MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Jumat, 19 Januari 2018 11:47
Seriusi Investasi Energi hingga Jembatan Bulan

Difasilitasi Kedutaan Tiongkok, Gubernur Temui Investor Besar

PERCEPATAN INVESTASI: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Mr Wang Liping dan rombongan Pemprov Kaltara di Kedubes RRT untuk Indonesia, Kamis (18/1).

PROKAL.CO, JAKARTA – Mengawali 2018, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie kembali melanjutkan upaya untuk percepatan investasi dan pembangunan infrastruktur di Kaltara.

 

Bertempat di Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Kamis (18/1), Gubernur bertemu dengan sejumlah investor dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

 

Pertemuan atas prakarsa dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman, itu difasilitasi langsung oleh Kedubes RRT untuk Indonesia. Dalam kesempatan itu, Kedubes RRT diwakili oleh Mr Wang Liping, Wakil Dubes RRT Bidang Ekonomi dan Perdagangan.

 

Beberapa perusahaan yang hadir memiliki fokus usaha berbeda. Ada yang bidang energi, infrastruktur hingga manufacturing. Di antaranya ada Hans Energy, China Gezhoba, Power China Resourching dan beberapa lainnya.

 

Untuk diketahui, antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok telah menjalin hubungan bilateral di bidang peningkatan infastruktur dan investasi melalui skema Belt and Road Initiative (BRI). Dimana Kaltara termasuk dari 4 provinsi yang berada dalam program ini. Yakni, Sumatra Utara (Sumut), Sulawesi Utara (Sulut) dan Bali.

 

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kaltara sekaligus sebagai perwakilan pemerintah di daerah, saya menyampaikan terima kasih. Utamanya kepada Mr Wang yang telah memfasilitasi pertemuan dan diskusi ini,” ujar Gubernur mengawali pembicaraan dalam pertemuan yang berlangsung dengan penuh keakraban itu.

 

Dalam kesempatan itu, perwakilan dari tiap perusahaan tersebut memperkenalkan sekaligus memaparkan bidang usaha mereka masing-masing. “Kami sangat menyambut baik tawaran-tawaran investasi yang dipaparkan tadi. Dengan harapan bisa direalisasikan, dan tentunya tetap berpegang pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” ujarnya.

 

Kaltara, kata Gubernur, sebagai provinsi baru memiliki banyak potensi. Sehingga peluang untuk berinvestasi di Kaltara sangatlah besar. Di antaranya, potensi hydro power. Irianto mengungkapkan, Kaltara memiliki banyak sungai besar. Dimana hasil studi, sungai-sungai di Kaltara berpotensi menghasilkan listrik 15.000 megawatt hingga 20.000 megawatt.

 

“Saat ini yang sedang berproses adalah PLTA di Sungai Kayan. Kita targetkan menghasilkan 9.000 megawatt energi listrik,” ungkapnya.

 

Gubernur mengatakan, PT Kayan Hydro Energy (KHE) selaku investor yang akan membangun PLTA di Sungai Kayan telah mengantongi izin-izinnya. Baik dari kabupaten, provinsi maupun dari pusat. Saat ini, lanjutnya, perusahaan sedang mempersiapkan pra konstruksi untuk pembangunan bendungan tahap I dengan kapasitas 900 megawatt. Tinggal menunggu izin konstruksi bendungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sembari proses pembebasan lahan berjalan.

 

Dalam hal pembiayaan maupun teknis kegiatan, PT KHE telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan dari Tiongkok. Bahkan, beberapa di antaranya hadir dalam pertemuan tadi. Seperti Power China Resourching, China Gezhoba Group dan beberapa lainnya. “Untuk kelanjutannya, silakan nanti saling diskusi, berkomunikasi. Karena itu merupakan business to business. Kita dari pemerintah daerah siap memfasilitasi,” ujar Irianto.

 

Selain PLTA Kayan, dibeberkan Gubernur, beberapa sungai di Kaltara juga telah berprogres untuk dibangun PLTA. Seperti Serawak Energy Berhad yang akan membangun PLTA 1.000 Megawatt di Sungai Malinau. Lalu Hyundai yang akan membangun PLTA 2 x 150 Megawatt di Sungai Mentarang, serta Hans Energy di Sungai Sembakung Nunukan. “Kesiapan energi memang menjadi konsen utama. Karena dengan ketersediaan listrik, saya yakin investasi lainnya akan mudah masuk. Bahkan beberapa perusahaan sudah siap masuk. Seperti PT Inalum (persero) yang akan membangun smelter di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi. Kemudian Tsingshan, perusahaan industri logam dari China,” paparnya.

 

Tak hanya PLTA, Gubernur mengatakan, Kaltara juga memiliki potensi batubara dan gas yang besar dan bisa menjadi bahan utama pembangkit listrik. Di luar bidang energi, dalam pertemuan tersebut juga ada paparan perusahaan dari Tiongkok yang akan melakukan studi pembangunan Jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan). Adalah China Road and Bridge Corporation (CRBC). Perusahaan yang berpengalaman membangun jembatan, dan salah satunya Jembatan Suramadu yang menghubungkan Madura dengan Surabaya itu, juga berminat untuk menjadi investor yang akan membangun Jembatan Bulan.

 

Mengenai rencana pembangunan Jembatan Bulan, dikatakan Gubernur, akan menjadi salah satu materi yang akan dipaparkan hari ini (19/1) di depan Menteri PUPR. “Saya mengharapkan, untuk studi hingga pembuatan desain jembatan bisa dianggarkan melalui dana hibah dari Tiongkok untuk Indonesia. Makanya, akan saya sampaikan besok (hari ini, Red.) kepada Menteri PUPR,” jelasnya.

 

Meski dengan nilai APBD yang relatif kecil, Gubernur mengatakan, Pemprov Kaltara juga telah berupaya untuk mewujudkan pembangunan Jembatan Bulan. Salah satunya, Pemprov Kaltara telah mulai membangun jalan pendekat ke Jembatan Bulan. “Memang untuk membangun jembatan dengan panjang 7,2 kilometer lebih itu membutuhkan dana yang tidak sedikit, yaitu sekitar Rp 10 triliunan. Tapi dengan usaha, insya Allah akan bisa terealisasi,” kata Irianto.

 

Potensi lain di Kaltara, termasuk yang dipaparkan Gubernur dalam pertemuan tersebut. Antara lain hutan konservasi yang sangat luas. Bahkan ditetapkan menjadi Heart of Borneo (HoB). Di mana ini bisa menjadi potensi wisata sekaligus objek penelitian. “Kaltara juga memiliki emas, dan yang tak kalah menariknya, Kaltara memiliki potensi perikanan dan kelautan yang besar. Salah satunya udang dan kepiting dari Kaltara yang telah diakui di pasar dunia,” imbuhnya.

 

Gubernur berharap, rencana-rencana investasi yang ditawarkan para investor bisa secepatnya direalisasikan. “Beberapa MoU (Memorandum of Understanding) sudah kita lakukan. Termasuk beberapa tawaran lain. Saya menginginkan usaha kita sejak 2017 lalu ini, sudah bisa terealisasi tahun ini,” urai Gubernur. (humas)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 12:42

HOREEE..!!! Wings Air Resmi Buka Rute ke Malinau

JAKARTA – Kabar gembira bagi warga Kaltara, khususnya di Kabupaten Malinau. Ini menyusul telah…

Senin, 19 Februari 2018 12:40

Kaltara Jadi Prioritas Peningkatan Sektor Peternakan

TANJUNG SELOR – Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian…

Senin, 19 Februari 2018 12:39

Rp 163 M untuk Pengembangan Infrastruktur Pemukiman

SEBATIK – Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Pulau Sebatik, Nunukan, Kamis (15/2) lalu, Gubernur…

Senin, 19 Februari 2018 12:36
Dari Kunjungan Kerja Gubernur Kaltara di Pulau Sebatik (1)

Terharu dengan Nasionalisme Siswa di Perbatasan

Seharian, sejak pagi hingga menjelang sore pada Kamis (15/2) lalu, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara)…

Jumat, 16 Februari 2018 13:04

Gubernur Ajak Berpolitik Santun

TARAKAN - Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie melakukan silaturahmi sekaligus memberikan pengarahan…

Jumat, 16 Februari 2018 13:02

Tinjau Sekolah Perbatasan hingga Infrastruktur

SEBATIK – Didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Gubernur Kaltara Dr…

Jumat, 16 Februari 2018 13:00

Optimistis Pertanian Maju, Gubernur Ingin Petani Bisa Mandiri

SEBATIK – Di antara kegiatan dalam rangkaian kunjungan kerja Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie…

Kamis, 15 Februari 2018 13:22

Gubernur Minta RTP Ditambah

TARAKAN - Beberapa ruang terbuka publik (RTP) yang ada di Kota Tarakan, ditinjau Gubernur Kalimantan…

Kamis, 15 Februari 2018 13:20

Gubernur Apresiasi Pendirian Rumah Tahfidz

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie memastikan bahwa Pemprov sangat mendukung…

Kamis, 15 Februari 2018 13:19

Hari Ini, Gubernur Tinjau SKPT Sebatik

TANJUNG SELOR – Sempat mangkrak pembangunannya di 2017, Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu…

Polda Kaltara Beroperasi Pertengahan 2018

HOREEE..!!! Wings Air Resmi Buka Rute ke Malinau

Gubernur Ajak Berpolitik Santun

Hari Ini, Gubernur Tinjau SKPT Sebatik

Optimistis Pertanian Maju, Gubernur Ingin Petani Bisa Mandiri

Gubernur Minta RTP Ditambah

Wujudkan Pemerintahan yang Bermartabat

Kaltara Jadi Prioritas Peningkatan Sektor Peternakan

Tinjau Sekolah Perbatasan hingga Infrastruktur

Gubernur Tekankan Pengawasan LPG dan BBM
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .