MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Jumat, 19 Januari 2018 11:50
Akan Jajal 30 Lapter Perintis, Pengelolaan Semi Komersial

Nurtanio, Solusi Kaltara Meretas Batas Pelayanan Masyarakat 3 T (4-habis)

JAJAL NURTANIO: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berkesempatan melihat produk N-219 PT DI, belum lama ini.

PROKAL.CO, Kebutuhan lapangan terbang (Lapter) untuk tempat mendaratkan pesawat N-219 ‘Nurtanio’ cukup penting. Untuk itu, Gubernur Kalimantan Utara pun menguraikan sejumlah tugas penting kepada kepala daerah yang wilayahnya diterbangi Nurtanio untuk segera dituntaskan.

 

HUMAS PROVINSI KALTARA

 

NURTANIO memiliki kemampuan melakukan pengereman pada landasan datar di jarak minimal 200 meter. Pun demikian, kondisi lapter yang dapat terlihat secara langsung dari udara menjadi faktor penentu kesuksesan pendaratan itu. Atas hal itu, setiap lapter yang akan didarati perlu perawatan agar tidak ditumbuhi rerumputan sehingga dapat difungsikan secara maksimal.

 

“Pada saat masih bergabung dengan Provinsi Kaltim, setidaknya ada 30 lapter perintis yang dibangun di wilayah perbatasan utara Kaltim (sekarang wilayah Kaltara). Panjangnya rata-rata 400 hingga 500 meter. Kalau ini dimanfaatkan semua, program yang ditopang N-219 pasti berjalan optimal,” kata Irianto, belum lama ini.

 

Untuk optimalisasi operasional Nurtanio juga memaksimalkan fungsi lapter yang ada, Gubernur pun memerintahkan kepada para kepala daerah yang wilayahnya dijajal program penerbangan Nurtanio untuk menginventarisasi ulang setiap Lapter yang ada di wilayahnya.

 

“Dipastikan kondisinya seperti apa. Apakah masih bisa digunakan atau tidak. Kalau sudah ditumbuhi semak maka perlu peran aktif pemerintah daerah untuk menggerakkan masyarakat di sekitar membantu membersihkannya. Termasuk melibatkan stakeholder atau perusahaan yang beroperasi di sekitar untuk membenahi lapter itu,” ungkap Gubernur.

 

Hasil inventarisasi lapter itu, akan mendukung upaya Pemprov Kaltara mewujudkan penambahan rute perintis di Kaltara pada tahun ini. “Dari 30 lapter itu, 23 di antaranya telah diusulkan ke dalam rute perintis. Kalau masuk ke dalam rute perintis, pastinya akan mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat. Karena harus dipahami, tanpa adanya subsidi dari pusat, program ini akan sulit juga nantinya,” papar Gubernur.

 

Hanya saja, sampai saat ini usulan penambahan rute perintis di Kaltara itu, belum mendapatkan jawaban dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Soal ini, akan kita tanyakan kembali kepada Menhub (Menteri Perhubungan) Budi Karya Sumadi,” ungkap Irianto.

 

Dalam operasionalnya nanti, Nurtanio akan dikelola semi komersial. Tapi, untuk tahap awal, pesawat yang diperkirakan butuh biaya minyak dan oli sekitar USD 213 per jam dan perawatan USD 276 per jam ini menyasar pelayanan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di perbatasan Kaltara.

 

“Kita akan menjajaki berbagai kemungkinan pengelolaan yang ada. Dan, harus diakui, pesawat Nurtanio ini harus dikelola secara profesional oleh pihak yang berkompeten. Saat ini kita menjajaki kemungkinan kerja sama semi komersial dengan sejumlah maskapai. Tapi, saya menyarankan maskapai yang dinaungi pemerintah. Salah satunya, Pelita,” urai Gubernur.

 

Menurut perhitungan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PT DI, biaya yang dibutuhkan untuk penggajian pilot sekitar Rp 35 juta per bulan, co-pilot Rp 20 juta per bulan, teknisi Rp 10 juta per bulan, dan lainnya. “Kalau menurut PTDI, estimasi TOC (Total Operating Cost) N-219 ini per jamnya sekitar USD 1.148. Mereka menghitungnya berdasarkan Permenhub (Peraturan Menteri Perhubungan) No. PM 18/2017 tentang Formulasi Biaya Operasi Penerbangan Angkutan Udara Perintis dan Tarif Penumpang Angkutan Udara Perintis Tahun 2017,” ujar Irianto.

 

Berdasarkan perhitungan itu, PT DI menyarankan kepada Pemprov Kaltara untuk menetapkan base Nurtanio di daerah yang memiliki disparitas harga barang, utamanya bahan bakar minyak lebih murah dari daerah lainnya. Yang dituju, adalah Kota Tarakan. “Paparan PT DI kemarin, base N-219 ini harus berdekatan dengan titik pembelian bahan bakar minyak. Yang paling disarankan adalah di Tarakan. Karena bandara di sana sudah ada tempat pengisian bahan bakarnya. Tapi, berkembang pula keinginan dari daerah untuk menetapkan base di Malinau, Nunukan atau Bulungan. Ini melihat kepentingan pelayanan. Soal ini, akan dibahas kemudian tapi dipilih yang terbaik dan sesuai saran tim ahli PTDI,” beber Irianto.

 

Penetapan base sendiri, berkaitan erat dengan after sales service (pelayanan purna jual). Dikatakan Irianto, konsep normatif pelayanan purna jual N-219 yang diberikan PT DI, yakni berupa pelayanan pelanggan, sparepart dan Ground Support Equipment (GSE), technical service, training, technical publication, warranty, maintenance package, after sales service, dan aircraft service center.

 

“Kita meminta untuk dilakukan pelatihan bagi tenaga teknisi dan lainnya yang direkrut dari tenaga lokal. Lalu, untuk after sales service-nya, baru dapat dilakukan setelah 3 kali penerbangan. Tapi nanti semuanya akan dibahas detail oleh tim negosiasi percepatan pembelian pesawat ini,” tuntasnya. (*)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 12:42

HOREEE..!!! Wings Air Resmi Buka Rute ke Malinau

JAKARTA – Kabar gembira bagi warga Kaltara, khususnya di Kabupaten Malinau. Ini menyusul telah…

Senin, 19 Februari 2018 12:40

Kaltara Jadi Prioritas Peningkatan Sektor Peternakan

TANJUNG SELOR – Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian…

Senin, 19 Februari 2018 12:39

Rp 163 M untuk Pengembangan Infrastruktur Pemukiman

SEBATIK – Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Pulau Sebatik, Nunukan, Kamis (15/2) lalu, Gubernur…

Senin, 19 Februari 2018 12:36
Dari Kunjungan Kerja Gubernur Kaltara di Pulau Sebatik (1)

Terharu dengan Nasionalisme Siswa di Perbatasan

Seharian, sejak pagi hingga menjelang sore pada Kamis (15/2) lalu, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara)…

Jumat, 16 Februari 2018 13:04

Gubernur Ajak Berpolitik Santun

TARAKAN - Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie melakukan silaturahmi sekaligus memberikan pengarahan…

Jumat, 16 Februari 2018 13:02

Tinjau Sekolah Perbatasan hingga Infrastruktur

SEBATIK – Didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Gubernur Kaltara Dr…

Jumat, 16 Februari 2018 13:00

Optimistis Pertanian Maju, Gubernur Ingin Petani Bisa Mandiri

SEBATIK – Di antara kegiatan dalam rangkaian kunjungan kerja Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie…

Kamis, 15 Februari 2018 13:22

Gubernur Minta RTP Ditambah

TARAKAN - Beberapa ruang terbuka publik (RTP) yang ada di Kota Tarakan, ditinjau Gubernur Kalimantan…

Kamis, 15 Februari 2018 13:20

Gubernur Apresiasi Pendirian Rumah Tahfidz

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie memastikan bahwa Pemprov sangat mendukung…

Kamis, 15 Februari 2018 13:19

Hari Ini, Gubernur Tinjau SKPT Sebatik

TANJUNG SELOR – Sempat mangkrak pembangunannya di 2017, Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu…

Polda Kaltara Beroperasi Pertengahan 2018

HOREEE..!!! Wings Air Resmi Buka Rute ke Malinau

Gubernur Ajak Berpolitik Santun

Hari Ini, Gubernur Tinjau SKPT Sebatik

Optimistis Pertanian Maju, Gubernur Ingin Petani Bisa Mandiri

Gubernur Minta RTP Ditambah

Wujudkan Pemerintahan yang Bermartabat

Kaltara Jadi Prioritas Peningkatan Sektor Peternakan

Tinjau Sekolah Perbatasan hingga Infrastruktur

Gubernur Tekankan Pengawasan LPG dan BBM
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .