MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 17 Januari 2018 13:11
Status KLB Difteri Berdampak ke Pariwisata
BERWISATA: Turis asal Hong Kong ketika tiba di Bandara Juwata Tarakan, beberapa waktu lalu. Rencana kedatangan turis Hong Kong pada 25 Januari terancam batal karena difteri.

PROKAL.CO, TARAKAN – Penyakit difteri yang mewabah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Utara, ikut berdampak pada sektor pariwisata. Ini menyusul larangan pemerintah Tiongkok terhadap warganya agar tidak berkunjung ke Indonesia.

Secara otomatis, rencana kedatangan wisatawan Hong Kong mulai awal tahun ini di Tarakan ditunda sampai kondisi benar-benar aman dari wabah difteri. Itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Tarakan Aleksandra.

Ini tidak lepas pemberitaan yang begitu heboh diterima pemerintah Tiongkok terhadap penyebaran dan dampak penyakit difteri di Indonesia, yang menyebutkan puluhan penderitanya meninggal dunia dan ratusan orang terinfeksi.

“Di sana, China sampai heboh. Bahkan sampai melarang warganya mengunjungi Indonesia. Salah satunya Tarakan,” kata Aleksandra, Selasa (16/1).

Selain Tarakan, turis Hong Kong juga direncanakan berlibur ke objek wisata Berau, Kaltim. Yakni, Pulau Derawan dan pulau-pulau lainnya. Meski di Tarakan hanya transit, sedikit banyak akan berdampak pada perekonomian di Bumi Paguntaka –sebutan Tarakan.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan mereka lebih dahulu akan mengunjungi tempat-tempat wisata di Tarakan. Jauh-jauh hari, Dinas Pariwisata juga telah mempromosikan sejumlah obyek wisata di kota ini seperti Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB), serta rumah adat Baloi Tidung.

Menurut Aleksandra, penundaan ini terjadi menjelang kedatangan turis Hong Kong ke Tarakan. Padahal, sebelumnya mereka sudah memastikan pesawat yang akan ditumpangi. Penundaan ini tidak hanya membuat pemerintah terancam kehilangan pendapatan, tapi juga investor yang sudah mengupayakan kedatangan turis Hong Kong melalui promosi.

“Harusnya terbang tanggal 25 (Januari). Satu kali penerbangan ini hilang. Mereka sudah habis banyak,” ujarnya.

Dikatakan, para investor meminta kepada pemerintah daerah, baik Kaltara maupun Tarakan dan daerah lain untuk mengupayakan jaminan keamanan Indonesia dari wabah difteri agar wisatawan mau datang. Sebab, kondisi sebenarnya tidak seperti yang dihebohkan di Tiongkok.

Di Tarakan sendiri penegasan status kejadian luar biasa (KLB) diharapkan bisa dievaluasi kembali. Sebab, menurut Aleksandra, status tersebut cukup memengaruhi keinginan wisatawan untuk datang.

“KLB itu apa sih? Oke kalau istilah kesehatan, tapi kalau di masyarakat luas, ketika orang China membaca kejadian luar biasa, dikira apa itu? Ini yang saya lihat dari pernyataan investor. Ini mereka yang ngomong,” tuturnya. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 13:59

Mahasiswa Desak Revisi UU MD3, Buruh Tuntut Gaji Sesuai UMK

TANJUNG SELOR – Disahkannya Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau UU MD3 mendapat reaksi dari…

Rabu, 21 Februari 2018 13:52

Wujudkan Transparansi Pemerintahan

TANJUNG SELOR – Penekanan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie agar organisasi perangkat daerah berinovasi,…

Rabu, 21 Februari 2018 13:50

Ingatkan Pasokan Gas untuk PLTG

PEMBANGUNAN PLTG diharapkan bisa selesai tepat waktu dan segera mengalirkan listrik ke masyarakat. Meski…

Rabu, 21 Februari 2018 13:42

Pembangkit 29 MW di Bulungan

TANJUNG SELOR – Pembangunan pembangkit listrik di Kalimantan Utara mendapatkan perhatian dari…

Selasa, 20 Februari 2018 11:52

ESDM Target Selesai Dua Bulan

TANJUNG SELOR – Dewan Energi Nasional (DEN) sudah memberikan deadline atau tenggat waktu kepada…

Selasa, 20 Februari 2018 11:42

DPR Awasi PLTU Gunung Seriang

TARAKAN – Anggota Komisi VII DPR RI asal Kaltara, Ary Yusnita menegaskan akan terus memantau pembangunan…

Selasa, 20 Februari 2018 11:34

Ganti Rugi Kembali Dibahas

WAKIL Bupati Bulungan Ingkong Ala menyatakan persoalan lahan yang akan dibangun pembangkit listrik tenaga…

Senin, 19 Februari 2018 12:25

RS Tipe B Butuh 23 Dokter

TANJUNG SELOR – Menyusul percepatan realisasi pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B Provinsi Kaltara…

Senin, 19 Februari 2018 11:06

Rendah Karhutla, Dishut Tetap Antisipasi

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara Syarifuddin mengatakan, Kalimantan Utara…

Senin, 19 Februari 2018 10:52

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

TANJUNG SELOR – Penjualan Albothyl masih terdapat di sejumlah apotek di Tanjung Selor, Bulungan.…

Banjir ‘Hantui’ Warga Kaltara

Banjir Rendam Dua Desa

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?

Sebatik Jadi Sentra Kelautan dan Perikanan

Rela Antre demi Dokter Spesialis

Suplai Listrik ke Dua Desa Bakal Molor

Gunakan Arsitektur Tradisional, Setiap Bangunan Punya Nama

Pelimpahan Aset Dipantau BPK

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

RS Tipe B Butuh 23 Dokter
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .