MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 15 Januari 2018 11:38
Kenaikan Harga Beras Dikeluhkan
MASIH MURAH: Beras Bulog bertahan dengan harga di bawah HET yang ditetapkan pemerintah.

PROKAL.CO, TARAKAN – Dalam kurun waktu satu bulan terakhir terjadi dua kali kenaikan harga beras di Tarakan. Rata-rata kenaikan mencapai Rp 2 ribu per kilogram, bahkan ada yang sudah mencapai Rp 15 ribu per kilogram.

Padahal, sebelumnya dikisaran Rp 13 ribu perkilogramnya. Tingginya harga beras sangat dikeluhkan warga. Tidak sedikit warga yang akhirnya beralih menggunakan beras Bulog.

Maryam, warga RT 26 Kelurahan Karang Anyar mengaku terpaksa membeli beras Bulog, karena harganya lebih murah. “Baru kali ini beli beras Bulog. Harganya cuma Rp 9 ribu per kilogram. Soal rasa belum tahu, karena baru kali ini beli. Biasanya beli satu karung yang beratnya 25 kilogram dengan harga sekitar Rp 300 ribu. Tetapi karena ada kenaikan (harga), coba saja beras Bulog daripada tidak makan,” ujarnya, Jumat (12/1).

Hal senada juga diungkapkan Nursia, warga RT 10 Kelurahan Sebengkok. Meski tetap tidak mengonsumsi beras Bulog, namun ia harus mengurangi jatah pembelian. Jika biasanya dia bisa membeli sekarung ukuran 25 kilogram, kali ini dirinya hanya membeli ukuran 5 kilogram dengan harga sekitar Rp 80 ribu.

“Kalau beli yang 25 kilogram nanti untuk belanja lauk pauk pakai apa? Gaji nggak ada kenaikan, tetapi harga-harga bahan pokok malah semakin naik. Apakah pemerintah tidak melihat kesulitan warganya? Coba turun tangan apa penyebabnya dan lakukan upaya untuk menormalkan kembali harga bahan pokok,” ujarnya.

Kenaikan harga beras diakui pedagang di Pasar Gusher Tarakan. Sejak pertengahan Desember hingga saat ini sudah terjadi dua kali kenaikan harga. Kenaikan pertama Rp 500 per kilogram dan kedua mencapai Rp 1.500 per kilogram.

“Jadi, harga beras yang sebelumnya Rp 12 ribu menjadi Rp 13 ribu per kilogram, dan saat ini yang paling mahal per kilogramnya Rp 15 ribu. Itu beras yang baling baik. Kenaikan sudah kali terjadi sejak Desember lalu. Kalau per karung kenaikan pertama Rp 5 ribu saja, tetapi kenaikan kedua mendapai Rp 15 ribu per karung ukuran 25 kilogram,” ungkap salah satu pedagang, Fadli.

Lebih lanjut dikatakan Fadli, bagi pembeli yang mampu tetap membeli beras seperti biasa. Tetapi bagi warga dengan ekonomi menengah ke bawah akan mengeluh dan banyak yang beralih ke beras Bulog.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Tarakan Tajuddin Tuwo mengungkapkan, beras Bulog bisa menjadi solusi dengan naiknya harga beras di pasaran.

Karena beras medium Bulog seharga Rp 8 ribu sampai Rp 9 ribu per kilogram. Sedangkan jenis premium Rp 11 ribu per kilogram. Sementara harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, untuk wilayah Kalimantan beras medium Rp 9.950/kg dan premium Rp 13.300/kg.

Hanya saja, imej beras Bulog yang kurang bagus masih sulit dihilangkan di tengah-tengah masyarakat. Sehingga, warga lebih memilih mengonsumsi beras lain walaupun harganya lebih mahal.

“Yang sekarang di masyarakat banyak konsumennya yang membeli beras bermerek, padahal kesan dulu beras Bulog tidak seperti sekarang,” ujar Tajuddin.

Dia juga mengatakan bahwa stok beras Bulog sangat mencukupi hingga beberapa bulan ke depan. Informasi yang diperolehnya, stok di gudang Bulog mencapai 1.000 ton. (mrs/fen)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 14:42

Dewan Minta Pengawasan Elpiji Melon Diperketat

TARAKAN – Banyaknya keluhan yang dilontarkan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram…

Selasa, 11 September 2018 15:29

Hanya Muncul saat Ada Bantuan, Disperindagkop Ajukan untuk Dibubarkan

TANJUNG SELOR - Pembentukan sejumlah koperasi tidak lagi berlandaskan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.…

Senin, 10 September 2018 15:09

Rp 100 Miliar untuk Pelaku Usaha

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Perindustrian perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindakop dan UKM)…

Senin, 10 September 2018 15:04

Sulit Tentukan HET Daging Ayam

TANJUNG SELOR – Belum adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) ayam, jadi celah pedegang menetapkan…

Senin, 10 September 2018 15:03

Ongkos Angkut Disetarakan Harga dengan SOA

DINAS Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kaltara tengah menyusun rancangan…

Senin, 10 September 2018 14:48

Harga Masih Anjlok

MESKI kurs dolar menguat dan diprediksi sebagian pengamat ekonomi lokal, bakal berdampak positif terhadap…

Senin, 10 September 2018 14:46

Produksi Tambak Udang Masih Jauh dari Harapan

TARAKAN – Potensi budidaya tambak diharapkan mampu bersaing menjadi salah satu sektor yang membangkitkan…

Jumat, 07 September 2018 14:21

Berhemat, Solusi Hadapi Melemahnya Rupiah

NILAI tukar rupiah yang mencapai Rp 15 ribu per USD 1, membuat masyarakat kian panik. Namun, kenaikan…

Jumat, 07 September 2018 14:17

Dolar Naik, Momentum Genjot Ekspor

TARAKAN – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto bersyukur,…

Kamis, 06 September 2018 17:27

Budidaya Rumput Laut Perlu Diatur

BUDIDAYA rumput laut di Kaltara cukup menjanjikan. Beberapa petani rumput laut, baik di Tarakan maupun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .