MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 20 Januari 2018 12:45
Puluhan Hektare Sawah Terendam, Petani Terancam Gagal Panen
SUNGAI MELUAP: Puluhan hektare sawah di Tanjung Palas Timur terancam gagal panen akibat terendam banjir sejak Jumat (19/1) dinihari.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Hujan yang mengguyur Kabupaten Bulungan dalam beberapa hari terakhir, membuat beberapa desa di Kecamatan Tanjung Palas Timur kebanjiran. Antara lain Desa Tanjung Agung, Wonomulyo hingga Sajau. Banjir diduga terjadi karena meluapnya volume air dari hulu Sungai Sajau.

Berdasarkan pantauan media ini di Desa Wonomulyo, banjir tak hanya merendam rumah-rumah warga, tapi juga area perkebunan dan pertanian milik masyarakat. Bahkan, luas area pertanian yang terendam banjir mencapai puluhan hektare.

Di RT 5 Desa Wonomulyo, banjir juga menggenangi jalan sepanjang lebih dari 150 meter. Hal ini membuat banyak kendaraan “mengular” cukup panjang karena tidak bisa melewati genangan air yang tingginya mencapai lebih 50 sentimeter.

Yang paling merasakan dampak dari genangan air di jalan adalah para sopir pengangkut kelapa sawit. Ada lebih dari 30 truk bermuatan buah kelapa sawit dan puluhan kendaraan lain memilih menunggu air hingga surut untuk melintas. Ramainya jalan akibat banjir ini juga menjadi tontonan warga yang tinggal di sepanjang jalan di RT tersebut.

Kardi, warga setempat, mengatakan banjir sudah terjadi sejak Jumat (19/1) dinihari. Menurutnya, banjir yang terjadi di wilayahnya bukan merupakan hal baru, karena memang sering terjadi ketika di hulu sungai terjadi hujan deras. Dikatakan, ketinggian air mencapai puncaknya sekitar pukul 12.00 Wita.

“Setelah itu biasanya mulai surut, apalagi kalau di hulu sudah tidak hujan,” terang pria paruh baya asal Kediri, Jawa Timur ini.

Hal senada juga diutarakan Supar, saat media ini mengecek persawahan yang tergenang air di RT 6. Pria asal Sragen, Jawa Tengah ini menjelaskan, persawahan yang tergenang air karena lokasinya yang dekat dengan Sungai Sajau. Sehingga, ketika meluap air dengan cepat ke sawah masyarakat. Yang paling parah terkena banjir adalah sawah yang paling dekat dengan sungai.

“Ini (banjir, Red) tidak terlalu besar. Yang paling besar banjir itu ada siklus setiap delapan tahun sekali. Sawah-sawah ada yang baru tanam, ada juga yang sudah berbunga. Kalau sudah berbunga, habislah sudah, rugi,” tuturnya.

Supar juga menunjukkan sawah-sawah yang terkena banjir di RT 6 tersebut. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan sudah merendam seluruh tanaman padi warga.

Sementara Suyadi, Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan mengatakan, dari sekitar 25 hektare lahan yang digarap oleh kelompoknya, sekitar 9 hektare dilaporkan terendam air. Namun, kondisi tersebut nampaknya sudah bersahabat dengan masyarakat di Desa Wonomulyo.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Andi Santiaji Pananrangi yang memantau kondisi banjir, mengatakan informasi dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Bulungan area persawahan di Desa Wonomulyo yang terendam banjir sekitar 20 hektare. Sementara, di Desa Tanjung Agung luasnya mencapai 70 hektare.

Pihaknya tetap memantau kondisi yang ada saat ini sambil menunggu laporan dari instansi terkait di Kabupaten Bulungan. Pasalnya, wilayah yang terkena banjir merupakan kewenangan Pemkab Bulungan. Namun, beberapa instansi sudah terlihat menurunkan personel untuk siaga terhadap banjir tersebut. Selain Tagana Bulungan, ada juga PMI Bulungan dan personel TNI.

Andi mengatakan, untuk area pertanian yang terendam berdasarkan informasi, sebagian besar didominasi lahan persawahan. Namun, ada juga tanaman lain seperti kacang tanah, cabai dan lainnya. “Untuk padi, meski terendam, asalkan tidak sampai rebah tanamannya, tidak masalah. Masih bisa tumbuh. Tapi kalau sudah rebah pasti habis sudah, tidak bisa bertahan,” ungkapnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 14:41

Terlibat Narkoba, ASN Dipecat

TANJUNG SELOR – Perang terhadap narkoba tidak hanya menjadi slogan di lingkungan Pemprov…

Minggu, 20 Mei 2018 14:35

Belum Ada Kompetisi, Masyarakat Ingin Banyak Pilihan Maskapai

Transportasi udara menjadi akses paling mudah dan cepat bagi masyarakat di Kalimantan Utara untuk bepergian.…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:55

Sekolah di Pedalaman Dibantu Internet

TANJUNG SELOR – Dunia pendidikan Kaltara patut berbangga, meski provinsi baru, namun sudah mampu…

Jumat, 18 Mei 2018 14:29

Buat Teror lewat Video, Seorang Pria Diciduk Densus 88

TARAKAN – Tak butuh lama bagi personel Densus 88 mengungkap pembuat video ancaman teror dengan…

Jumat, 18 Mei 2018 14:21

Tagih Janji Mendagri, Desak Moratorium DOB Dicabut

TANJUNG SELOR - Moratorium pembentukan daerah otonomi baru (DOB) yang masih diberlakukan pemerintah…

Jumat, 18 Mei 2018 14:14

Siapkan Aplikasi Pengaduan, Komitmen Tuntaskan Masalah Pelanggaran

Sebagai pulau yang kaya sumber daya alam, Kalimantan selalu menarik untuk dijadikan daerah eksploitasi.…

Kamis, 17 Mei 2018 13:37

Narkoba dan Miras Jadi Atensi Kapolda

TANJUNG SELOR – Minuman beralkohol atau minuman keras (miras) dan narkoba jenis sabu-sabu hasil…

Kamis, 17 Mei 2018 13:34

2019 Kaltara Bebas Lokalisasi, Tarakan dan Nunukan Jadi Target

TANJUNG SELOR - Rencana penutupan lokalisasi yang ada di Kaltara oleh Dinas Sosial (Dissos) Kaltara…

Kamis, 17 Mei 2018 13:27

Pemimpin Harus Tebar Keberanian, Masyarakat Jangan Apatis

Rentetan aksi terorisme di Pulau Jawa, mulai dari kerusuhan Mako Brimob, pengeboman di Surabaya hingga…

Rabu, 16 Mei 2018 11:42

BUKTI PENGETAP BANYAK..!! Ada 4 Ton BBM Disita Tim Gabungan

TANJUNG SELOR – Tim gabungan terdiri dari kepolisian, TNI, kejaksaan dan Polisi Pamong Praja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .