MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Kamis, 18 Januari 2018 11:37
Kebutuhan Cabai hingga 1,5 Ton

Masih Bergantung Pasokan Luar Daerah

BANYAK DIBUTUHKAN: Cabai di wilayah Kaltara seperti di Tarakan masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kebutuhan bahan pangan di Kaltara masih bergantung pada pasokan dari luar daerah seperti Sulawesi dan Jawa. Ini akibat produksi komoditas pangan tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat per harinya.

Cabai, misalnya. menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Andi Santiaji Pananrangi, dalam sehari kebutuhan cabai di Tarakan saja mencapai 1,5 ton.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pasokan cabai didatangkan dari Enrekang, Sulsel. Selain itu, ada juga pasokan dari Palu, Sulawesi Tengah. Pasokan dalam sehari yang masuk ke Tarakan, berdasarkan laporan dari distributor, kata Andi, sekitar 900 kg.

“Cabai dari Enrekang, malamnya dikirim ke Makassar. Dari Makassar, cabai dikirim menggunakan pesawat ke Tarakan. Makanya harganya jadi agak mahal. Juga ada dikirim dari Tolitoli menggunakan kapal,” jelasnya, Rabu (17/1).

Tingginya kebutuhan cabai di Kaltara ini perlu mendapatkan perhatian masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan cabai dan menekan harga di pasaran, masyarakat diminta untuk mulai menanam cabai di pekarangan rumah atau lahan yang kosong. Menanam cabai sendiri tidak terlalu sudah dilakukan dan tidak perlu lahan yang terlalu luas.

“Masyarakat bisa menanam pakai polybag-polybag yang diisi tanah dan pupuk. Masa panennya juga tidak terlalu (lama). Sehingga, kebutuhan cabai di rumah tangga bisa terbantu dan tidak ketergantungan dengan pasokan dari luar,” sarannya.

DPKP berencana menggandeng TP PKK menggerakkan rumah tangga dan pelajar untuk mulai bertani, khususnya di pekarangan rumah maupun sekolah. Dia mengatakan, kurangnya pasokan kebutuhan pangan juga diakibatkan berkurangnya jumlah petani di Kaltara. Sehingga, perlu dilahirkan petani-petani baru untuk meningkatkan produksi hasil pertanian.

“Komoditas pangan lain juga masih dipasok dari daerah lain seperti kentang, kol, dan lainnya. Sekarang anak petani tidak ada yang jadi petani. Sekarang kita punya kewajiban melahirkan petani-petani baru,” bebernya. (rus/fen)


BACA JUGA

Kamis, 08 Februari 2018 12:39

Pengembang Mulai Lirik Kaltara

TANJUNG SELOR – Ibu kota Kalimantan Utara mulai dilirik para pengembang untuk membangun perumahan.…

Selasa, 06 Februari 2018 14:54

Izin AXA Life Indonesia Dicabut

TARAKAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin operasional PT AXA Life Indonesia (ALI).…

Senin, 05 Februari 2018 16:24

DAK Fisik Kaltara Turun

TANJUNG SELOR - Dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk Kaltara pada tahun ini mengalami penurunan bila…

Sabtu, 03 Februari 2018 12:56

Pelindo Lanjutkan Kerja Sama

TARAKAN – Di tengah ancaman kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) menyusul akan diambilalihnya…

Jumat, 02 Februari 2018 13:52

Investor Belanda Jajaki Peluang Investasi

TARAKAN – Potensi yang dimiliki kabupaten/kota di Kaltara tidak hanya dilirik para pemodal dalam…

Jumat, 02 Februari 2018 13:43

DKP Akan Silaturahmi ke Pemkot

KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakrie menyatakan dalam waktu dekat akan bersilaturahmi…

Jumat, 02 Februari 2018 13:41

Penyumbang PAD Miliaran Rupiah, Pelabuhan Tengkayu II yang Akan Beralih ke Pemprov

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan sepertinya masih berpikir panjang untuk bisa melepas tiga aset…

Senin, 29 Januari 2018 10:26

Tak Sesuai HET, Bisa Disanksi

TARAKAN – Kepala Dinas Perdagagan Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Tarakan Tajuddin Tuwo mengakui…

Senin, 29 Januari 2018 10:18

Perda Zonasi Pengaruhi Investasi

TANJUNG SELOR - Pemprov dan DPRD Kaltara sudah menyepakati 13 rancangan peraturan daerah (Raperda) yang…

Minggu, 28 Januari 2018 14:39

BUMDes Bisa Jadi Penyalur Pupuk

TANJUNG SELOR – Pemerintah memberikan subsidi pupuk kepada petani dalam rangka meningkatkan produksi…

LUMAYAN..!! Tol Udara Kaltara Dijatah Rp 5 M

Pasokan Kebutuhan Pokok Tersendat, Biaya Hidup di Apau Kayan Semakin Mahal

Produk Unggulan Belum Tembus Pasar Ekspor

Beras Malaysia Dipasok ke Tarakan

Harga Cabai Semakin ‘Pedas’
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .