MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 21 Januari 2018 13:46
Jadi Langganan Setiap Tahun

Banjir Berangsur Surut

LANGGANAN: Pekarangan rumah warga di Desa Wonomulyo yang masih terendam banjir, kemarin.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Banjir yang menggenangi beberapa desa di Kecamatan Tanjung Palas Timur pada Jumat (19/1) lalu, berangsur surut, kemarin (20/1).

Hanya beberapa wilayah yang masih menyisakan genangan air. Jalan raya yang ada di RT 5 Desa Wonomulyo yang sebelumnya tergenang air setinggi lebih 50 sentimeter, juga sudah tak berbekas.

Pantauan Bulungan Post di Desa Wonomulyo, Sabtu (20/1), genangan air hanya terlihat pada bagian bawah rumah warga yang letaknya agak rendah. Selain itu, area persawahan yang sebelumnya tergenang, sebagian sudah surut dan sebagian masih ada yang tergenang, khususnya yang berada di tepi Sungai Sajau.

Menurut Kepala Desa Wonomulyo Muhammad Abadi, pada saat banjir, Jumat lalu, dari 15 RT di wilayahnya, 9 RT tergenang banjir. Yakni, RT 4, RT 5, RT 6, RT 7, RT 8, RT 11, RT 13, RT 14, dan RT 15. Setiap RT yang tergenang, rata-rata 50 persen wilayahnya terdampak banjir tersebut.

"Banjir paling tinggi sekitar 2 meter di RT 7. Ada 9 KK (kepala keluarga) yang sempat mengungsi ke rumah saudara atau tetangganya yang lebih tinggi. Tapi saat ini sudah kembali ke rumahnya," tutur pria yang akrab disapa Abadi ini.

Abadi mengatakan, warganya sudah akrab dengan banjir seperti yang terjadi. Pasalnya, sejak puluhan tahun lalu banjir memang menjadi langganan datang ke Wonomulyo. Sebelum wilayahnya kebanjiran, dirinya dan warga lain sudah melakukan pemantauan pada Kamis (18/1) malam. Sebab, sejak saat ini air sudah terlihat naik ke permukiman warga.

"Kami sudah beritahukan warga bahwa air sungai naik. Puncaknya adalah saat usai salat Jumat, tapi setelah itu mulai surut lagi. Banjir seperti ini memang sudah biasa bagi warga, kalau di hulu sungai (Sajau) hujan dan air laut pasang, pasti di sini banjir. Dalam satu tahun rata-rata bisa 1-3 kali," bebernya.

Terkait lahan pertanian yang terdampak banjir, pria yang menjabat Kades Wonomulyo hingga 2019 ini menjelaskan, totalnya lebih dari 20 hektare, baik padi maupun sayuran. Untuk kerugian yang dialami petani diperkirakan puluhan juta rupiah.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BRI untuk meminta keringanan pembayaran kredit masyarakat, karena banjir ini. Sebab, rata-rata warga di sini punya utang ke BRI melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat)," sebutnya.

Abadi menuturkan, banjir yang terjadi merupakan akibat wilayah hulu Sungai Sajau yang sudah rusak karena aktivitas perkebunan kelapa sawit yang membabat hutan guna membuka lahan. Akibatnya, kata dia, arus sungai menjadi tidak normal karena banyak pohon yang ditebang dibuang ke sungai.

Dia berharap pemerintah daerah, baik Pemkab Bulungan maupun Pemprov Kaltara bisa melakukan normalisasi sungai. Sehingga, bisa meminimalkan dampak kepada masyarakat, khususnya para petani. Apalagi, Desa Wonomulyo merupakan sentra penghasil sayuran di Kabupaten Bulungan.

Bahkan, dia menyebut sudah tiga tahun Wonomulyo tidak tersentuh bantuan dari Pemkab Bulungan maupun Pemprov Kaltara. "Kami juga berharap dibuatkan drainase dari permukiman penduduk sepanjang 200 meter ke arah sungai dan penambahan tinggi jalan. Kami sudah mengusulkan hal ini sejak 2007 lalu, saat saya masih jadi aparat desa, hingga kini belum direalisasikan. Selain itu, kami juga berharap bantuan bibit dan pupuk untuk petani, tidak perlu dikasih uang, itu yang dibutuhkan masyarakat," terangnya.

Meski banjir sudah surut, desa dengan 411 KK (1.483 jiwa) ini masih ada kemungkinan kembali mengalami banjir. Pasalnya, wilayah Bulungan masih diguyur hujan yang pada Jumat malam hingga Sabtu dinihari. "Ya masih ada kemungkinan naik karena sudah mulai terlihat pergerakan air, tapi kami harapkan air tidak naik lagi," ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 14:41

Terlibat Narkoba, ASN Dipecat

TANJUNG SELOR – Perang terhadap narkoba tidak hanya menjadi slogan di lingkungan Pemprov…

Minggu, 20 Mei 2018 14:35

Belum Ada Kompetisi, Masyarakat Ingin Banyak Pilihan Maskapai

Transportasi udara menjadi akses paling mudah dan cepat bagi masyarakat di Kalimantan Utara untuk bepergian.…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:55

Sekolah di Pedalaman Dibantu Internet

TANJUNG SELOR – Dunia pendidikan Kaltara patut berbangga, meski provinsi baru, namun sudah mampu…

Jumat, 18 Mei 2018 14:29

Buat Teror lewat Video, Seorang Pria Diciduk Densus 88

TARAKAN – Tak butuh lama bagi personel Densus 88 mengungkap pembuat video ancaman teror dengan…

Jumat, 18 Mei 2018 14:21

Tagih Janji Mendagri, Desak Moratorium DOB Dicabut

TANJUNG SELOR - Moratorium pembentukan daerah otonomi baru (DOB) yang masih diberlakukan pemerintah…

Jumat, 18 Mei 2018 14:14

Siapkan Aplikasi Pengaduan, Komitmen Tuntaskan Masalah Pelanggaran

Sebagai pulau yang kaya sumber daya alam, Kalimantan selalu menarik untuk dijadikan daerah eksploitasi.…

Kamis, 17 Mei 2018 13:37

Narkoba dan Miras Jadi Atensi Kapolda

TANJUNG SELOR – Minuman beralkohol atau minuman keras (miras) dan narkoba jenis sabu-sabu hasil…

Kamis, 17 Mei 2018 13:34

2019 Kaltara Bebas Lokalisasi, Tarakan dan Nunukan Jadi Target

TANJUNG SELOR - Rencana penutupan lokalisasi yang ada di Kaltara oleh Dinas Sosial (Dissos) Kaltara…

Kamis, 17 Mei 2018 13:27

Pemimpin Harus Tebar Keberanian, Masyarakat Jangan Apatis

Rentetan aksi terorisme di Pulau Jawa, mulai dari kerusuhan Mako Brimob, pengeboman di Surabaya hingga…

Rabu, 16 Mei 2018 11:42

BUKTI PENGETAP BANYAK..!! Ada 4 Ton BBM Disita Tim Gabungan

TANJUNG SELOR – Tim gabungan terdiri dari kepolisian, TNI, kejaksaan dan Polisi Pamong Praja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .