MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 22 Januari 2018 11:40
Tak Bayar Mahal, Berharap Ada Subsidi Pemerintah

Arti Penting MAF bagi Masyarakat Perbatasan

MISI KEMANUSIAAN: Keluarga almarhum Marna Lencau mengantarkan jenazah menuju pesawat MAF, Ahad (21/1).

PROKAL.CO, Keberadaan maskapai MAF seolah menjadi penolong bagi masyarakat pedalaman dan perbatasan di Kalimantan Utara. Berbagai kebutuhan mendesak mereka teratasi dengan bantuan maskapai perintis misi kemanusiaan itu.

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

AHAD (21/1) pagi, puluhan warga Malinau yang tinggal di Tarakan mengantarkan jenazah Marna Lencau ke Desa Long Temuyak, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau ke Bandara Juwata. Jenazah Marna dibawa menggunakan pesawat MAF.

Jenazah wanita yang diperkirakan berusia 48 tahun itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Sebelumnya, dari kampung halamannya Marna dibawa ke Tarakan untuk menjalani perawatan di rumah sakit, Kamis (18/1) lalu. Dua hari dirawat, Marna Lencau meninggal dunia.

“Dia (Marna Lencau) dibawa kembali ke Desa Long Temuyak, kampung halamannya untuk dimakamkan di sana,” kata Ibau Ala, keluarga Marna di sela mengantarkan jenazah menuju pesawat MAF.

Pria yang menjabat anggota DPRD Malinau ini mengakui keluarganya sangat terbantu dengan keberadaan MAF. Namun, ada sedikit mengeluarkan biaya karena keperluan penerbangan.

Menurutnya, jika menggunakan pesawat perintis reguler bisa menghabiskan dana sedikitnya Rp 40 juta untuk tujuan pulang pergi Long Temuyak – Tarakan. Namun, dengan MAF keluarganya hanya membantu semampu mereka ditambah donasi dari jemaat di gereja-gereja.

“Ada biaya sedikit yang dikeluarkan, tidak lebih dari Rp 5 juta dari keluarga. Itu dari masyarakat semua (termasuk keluarga Marna),” tutur pria yang juga Kepala Adat Besar Apau Kayan.

Karena itu, Ibau Ala berharap ada subsidi yang diberikan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah terhadap penerbangan MAF untuk ke pedalaman dan perbatasan agar masyarakat benar-benar gratis terbang dengan pesawat MAF.

“Karena sampai saat ini masyarakat belum ada pilihan untuk keluar dari keterisolasian perbatasan. Walaupun sudah ada jalan sekarang ini, tentu belum layak sekali,” ujarnya.

Adapun donasi dari jemaat, lanjut Ibau Ala, tidak mencukupi untuk keperluan penerbangan, karena dipungut berdasarkan kemampuan warga. Ada yang menyumbang Rp 1.000, Rp 2.000 atau di atasnya. Dana itu disumbangkan melalui gereja-gereja dan diserahkan setiap ada penumpang yang akan berangkat. 

Menurut Ibau Ala, pemerintah patut memperhatikan hal ini karena transportasi udara masih menjadi harapan utama masyarakat pedalaman dan perbatasan. Apalagi, yang sifatnya mendesak. (*/fen)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 13:59

Mahasiswa Desak Revisi UU MD3, Buruh Tuntut Gaji Sesuai UMK

TANJUNG SELOR – Disahkannya Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau UU MD3 mendapat reaksi dari…

Rabu, 21 Februari 2018 13:52

Wujudkan Transparansi Pemerintahan

TANJUNG SELOR – Penekanan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie agar organisasi perangkat daerah berinovasi,…

Rabu, 21 Februari 2018 13:50

Ingatkan Pasokan Gas untuk PLTG

PEMBANGUNAN PLTG diharapkan bisa selesai tepat waktu dan segera mengalirkan listrik ke masyarakat. Meski…

Rabu, 21 Februari 2018 13:42

Pembangkit 29 MW di Bulungan

TANJUNG SELOR – Pembangunan pembangkit listrik di Kalimantan Utara mendapatkan perhatian dari…

Selasa, 20 Februari 2018 11:52

ESDM Target Selesai Dua Bulan

TANJUNG SELOR – Dewan Energi Nasional (DEN) sudah memberikan deadline atau tenggat waktu kepada…

Selasa, 20 Februari 2018 11:42

DPR Awasi PLTU Gunung Seriang

TARAKAN – Anggota Komisi VII DPR RI asal Kaltara, Ary Yusnita menegaskan akan terus memantau pembangunan…

Selasa, 20 Februari 2018 11:34

Ganti Rugi Kembali Dibahas

WAKIL Bupati Bulungan Ingkong Ala menyatakan persoalan lahan yang akan dibangun pembangkit listrik tenaga…

Senin, 19 Februari 2018 12:25

RS Tipe B Butuh 23 Dokter

TANJUNG SELOR – Menyusul percepatan realisasi pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B Provinsi Kaltara…

Senin, 19 Februari 2018 11:06

Rendah Karhutla, Dishut Tetap Antisipasi

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara Syarifuddin mengatakan, Kalimantan Utara…

Senin, 19 Februari 2018 10:52

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

TANJUNG SELOR – Penjualan Albothyl masih terdapat di sejumlah apotek di Tanjung Selor, Bulungan.…

Banjir ‘Hantui’ Warga Kaltara

Banjir Rendam Dua Desa

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?

Sebatik Jadi Sentra Kelautan dan Perikanan

Rela Antre demi Dokter Spesialis

Suplai Listrik ke Dua Desa Bakal Molor

Gunakan Arsitektur Tradisional, Setiap Bangunan Punya Nama

Pelimpahan Aset Dipantau BPK

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

RS Tipe B Butuh 23 Dokter
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .