MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 29 Januari 2018 10:26
Tak Sesuai HET, Bisa Disanksi
HARGA TAK DIPERSOALKAN: Meskipun mahal, beras premium non Bulog masih diminati warga Tarakan, karena kualitasnya dianggap lebih bagus.

PROKAL.CO, TARAKAN – Kepala Dinas Perdagagan Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Tarakan Tajuddin Tuwo mengakui harga beras jenis premium masih cukup tinggi, meski belum melewati harga eceran tertinggi (HET).

HET untuk beras jenis premium adalah Rp 13.300 per kilogram. Karena itu, dia mengingatkan kepada pedagang agar tidak menjual beras di atas HET, karena bisa dikenakan sanksi jika didapat oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan saat melakukan inspeksi mendadak.

“HET untuk beras adalah merupakan suatu ketentuan. Kita semua tahu peraturan menteri itu yang sudah memberikan patokan bahwa ini jangan dilanggar. Itu nanti Satgas Pangan yang akan menangani,” ujarnya, Jumat (26/1). 

Menurut Tajuddin Tuwo, Satgas Pangan di Tarakan sudah dibentuk, yang merupakan gabungan instansi terkait seperti Dinas Perdaganan Koperasi Usaha Kecil Menengah, Polres Tarakan dan Bulog. 

Mereka nantinya sewaktu-waktu akan turun ke lapangan memantau harga kebutuhan pangan, termasuk beras. Terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idulfitri dan Natal.

Terkait kenaikan harga beras saat ini, pihaknya sudah berupaya menstabilkan dengan meminta bantuan kepada Bulog untuk mendistribusikan beras komersil jenis medium dan premium ke pasaran dengan harga murah. 

“Beras yang kami tawarkan ke masyarakat yaitu beras medium Bulog harganya dipatok sampai ke konsumen hanya Rp 9 ribu, sedangkan HET-nya Rp 9.950 (per kilogram),” ujarnya.

Sedangkan untuk jenis premium yang kualitasnya dianggap setara dengan beras di luar Bulog, harganya hanya Rp 11 ribu per kilogram. Dua jenis beras Bulog itu sudah disebar di 160 Rumah Pangan Kita (RPK).

Namun, Tajuddin juga mengaku tingkat kepercayaan masyarakat akan kualitas beras di luar Bulog masih lebih tinggi. Sehingga, meskipun lebih mahal, warga lebih memilih mengonsumsi beras di luar Bulog. Sedangkan beras Bulog sepi peminat.

Marwah, warga Jalan Bhayangkara, Kelurahan Karang Anyar, mengaku membeli beras di atas HET. Semula sekarung berisi 20 kilogram beras jenis premium non Bulog ia beli Rp 250 ribu. Namun sekarang naik menjadi Rp 280 ribu per karung.

Jika dihitung-hitung, beras yang dibelinya Rp 14 ribu per kilogram. Namun, baginya harga tersebut tidak terlalu memberatkan dan sebanding dengan kualitas. “Alhamdulillah, tidak (memberatkan),” akunya. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Jumat, 11 Mei 2018 13:40

Harga Semen Bakal Seragam

TARAKAN – Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disdagkop) Tarakan Tajuddin…

Kamis, 10 Mei 2018 14:28

ADUH..ADUH..!! Gimana Nih, Harga TBS Terus Anjlok

TANJUNG SELOR – Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terus terjadi di Kalimantan…

Kamis, 10 Mei 2018 14:14

Pasokan Elpiji Melon Berkurang

TANJUNG SELOR - Ketersediaan tabung gas elpiji 3 kilogram mengalami kekosongan dalam beberapa hari terakhir,…

Rabu, 09 Mei 2018 16:49

Banyak Penunggak Pajak di Tarakan dan Nunukan

TARAKAN – Potensi pendapatan negara melalui sektor pajak di Kaltara Tarakan dan Nunukan sangat…

Selasa, 08 Mei 2018 13:49

Pelaku UMKM Harus Kreatif

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah…

Senin, 07 Mei 2018 13:22

HIDUP TAMBAH SUSAH..!! Harga Kebutuhan Pokok Perlahan Melonjak

TARAKAN - Jelang Ramadan harga sejumlah bahan pokok di beberapa pasar di Kota Tarakan mengalami…

Senin, 07 Mei 2018 13:01

Masih Stagnan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus menggenjot program food estate yang dicanangkan sejak 2011…

Sabtu, 05 Mei 2018 13:03

Kuatkan Rupiah di Perbatasan, Ini Caranya...

TARAKAN – Adanya undang-undang yang mewajibkan penggunakan mata uang rupiah di wilayah Negara…

Jumat, 27 April 2018 13:27

Satgas Pangan Diminta Awasi Stok dan Harga

TARAKAN – Seiring fokus pemerintah pusat dalam menjaga ketersediaan pangan serta kestabilan harga…

Jumat, 27 April 2018 13:10

PAD Hanya Sumbang 19,11 Persen

TANJUNG SELOR – Pertumbuhan ekonomi Kaltara berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .