MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 15 Januari 2018 11:56
Distributor Pupuk Masih Kurang
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Andi Santiaji Pananrangi menyatakan penyaluran pupuk bersubsidi ke petani masih belum maksimal.

Selama tahun lalu, dia menyebutkan baru Nunukan, Malinau dan Tana Tidung yang penyalurannya 100 persen. Sedangkan Bulungan penyalurannya tidak mencapai 100 persen.

Andi Santiaji menyatakan ada beberapa kendala di Bulungan sehingga penyalurannya tidak maksimal. Yang pertama, terkait wilayah pertaniannya yang cukup luas. Kedua, hanya ada satu distributor pupuk yang harus melayani seluruh wilayah di Bulungan. Dan, ditambah distributor juga harus memberikan pelayanan secara kontinu kepada petani.

“Pasti mereka (distributor) kewalahan melayani. Harapan kami masyarakat atau pelaku usaha, termasuk di Tana Tidung bisa ada tambahan distributor,” ujarnya, belum lama ini.

Terkait penyalurannya yang tidak maksimal, Andi mengatakan, tidak akan ada pengurangan pupuk di Bulungan. Pihaknya tetap menyerahkan penyalurannya oleh distributor. Namun, dirinya juga menekankan kepada masyarakat terkait peruntukan pupuk bersubsidi.

“Masyarakat juga harus ikut melakukan pengawasan terhadap penyaluran pupuk,” pintanya.

Sebelumnya, Andi Santiaji menginginkan agar setiap kecamatan nantinya bisa terdapat satu penyalur pupuk untuk petani. Sehingga, petani akan semakin dimudahkan untuk mendapatkan pupuk jika lebih dekat.

“Koperasi petani atau koperasi unit desa (KUD) juga bisa menjadi penyalur pupuk untuk petani,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan agar distributor pupuk yang ada tidak bermain-main dengan harga jual kepada petani. Sebab, sektor pertanian menjadi salah satu yang punya potensi untuk dikembangkan jadi unggulan Kaltara.

Dikatakan, saat ini sedang ada perusahaan pupuk yang ingin memasarkan produknya di Kaltara. Namun, dia menginginkan agar setiap perusahaan bidang pertanian yang ingin membuka pasar, juga harus membuka kantor di Kaltara.

“Sehingga, ketika ada komplain dari masyarakat, perusahaan bisa cepat mengambil langkah dan solusi. Kalau hanya ditempatkan orang saja di sini (Kaltara), tidak bisa mengambil keputusan, karena harus koordinasi dulu ke kantor pusatnya,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 10:06

ADUH..!! Harga Mulai Merangkak Naik

TARAKAN – Harga sejumlah bahan pokok di pasaran mulai merangkak…

Selasa, 11 Desember 2018 09:53

Satgas Pangan Temukan Daging Beku Ilegal

TANJUNG SELOR – Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang terdiri dari…

Senin, 10 Desember 2018 12:56

Pengawasan Bahan Pokok Diperketat

TANJUNG SELOR – Ketersediaan dan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian…

Senin, 10 Desember 2018 12:52

Banyak Wajib Pajak Tak Patuh

TARAKAN – Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Tarakan Fery Choly…

Senin, 10 Desember 2018 12:51

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Wanti-wanti terhadap rencana investasi di Kalimantan Utara,…

Senin, 10 Desember 2018 12:50

Non Pertambangan Kurang Dilirik Eksportir

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara tidak hanya memiliki potensi di…

Senin, 10 Desember 2018 09:57

Infrastruktur Pengaruhi Geliat Ekonomi

TANJUNG SELOR – Salah satu poin di Rencana Pembangunan Jangka…

Minggu, 09 Desember 2018 11:24

Kabupaten dan Kota Diinstruksikan Operasi Pasar

TANJUNG SELOR – Untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang Natal dan…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:37

Oktober, Serapan 61,7 Persen

SERAPAN anggaran Pemkab Bulungan hingga Oktober lalu sebesar Rp 797,7…

Jumat, 07 Desember 2018 11:38

Akan Tambah Produksi Bawang Merah

TANJUNG SELOR – Bawang merah akan dijadikan komoditas unggulan oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .