog untuk mendistribusikan beras komersil jenis medium dan premium ke pasaran dengan harga murah. 

“Beras yang kami tawarkan ke masyarakat yaitu beras medium Bulog harganya dipatok sampai ke konsumen hanya Rp 9 ribu, sedangkan HET-nya Rp 9.950 (per kilogram),” ujarnya.

Sedangkan untuk jenis premium yang kualitasnya dianggap setara dengan beras di luar Bulog, harganya hanya Rp 11 ribu per kilogram. Dua jenis beras Bulog itu sudah disebar di 160 Rumah Pangan Kita (RPK).

Namun, Tajuddin juga mengaku tingkat kepercayaan masyarakat akan kualitas beras di luar Bulog masih lebih tinggi. Sehingga, meskipun lebih mahal, warga lebih memilih mengonsumsi beras di luar Bulog. Sedangkan beras Bulog sepi peminat.

Marwah, warga Jalan Bhayangkara, Kelurahan Karang Anyar, mengaku membeli beras di atas HET. Semula sekarung berisi 20 kilogram beras jenis premium non Bulog ia beli Rp 250 ribu. Namun sekarang naik menjadi Rp 280 ribu per karung.

Jika dihitung-hitung, beras yang dibelinya Rp 14 ribu per kilogram. Namun, baginya harga tersebut tidak terlalu memberatkan dan sebanding dengan kualitas. “Alhamdulillah, tidak (memberatkan),” akunya. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Kamis, 08 Februari 2018 12:39

Pengembang Mulai Lirik Kaltara

TANJUNG SELOR – Ibu kota Kalimantan Utara mulai dilirik para pengembang untuk membangun perumahan.…

Selasa, 06 Februari 2018 14:54

Izin AXA Life Indonesia Dicabut

TARAKAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin operasional PT AXA Life Indonesia (ALI).…

Senin, 05 Februari 2018 16:24

DAK Fisik Kaltara Turun

TANJUNG SELOR - Dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk Kaltara pada tahun ini mengalami penurunan bila…

Sabtu, 03 Februari 2018 12:56

Pelindo Lanjutkan Kerja Sama

TARAKAN – Di tengah ancaman kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) menyusul akan diambilalihnya…

Jumat, 02 Februari 2018 13:52

Investor Belanda Jajaki Peluang Investasi

TARAKAN – Potensi yang dimiliki kabupaten/kota di Kaltara tidak hanya dilirik para pemodal dalam…

Jumat, 02 Februari 2018 13:43

DKP Akan Silaturahmi ke Pemkot

KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakrie menyatakan dalam waktu dekat akan bersilaturahmi…

Jumat, 02 Februari 2018 13:41

Penyumbang PAD Miliaran Rupiah, Pelabuhan Tengkayu II yang Akan Beralih ke Pemprov

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan sepertinya masih berpikir panjang untuk bisa melepas tiga aset…

Senin, 29 Januari 2018 10:18

Perda Zonasi Pengaruhi Investasi

TANJUNG SELOR - Pemprov dan DPRD Kaltara sudah menyepakati 13 rancangan peraturan daerah (Raperda) yang…

Minggu, 28 Januari 2018 14:39

BUMDes Bisa Jadi Penyalur Pupuk

TANJUNG SELOR – Pemerintah memberikan subsidi pupuk kepada petani dalam rangka meningkatkan produksi…

Sabtu, 27 Januari 2018 14:05

Dukung Kemudahan Investasi

TANJUNG SELOR - Aturan daerah yang tidak ramah investor kembali menjadi sorotan Presiden Joko Widodo.…

LUMAYAN..!! Tol Udara Kaltara Dijatah Rp 5 M

Pasokan Kebutuhan Pokok Tersendat, Biaya Hidup di Apau Kayan Semakin Mahal

Produk Unggulan Belum Tembus Pasar Ekspor

Beras Malaysia Dipasok ke Tarakan

Harga Cabai Semakin ‘Pedas’
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .