MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 14 Januari 2018 13:46
Produk Ilegal asal Malaysia Akan Disita

Jual Produk Kedaluwarsa, Pedagang Bisa Dipidana

AWASI PRODUK ILEGAL: Produk ilegal asal Malaysia dan barang kedaluwarsa masih menjadi perhatian Disperindagkop dan UMKM Kaltara, tahun ini.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Masih beredarnya produk-produk ilegal asal Malaysia ke Kaltara sepanjang 2017 lalu, tetap menjadi perhatian Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kaltara untuk pengawasannya.

Produk ilegal Malaysia yang mendominasi di Kaltara di antaranya gula pasir dan daging beku. Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Kaltara Arifuddin menyatakan masih banyaknya produk gula Malaysia di Kaltara, karena tampilannya yang lebih menarik dibandingkan dengan gula Indonesia.

Gula Malaysia, kata dia, memiliki warna yang lebih putih, sementara gula Indonesia berwarna kekuningan. “Padahal, gula Malaysia itu merupakan gula rafinasi yang dibuatnya menggunakan campuran bahan kimia. Kalau gula Indonesia asli gula tebu dan sebenarnya lebih sehat,” tutur Arif saat ditemui pada Jumat (12/1) lalu.

Selain soal kemasan dan tampilan, kata dia, pasokan gula Indonesia di Kaltara juga masih kurang. Sehingga, membuat gula Malaysia tetap menjadi incaran masyarakat karena dibutuhkan. Dia mengatakan, ada dilema pihaknya ketika akan menindak gula-gula Malaysia yang dijual oleh pedagang, karena tidak mau ada masalah dari penindakan yang dilakukan. Misal, harga gula di pasaran menjadi naik karena pasokan terbatas.

Namun, dia menyatakan tahun ini sudah ada pasokan gula Indonesia ke Kaltara, khususnya di Tanjung Selor. Dengan begitu, tahun ini pihaknya sudah bisa melakukan penindakan kepada pedagang yang menjual gula asal Malaysia.

“Bisa saja kami lakukan penyitaan supaya gula Malaysia tidak masuk lagi. Kami akan koordinasi dengan berbagai pihak seperti kepolisian, Bea Cukai, Balai Karantina, dan Dinas Perhubungan karena masuknya gula Malaysia ini ada yang lewat darat dan sungai,” ujarnya.

Sementara untuk daging beku, Arif mengatakan, saat ini sudah ada distributor resmi yang ditunjuk oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara untuk memasok daging ke Kaltara. Sehingga, diharapkan para agen atau pedagang bisa membeli di distributor resmi. Selain harga lebih murah dibanding daging Malaysia, daging yang dipasok distributor juga sudah dijamin keamanan dan kesehatannya, karena sudah melalui pemeriksanaan Balai Karantina Pertanian (BKP) Tarakan.

“Untuk gula Indonesia, HET (harga eceran tertinggi)-nya Rp 12.500, kalau gula Malaysia sekitar Rp 13.000-14.000. Kalau daging beku yang dari distributor HET-nya Rp 80 ribu, yang dari Malaysia Rp 90-100 ribu,” ungkapnya.

Selain pengawasan terhadap barang Malaysia, tahun ini Disperindagkop dan UMKM Kaltara juga masih akan melakukan pengawasan terhadap produk-produk kedaluwarsa. Pasalnya, sepanjang tahun lalu masih ditemukan pedagang yang menjual produk kedaluwarsa di lapaknya, meski jumlahnya tidak terlalu signifikan. Dikatakan, produk yang kedaluwarsa didominasi makanan ringan.

“Namun, kami rasa itu bukan disengaja, karena masa pakainya kan tidak terlalu panjang, hanya beberapa bulan saja,” sebutnya.

Karena alasan bukan kesengajaan, Arif mengaku sepanjang tahun lalu hanya memberikan peringatan lisan kepada para pedagang yang kedapatan menjual produk kedaluwarsa. Tetapi, jika kembali ditemukan di pedagang yang sama dan ada dugaan kesengajaan akan diberikan peringatan tertulis dan ancaman pidana.

Dia berharap pedagang di Kaltara bisa menjual produk-produk yang layak dikonsumsi kepada konsumen, terutama unsur kesehatannya. Jangan sampai membahayakan konsumen demi mendapatkan keuntungan.

“Kami mengimbau pedagang berjualan dengan baik. Produk yang kedaluwarsa disingkirkan, jangan dipajang lagi agar tidak terbeli konsumen. Jadi, pedagang dan konsumen sama-sama diuntungkan,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 13:17

Seorang PNS Diduga Nge-Grab

KEBERADAAN layanan jasa transportasi berbasis online, Grab, di satu sisi mengancam pendapatan sopir…

Jumat, 20 Juli 2018 13:10

Ikuti Regulasi atau Tidak Boleh Beroperasi

TARAKAN – Kontroversi terhadap kehadiran layanan jasa transportasi berbasis online, Grab, terutama…

Jumat, 20 Juli 2018 13:07

Jasad Tanpa Kepala Ditemukan

TANJUNG SELOR – Kejadian heboh menggegerkan warga Bulungan dan sekitarnya pada Kamis (19/7). Pasalnya,…

Jumat, 20 Juli 2018 13:03

Terhambat Bahasa Daerah, Tembus Pedalaman Kaltara

Berlawal dari keprihatinan terhadap rendahnya tingkat membaca anak-anak di Kaltara, segelintir anak…

Kamis, 19 Juli 2018 01:56

Korsleting Listrik, Api Bakar Atap Rumah

TANJUNG SELOR - Rumah milik Petlen, 59 tahun, yang berada di Jalan Perdamaian RT 79 Kelurahan Tanjung…

Kamis, 19 Juli 2018 01:54

Berharap Kesetiaan Pelanggan, Hemat Waktu dan Isi Dompet

Perahu bermesin tempel terlihat lalu lalang di Sungai Kayan. Moda transportasi tradisional itu masih…

Kamis, 19 Juli 2018 01:49

Perlu Pendataan Ulang

ADA 11 aset yang dikembalikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ke Pemerintah Kabupaten Bulungan,…

Rabu, 18 Juli 2018 14:40

Sepekan, Tujuh Kasus Narkoba Diungkap

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kaltara selama sepekan ini berhasil…

Rabu, 18 Juli 2018 14:29

Tak Ada Tambahan Waktu

TANJUNG SELOR – Jelang batas akhir pendaftaran calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Rabu, 18 Juli 2018 14:28

Bikin Keluarga Terkejut, Dikenal Bersahaja dan Pekerja Keras

Muhammad Riharja harus pulang ke kampung halaman dalam keadaan tragis. Ia dibunuh oleh orang gila, saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .